
...🌸🌸🌸...
Kendra
***
Aku hampir menyebut istriku gila manakala mendengar permintaan yang menurutku diluar nalar. Bahkan bisa di sebut tak wajar.
Kami memang sudah 8 tahun menikah namun tak juga diberikan kesempatan untuk memiliki momongan. Belakangan kami mengetahuinya jika penyebabnya adalah karena ada masalah di rahim istriku. Tapi aku sama sekali tak mempermasalahkannya. Justru Megan yang kerap merasa gelisah dan memintaku untuk ini itu.
Sudah pernah aku tawarkan untuk mengadopsi, namun Megan berdalih tak ada yang lebih menyenangkan selain gen sendiri.
Aku kerap mengabaikan semua permintaan gila itu bahkan tak jarang membuat kami bertengkar hebat. Dan puncaknya, aku melihat Megan menangis dalam kesendirian di suatu malam, dan semua itu berhasil membuat batinku sakit.
" Menikahlah dengan seseorang Ken agar kita bisa memiliki anak dari gen mu!"
Namun saat kata-kata gila itu lagi-lagi terlontar, aku bisa tahu jika penyebab Megan bersedih adalah karena aku. Kami pun berbaikan karena bahagia ku adalah memuaskan hati Megan, walau dengan cara apapun.
Aku pikir setelah kami berbaikan, ide gila itu sudah sirna dari otak istriku, namun aku malah dibuat terkejut manakala Megan mengajakku kerumah sakit dan menemui seorang gadis yang benar-benar tak membuatku berselera.
Dan kegilaan itu memuncak, kala Megan memintaku menikahi gadis itu demi impiannya memiliki anak yang murni berasal dari bibit terbaikku.
It's so crazy!
Biasanya, pria pasti akan senang jika diminta mencicipi varian lain bahkan ini legal sebab di setujui langsung oleh istri. Namun sialnya, wajah gadis itu benar-benar mematahkan naf suku yang.
Wajahnya kuyu, tubuh kotor dengan rambut yang berantakan. Namun keinginan Megan yang kuat, lagi-lagi membuatku tak bisa berbuat banyak.
Aku yang di detik itu merasa ambigu, bimbang dan ragu, terpaksa melangkah sebab Megan masih bersikeras jika ini tak akan lama.
" Hanya sampai anak itu lahir!"
" Hanya sampai anak itu lahir!"
Kata-kata istriku itu terus terngiang-ngiang dalam otakku yang keruh. Membuatku tersugesti untuk melakukannya.
Akhirnya aku meminta Xander untuk mengurusi semuanya sebab sejatinya aku tak ingin nama baikku tercoreng begitu saja. Awalnya Megan memancingku untuk menempatkan gadis itu ke mansion utama, tapi aku menolak dan memutuskan untuk menempatkan gadis itu di mansion kedua ku, yang sering aku gunakan untuk berisitirahat apabila aku dan Megan sedang bertengkar.
Aku tahu jika tak mungkin melakukan dualisme di tempat yang sama. Kami pun melakukan perjanjian yang menurutku sangat gila. Meski uang yang bakal di terima gadis itu sangatlah banyak, tapi sejujurnya aku geli sendiri dengan perjanjian ini.
Namun tanpa di duga, saat gadis itu selesai membersihkan diri, aku sempat terkejut karena perubahannya sangat signifikan. Gadis itu terlihat manis dengan ukuran buah dada yang menggiurkan.
Kini aku tahu, Megan memintaku menikahi gadis itu sebab dia meyakini satu hal jika aku pasti tak akan tertarik dengan wanita sejelek Kinar. Benar-benar wanita yang penuh dengan perencanaan.
Tapi meski rupa gadis itu sudah tak seburuk saat di awal kami berjumpa, hasratku masih tak terpantik sama sekali. Sebab selain ini berlawanan dengan nuraniku, melakukan hubungan suami-istri tidak semudah seperti adegan di film-film bejat yang sering di tonton oleh Xander.
__ADS_1
Dan akhirnya, aku terpaksa kembali ke mansion utama sebab wajah Megan terus saja mengusikku, membuatku tak berdaya untuk melewati batasan yang ada.
Namun alih-alih mendukung, Megan justru terlihat kesal sebab aku tak menunaikan tugasku dengan baik.
" Do it Ken!"
Membuatku memaki diri sendiri yang tak becus untuk sekedar memuaskan keinginan istriku.
Alhasil, aku yang telah berpikir keras tentang bagaimana agar aku bisa menyetubuhi wanita itu meski tanpa cinta, meminta Xander untuk membawakan ku obat terlarang yang sejatinya tak baik untuk aku konsumsi.
Sulit dipercaya, gairahku berhasil meningkat, meski jantungku serasa mau pecah sebab reaksi gila dari obat terkutuk itu sangatlah ekstrim. Membuat ku berjanji untuk tak lagi meminum obat sialan itu atau aku bakal meregang nyawa sebab jantungku tak kuat.
Dan saat malam dimana gadis itu terkejut, tuntutan dari dalam diri yang tak bisa aku kendalikan berhasil membuat gadis itu ketakutan. Bahkan air mata yang keluar dari mata gadis itu tiba-tiba membuat naf suku sirna dalam sekejap.
It so Fu*cking about se x!
Sebab nyatanya, aku tak bisa melakukan semua itu tanpa cinta. Never ever!
Aku meninggalkan wanita itu dalam kehinaan, sebab selain kesal, aku juga malu dalam waktu bersamaan.
Tapi masalah yang sebenarnya baru saja datang saat gadis bernama Kinar itu tiba-tiba menyambutku laksana suami istri yang normal. Bahkan bentuk tubuhnya membuat jakunku naik turun tak normal.
