
...🌸🌸🌸...
Di waktu yang sama pula, aku juga merasa menjadi orang yang serakah sebab tak ingin membuat Kinar pergi, namun aku juga tak ingin melepaskan Megan.
Jika ada orang yang menilai diriku sebagai pria bajingan yang serakah, mungkin aku bisa terima sebab memang itulah kenyataannya. Aku terperosok dalam permainanku sendiri.
Wanita sederhana itu mampu menggoyahkan keteguhanku yang semula setia kepada Megan. Tapi alasan sesungguhnya ialah, aku menjadi peduli dan tak mau kehilangan Kinar karena perasaan mendalam yang tak bisa aku jelaskan. Itu poin utamanya.
Bahkan seusai aku menemukan istriku terkapar usai kecelakaan, aku yang mendengar kabar jika Kinar di culik benar-benar tak bisa merasakan ketenangan barang sejenak. Istriku sedang koma, sementara istriku yang lain tengah berada dalam mara bahaya. Terlebih, kilasan wajah polos Flo tentu membuatku berang.
Membuatku mencari-cari keberadaan pria brengsek yang berani-beraninya mengusik kehidupanku itu dengan masif.
Xander rupanya menunaikan tugasnya dengan sangat baik, pria yang jarang membuka mulutnya itu berhasil mengendus keberadaan Zen sesaat setelah melacak nomor yang digunakan untuk menghubungiku.
Darahku benar-benar seperti mendidih saat aku melihat si brengsek tua Bangka Zen membuat wajah cantik Kinar lebam dan babak belur. Melihat wajah Kinar yang terluka, rasa-rasanya aku benar-benar tak ingin membiarkan bajingan tua itu hidup.
Aku bahkan puas karena sudah beberapa kali melayangkan tinju ke rahang pria licik itu. Bahkan jika aku tidak di tahan oleh Xander, kepala pria itu bisa ku pastikan pasti akan bocor.
Usai Kinar berhasil di lepaskan, aku memeluknya erat sejurus kemudian. Seolah tak ingin kehilangannya. Ini jelas diluar kendaliku, aku benar-benar merasakan kelegaan yang luar biasa.
Namun aku juga tak bisa menghalau segala rasa yang benar-benar membuatku gila, aku mengkhawatirkan wanita itu dengan sungguh-sungguh seperti takut kehilangannya.
__ADS_1
Di detik itu, aku lantas mematrikan janji ke dalam batin, jika aku akan selalu melindungi Kinar juga Flo hingga tetesan darah terakhirku.
Tapi agaknya, waktu ujianku mungkin telah tiba. Baru saja aku berhasil menyelamatkan anak istriku dengan susah payah, berita tak menyenangkan kini mampir kembali di telingaku dan membuat aku lelah lahir batin.
Megan di vonis lumpuh pasca kecelakaan dengan istilah medis yang sulit aku ingat. Tekanan darah yang tinggi juga membuat wajah cantik istriku menjadi perot karena stroke. Dan dari kesemua hal yang terjadi, tak pelak membuatku begitu terpukul.
Tapi batinku tetap sama, aku menyayangi Megan sama seperti aku menyayangi Kinar. Ya, aku memang telah gila. Gila karena menginginkan kedua-duanya.
Salahkah?
Lebih-lebih saat aku mendengar informasi dari Xander jika Kinar memiliki masalalu yang nestapa, detik itu juga aku juga berjanji tak akan membiarkan hidup Kinar menderita.
Kekagumanku semakin bertambah saat aku melihat Kinar dengan telaten mengurusi Megan yang lumpuh, meski wajah istri pertamaku itu selalu keruh. Namun tanpa jijik, istri keduaku itu mengganti popok Megan dengan sorot mata yang mempertontonkan ketulusan.
Namun rupanya ujianku tak berhenti disitu. Hidupku seketika terasa hancur manakala aku menyaksikan sendiri, detik-detik terlepasnya nyawa Megan dari jasadnya.
