
...🌸🌸🌸...
Hari-hari selanjutnya Kinar masih terus saja merawat Megan meski wanita itu tak bersikap baik kepadanya. Kefrustasian Megan menjadikan sikap wanita itu kerap mengamuk.
Meski begitu, Megan tetap rutin di kunjungi oleh dokter juga terapis terbaik yang di minta oleh Kendra guna mempercepat proses kesembuhan wanita itu.
Apapun masih Kendra upayakan sebaik mungkin demi ikhtiar serta tanggungjawabnya kepada istrinya itu. Meski hingga detik ini perkembangan kesehatan Megan tak juga membuahkan hasil yang signifikan, namun Kendra tak lelah berupaya.
Kendra akhir-akhir ini juga sering disibukkan oleh agenda yang cukup bervariasi. Mengepalai ratusan pekerja sudah barang tentu membuat Kendra tak bisa berleha-leha.
Jadwal-jadwal pertemuan penting juga menuntut dirinya untuk tak bisa absen sebab kehadirannya amat dinantikan oleh para pemangku kepentingan. Alhasil, ia juga menjadi sangat jarang bertemu dengan baby Flo.
Seringnya, Kendra menemui anaknya hanya sebentar saat dia pulang dari bekerja. Sebab setelah itu, ia harus menemui Megan yang tentu membutuhkan dirinya.
Malam ini Kinar yang merasa bosan dengan beberapa makanan yang ada di mansion itu memilih untuk memasak mie bercitarasa pedas dari negeri ginseng yang belakangan ini viral.
Walau bagiamanapun juga, Kinar masihlah wanita muda yang selera kekiniannya masih ada. Tak jarang, ia sering mengulik vlog- vlog influencer serta konten kreator makanan yang kerap membuatnya ngiler pada laman media sosialnya.
" Hah, lelahnya!" Kinar bermonolog seraya meregangkan otot-ototnya yang pegal karena seharian ini ia mengurus bayi tua dan bayi mungil saat berjalan menuju dapur.
" Masak yang ini sepertinya enak!"
Membuat beberapa maid yang ada di sana menawarkan diri untuk membutakan makanan yang mungkin di inginkan oleh Kinar.
" Nona, apa anda mau saya buatkan?"
" Tidak usah. Aku akan membuatnya sendiri. Kalian bisa beristirahat!" menjawab dengan senyuman manis.
Ia kini mulai menyalakan kompor induksi yang ada di kitchen besar itu, meletakkan panci yang berisikan air sembari terus meminta beberapa pelayan yang terlihat tak enak hati itu, untuk meninggalkan dirinya sebab Kinar lah yang tak enak hati jika terus merepotkan mereka yang juga sudah lelah bekerja seharian.
" Apa tidak apa-apa nona jika kamu tinggal?" tanya salah satu maid dengan wajah muram.
" Tidak apa-apa tenang saja. Kalian istirahat saja ya!"
Para maid itu sebenarnya heran setengah mati. Baru kali ini ada majikan yang tidak mau di layani.
Baby Flo juga sudah lelap usai kenyang seusai meminum ASI. Kinar benar-benar selalu memastikan anaknya tak kekurangan ASI agar tumbuh kembangnya optimal.
Kini giliran Kinar yang merasa begitu lapar. Ibu menyusui kan memang begitu. Selalu merasa lapar sebab ia harus menyalurkan nutrisi kepada sang anak.
Kinar tampak cekatan kala memotong sayur, mengiris sosis panjang lalu menyiapkan beberapa kondimen pendukung seperti olahan seafood beraneka warna yang membuat mie dengan rasa lezat itu semakin kaya rupa.
Tampilan yang merah merekah membuat sajian itu benar-benar menggugah selera penontonnya. Jelas menegaskan jika rasa mie itu akan membakar mulut pencecapnya.
__ADS_1
" Astaga, ini pasti enak. Baunya benar-benar membuatku lapar. Aku jadi tidak sabar!" bergumam seraya belingsatan bagai orang yang menemukan harta Karun sesuai ia meletakkan mangkuk besar itu ke meja makan.
Sudah lama sekali ia tak menyantap makanan sejuta umat yang lezat itu. Sekali-kali tidak masalah lah. Begitu pikirnya.
Namun tanpa di duga, saat Kinar tengah mencuci peralatan bekas pakainya, Kendra yang datang bersama Xander sukses mengejutkan perempuan itu.
" Sedang apa kau?"
" Tuan?" jawab Kinar terkejut yang baru ingat jika Kendra beberapa waktu ini sering lembur.
Kendra yang tak memperhatikan keterkejutan Kinar, kini tanpa sengaja mencium aroma semriwing khas makanan gurih, dan langsung mengendus-endus sebab aroma itu sebab memicu rasa laparnya untuk bangkit.
" Bau apa ini?" katanya sembari mengendus-endus. Membuat Xander juga turut melebarkan cuping hidungnya.
" Astaga, tampilannya seperti enak sekali!" bahkan jakun Xander seketika naik turun demi menangkap semangkuk mie yang terlihat lezat.