" Apa dia merasa bersalah?"
Di detik itu, aku pun terlena, lalu terseret dan hanyut dalam arus memabukkan yang pernah ada. Dan sialnya, aku benar-benar menikmati. Meninggalkan teori dan omong kosong soal permintaan Megan.
Apalagi, mataku seketika membelalak manakala mengetahui jika aku merupakan yang pertama bagi gadis itu.
Virgin is the best thing.
Ada rasa iba disela aku menikmati gadis halalku yang kini menitikkan air mata itu. Dan tanpa aku sadari, perasaan aneh itulah yang bakal membawaku kedalam jurang permalasahan. Permasalahan yang sejatinya di undang oleh istriku.
Sejak kejadian itu, aku tak lagi menginjakkan kaki di mansion kedua dan berharap benihku tumbuh. Meski tanpa Megan ketahui, saat aku melakukannya bersama Megan wajah Kinar malah sering mampir ke pikiranku tanpa aku undang.
Sial.
Membuatku merasa menjadi pecundang.
Awalnya aku menyangka semua hal bodoh ini akan gampang aku lakukan, namun begitu mendengar jika benihku tumbuh di rahim wanita itu, ada sebuah rasa bangga yang tak terdefinisikan.
Sebab sebagi laki-laki, aku akhirnya bisa membuktikan keperkasaanku.
Megan senang luar biasa. Membuat wanita panasku itu kini melarangku untuk datang ke mansion kedua. Jelas menegaskan jika sekuat apapun wanita, ia memanglah mahluk kontradiktif . Berkata tak cemburu, namun di dalam sejatinya tengah terjadi kebakaran hebat.
Tapi saat mendengar kabar terkait kondisi kesehatan gadis itu, sejumput rasa ingin menemui tiba-tiba timbul. Membuat Xander turut menjadi repot sebab seiring aku libatkan.
__ADS_1
Aku tak sengaja datang ke mansion tanpa sepengetahuan Megan dan dibuat terkejut saat merasakan masakan yang mengingatkan aku pada mendiang ibu. Masakan yang paling enak yang pernah ada.
" Ini nona Kinar yang memasaknya tuan!"
Bagaimana bisa, aku bahkan tak percaya jika gadis itu pandai memanjakan lidah. Apakah ini suatu petunjuk, atau karena sebagai manusia biasa aku juga memiliki rasa rindu?
Hari berganti dengan cepat. Dan bersama dengan itu, keajaiban-keajaiban lain semakin sering aku rasakan secara nyata. Tentang gambar bayi yang ada di layar besar saat kami bersama-sama memeriksakan kandungan, tentang Megan yang resah jika anak itu tak berjenis kelamin laki-laki, hingga Kinar yang meminta satu hal untuk membuatku hadir saat dia melahirkan nanti.
Dan sialnya, berita mengejutkan itu hadir saat aku dan Xander sedang berada di luar negri untuk membahas proyek besar. Namun tidak tahu kenapa, atas nama laki-laki yang pantang ingkar janji, aku bertolak kembali ke Indonesia detik itu juga.
Aku memikirkan Kinar secara terang-terangan. Bahkan mungkin saja, Xander sadar akan hal ini. Tapi aku percaya, jika kesetiaan Xander memang tak ada tandingannya.
Luar biasa, pertama kalinya dalam hidup aku melihat perempuan melahirkan dan dari kesemuanya itu membuatku terdiam dengan keterkejutan yang menghipnotis.
Aku merasa kasihan dengan Kinar untuk pertama kalinya. Betapa aku bisa melihat dengan jelas wajah kesakitan Kinar manakala dia berjuang melahirkan darah dagingku.
Detik itu juga, aku bahkan menamai buah hatiku dengan Aldera Flo Arion tanpa persetujuan Megan. Nama indah yang berati kegembiraan, kemakmuran yang datangnya dari selatan. Nama yang sangat relevan dengan asal muasal bayi itu.
Walau, aku kini merasa telah mengkhianati Megan, tapi tidak tahu kenapa aku senang karena aku bisa mewujudkan keinginan Kinar.
Ini gila, jelas-jelas gila.
Namun kebahagiaan yang aku rasakan rupanya bersifat fana, aku sangat bahagia saat melihat bayi yang baru saja dilahirkan Kinar , yang dalam perjanjian akan menjadi milikku. Tapi siapa sangka, Megan justru kecewa sebab istriku itu rupanya mengharapkan bayi laki-laki.
Megan yang mengetahui bila anak yang di lahirkan oleh Kinar tak sesuai harapannya, seketika berang dan membuatku tak bisa mengucapkan perpisahan bahkan untuk terakhir kalinya.
Ya, Megan meminta Kinar pergi bahkan sebelum dia melihat wajah bersih Flo.
Megan kecewa dengan gender yang dilahirkan oleh Kinar. Dan kekecewaannya itu, berimbas pada sikapnya yang tak mau mengurusi anakku Flo.
Mau tidak mau, akhirnya aku memerintahkan Xander untuk memanggil anak Dores guna mengasuh Flo, karena meski sebenarnya aku sangat marah kepada Megan, tapi aku juga tak bisa menyakiti istriku itu.
Namun siapa sangka, kondisi Flo yang memprihatinkan membuatnya anak Dores itu memutuskan mencari Kinar yang akhirnya melibatkan Yos, supirku yang nuraninya cukup tergugah.
Dan entah kenapa, alih-alih marah, aku justru merasa senang dengan kehadiran Kinar yang memberikan ASInya kepada Flo. Membuat jiwa dan hatiku tenang.
Sungguh aneh tapi itu kenyataannya. Dan di detik itu aku menyadari, jika aku sebenarnya memang memiliki perasaan lebih kepada Kinar.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1