Membuat batin dan pikiranku kacau balau. Menggugurkan segala teori dan segenap janji untuk tak menyakiti Kinar. Sebab saat aku mengira jika Megan meregang nyawa dalam kondisi sakit hati kepada Kinar, di detik itu aku langsung kehilangan kendali atas logika yang waras.
Aku terpukul, jiwaku terguncang hebat. Rupanya seperti itu rasanya kehilangan. Begitu menyakitkan dan membuat batin perih.
Aku bahkan meminta Kinar pergi dengan kasar sebab wanita itu tak mau mengerti juga. Aku tahu aku telah menyakitinya saat itu. Tapi asal dia tahu, aku melakukannya itu sebab aku tak ingin Kinar mendapat kemarahanku yang lebih, mengingat aku tahu siapa diriku yang kerap kehilangan kontrol.
__ADS_1
Aku membiarkannya pergi dengan meminta Xander untuk mengurusi semuanya. Bahkan, tanpa Kinar ketahui aku juga meminta Xander untuk mentransfer uang ke rekening perempuan itu, agar ia bisa hidup lebih baik.
Tapi alih-alih aku lega, batinku justru terasa perih, manakala aku melihat Flo yang menjalani hidup tanpa sosok ibu. Aku menjadi orang yang kehilangan arah, bahkan sering mangkir dari pekerjaan penting dan membuat Xander bekerja lebih keras.
Namun sepertinya Tuhan memiliki maksud lain sehingga Dia membuatku seperti itu. Aku yang merasa kosong dan hampa, seperti di celikkan kembali manakala sebuah buku catatan digital milik Megan di temukan oleh pekerja yang tengah membetulkan mansionku.
Sesaat setelah aku selesai membaca tulisan tangan yang seketika memukul telak kebodohanku itu, aku merasa sangat berdosa kepada Kinar. Wanita yang menjadi korban kesalahpahaman dan kebodohanku yang tertutup rasa cintaku yang teramat mendalam.
Di detik itu, aku menyadari jika keadilanku rupanya belum lulus uji. Aku menyesal.
Tapi sepertinya, semesta mendengar doaku dan menghendaki kami bertemu. Beberapa pekan setelah aku mengetahui fakta mencengangkan itu, aku yang putus asa sebab Xander tak juga menemukan Kinar mendatangi Diego sahabat lamaku.
Pria solutif itu aku mintai tolong sebab aku meras segala jalan telah tertutup. Tanpa di duga, saat aku diajak Diego menghadiri pernikahan koleganya yang menurutku membosankan, aku malah bertemu dengan Kinar yang wajah dan penampilan berubah 180 derajat.
Wanita yang pernah aku cumbui itu terlihat makin cantik. Apakah dia sudah menemukannya kebahagian setelah pergi dariku? Apalagi, mulut brengsek laki-laki yang sepertinya merupakan teman Diego itu, dengan kurang ajarnya menyebut Kinar dengan sebutan future wife. Membuatku berang.
Lagi dan lagi, jika Diego tak berhasil menghalauku, bisa aku pastikan aku akan mengacaukan pesta besar itu karena kecemburuan.
Di saat itu, aku menyadari sepenuhnya jika aku sejatinya tak rela jika Kinar di sentuh laki-laki lain. Aku begitu mengharapkan dia mau memaafkan semua kebodohan yang aku buat.
Tapi rupanya, aku harus bisa berusaha lebih keras lagi. Hingga, ide gila Diego yang kong- kalikong dengan manager hotel membuatku terpaksa menyamar dan meninggalkan Flo yang sedang di rawat sebab hati ini semakin tak tahan untuk bertemu.
__ADS_1
Sampai sekarang, aku mengharap jika Kinar masih mau memberikan kesempatan untukku. Aku ingin memberikan Flo arti keluarga yang lengkap.