" Emmm, kau yang membuat?" tanya Kendra penuh antusias.
Kinar mendelik saat Kendra malah mengambil kuah merah itu lalu menyeruputnya tanpa permisi.
Ya, kau rajanya!
SLURRP!
SLURRP!
Kendra benar-benar menyukai rasa makanan itu. Membuat Kinar hanya bisa melongo saat melihat mie hasil karyanya kini di sikat oleh Kendra.
" Ini enak. Kenapa aku baru tahu ada makanan ini di sini?"
" Kau pasti sengaja membuatkannya untukku kan? Hah, jika Megan sehat dia pasti suka!"
Kinar hanya menatap muram makanan yang kini benar-benar di habiskan oleh Kendra. Oh ya ampun!
" Aku bahkan belum menyeruput kuahnya!"
...ΩΩΩ...
Keesokan paginya.
Megan sudah di mandikan oleh Sofia. Wanita itu terlihat duduk menghadap ke kolam renang yang riak airnya tenang dengan wajah pucat seperti biasanya. Megan menolak untuk di makeup oleh Sofia. Ia sebenarnya tak percaya diri dengan kondisi wajahnya yang kini perot.
Pandangannya nyalang menatap kosong ke arah depan dengan pikiran yang beterbangan kesana kemari.
__ADS_1
"Aku akan membawamu ke luar negeri untuk berobat. Kau harus sembuh!"
Itulah perkataan Kendra beberapa waktu lalu. Ia bisa melihat cinta di mata Kendra saat beberapa waktu yang lalu mengatakan hal itu dengan begitu lirih.
Namun semakin kesini, semua yang terjadi malah kerap menghadirkan sebuah petunjuk bagi diri Megan. Adalah benar, bahwa jika mau, Tuhan bisa dengan sekejap merubah kesenangan menjadi kesedihannya, dan bahkan sebaliknya.
Ia yang sering melampaui kuasa Tuhan kini merasa bersalah. Andai ia tak memaksa diri untuk memiliki anak, mungkin ia tak akan terperangkap dalam permainannya sendiri. Tapi sungguh, saat melihat wajah bahagia Kendra tatkala melihat baby Flo lahir atas idenya, itu merupakan titik paling membahagiakan di dalam hidupnya.
Tanpa di sangka, ia kini melihat Kinar yang datang bersama Flo yang sudah mandi dengan bedak tebal yang tersapu di wajahnya yang menggemaskan.
" Apa nyonya mau makan disini? Saya ambilkan ya?" tawar Kinar seperti biasa. Mencoba mengakrabi meski Megan selalu acuh.
Megan masih bergeming. Melihat Kinar yang masih saja baik kepadanya meski sikapnya bertolakbelakang membuat Megan menjadi lelah sendiri.
" Aku bahkan selalu bersikap ketus kepadamu tapi kau masih saja begitu!"
Sejurus kemudian, Kinar datang dengan membawa bubur sebab indera pengecap Megan masih tak bisa ajak bekerjasama dengan baik.
" Nona disini dulu temani Mama makan ya?" kata Kinar yang kini meletakkan tubuh gembul Flo ke dalam baby stroller.
Megan tampak melihat Kinar yang kini meletakkan Flo ke baby stroller khusus yang ada di depannya. Matanya lekat menatap bayi yang kini terlihat semakin mirip dengan Kendra.
" Saya suapi ya nyonya?"
Megan memalingkan wajahnya sebab ia tak mau. Wanita itu memilih menatap baby Flo yang kini menggerakkan kakinya asal seraya berceloteh sendiri. Membuat Kinar menghela napas dalam.
" Saya tidak pernah merasa anda ini jahat kepada saya Nyonya!"
DEG
Megan sedikit melirik Kinar yang agaknya akan membahas hal lain. Dan memang baru pertama ini, mereka duduk berdua dalam situasi lain.
" Saya yakin jika anda adalah perpanjangan tangan Tuhan buat menolong saya nyonya!" kata Kinar lagi yang kini turut menatap riak air kolam dengan pandangan nanar.
" Jika bukan karena anda, mungkin saat ini saya masih terlunta-lunta di jalan!"
Megan terlihat tak berontak dan seperti diam kala mendengarkan suara Kinar yang semakin terdengar sendu.
" Maafkan saya jika pada akhirnya saya juga berat kepada nona Flo nyonya!" kata Kinar tersenyum sumbang.
Megan kini menatap nanar air kolam biru itu dan tampaklah dua wanita yang kini sama-sama menatap ke arah kolam. Entah mengapa mendengar Kinar berbicara membuat Megan begitu terenyuh.
" Tadinya saya juga menyalahkan diri saya kenapa saya harus kembali dan menuruti hati untuk bertemu lagi dengan nona Flo. Tapi saya kini mengerti, tak akan Tuhan membuat kita berada dalam satu keadaan kecuali atas sebuah alasan!"
__ADS_1
Mata Megan terlihat mengabur. Apakah yang dia terima ini adalah balasan dari sikapnya?