Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 34. Akhirnya bertemu


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Dalam kehidupan berumahtangga, saling mengerti posisi satu sama lain merupakan hal yang penting. Jika dalih emansipasi kini sudah bukan hal tabu, namun merawat anak tentulah masih menjadi peran utama seorang ibu.


Apalagi, Megan seharusnya sadar jika saat ini ia merupakan Ibu bagi Flo yang memiliki hak prerogatif untuk mengasuh. Terlepas dari rumitnya keberadaan bayi mungil itu, Megan seharusnya tahu bila dia merupakan orang yang patut bertanggungjawab atas kehidupan Flo saat ini.


Alih-alih hanya membantu, Sofia malah kini menjadi orang yang paling lelah manakala mengurus harus bayi itu siang dan malam. Kendra yang juga sibuk sekali akhir-akhir ini, juga jarang bisa memonitor anaknya selain jam malam.


Tak ayal, ketidaksinkronan kepengurusan itu menjadi pemantik perdebatan. Megan rupanya tak bisa membagi waktu antara Flo juga kesibukannya. Wanita itu sulit menerapkan apa yang dulu menjadi angan-angannya.


Selain karena ia kecewa akan jenis kelamin bayi yang lahir, Megan sepertinya terlalu menggampangkan semua hal. Ia pikir uang selalu bisa menjadi solusi di tiap permasalahan yang ada di kehidupannya.


Hingga, saat suatu malam Flo yang tiba-tiba demam dan tak mau turun dari gendongan membuat Sofia terpaksa menghubungi nomor Kinar meski ia tak yakin jika nomor itu masih digunakan.


Sofia benar-benar tak memiliki pilihan lagi. Ia yang setiap hari menjadi saksi hidup kerewelan Flo, yang tak mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya sebab mereka sama-sama sibuk. Menjadikan dirinya nekat mencari tahu dimana Kinar, meski ia kini telah tahu bila perempuan itu terlibat perjanjian nyeleneh dengan Megan.


Hilda lah yang memberitahu Sofia, jika kepergian Kinar bukan murni dari hatinya, melainkan karena keadaan yang benar-benar sulit ia hindari. Dan sejak saat itu, Sofia benar-benar membenci Megan hingga ke tulangnya.


..." Nona, saya tidak tahu dimana anda saat ini. Namun jika anda membaca pesan ini kapanpun, bisakah anda datang sebab nona kecil demam dan sering rewel!"...


Kendra bahkan tak bisa menenangkan bayi itu meski ia mencoba menggendong Flo di sela rasa lelahnya akibat seharian bekerja.


Dokter spesialis anak terbaik juga sudah memberikan resep obat namun Flo masih saja rewel. Megan yang juga serasa ingin menyerah lebih memilih untuk meminta Sofia mengurusnya dan menambahkan besaran gajinya, sebab hari ini ia harus terbang ke luar negeri untuk menghadiri pertemuan penting.


Di satu tempat, Kinar yang baru selesai memompa ASI nya yang terus saja menetes, tiba-tiba ingin menyalakan ponsel yang sudah lebih dari satu Minggu ini ia matikan.


Ya, payudara yang sering nyeri akibat menumpuknya ASI membuat Kinar memilih memompa ASI itu untuk meredakan nyeri yang ia rasa. Setiap Kinar memompa ASI itu, ia selalu teringat dengan bayinya dan membuat batinnya perih.


Dan saat ponsel itu telah berhasil menyala, ia langsung tertegun selama beberapa detik sebab ada banyak sekali pesan yang masuk dan ada satu diantaranya yang membuat Kinar tercenung kala membaca pesan itu.


Ia yang sudah berkemas dan hendak menuju ke bandara, seketika menjadi gundah. Informasi bernada darurat dari Sofia sukses membuatnya resah.


Yosafat yang melihat Kinar muram kini nampak termangu. Tidak tahu kenapa melihat gadis baik bersedih itu membuatnya kasihan.


" Maaf Yos, tapi...bisakah kau menolongku untuk sekali ini saja? Bayi tuan Kendra sedang sakit dan aku..."


Kinar tercekat dan tak mampu meneruskan ucapannya. Dan saat menunggu Kinar menyelesaikan ucapannya, pesan yang kini masuk di ponsel Yosafat mendadak membuatnya bimbang.


..." Apakah kau masih bersama nona Kinar? Anak ini rewel dan terus menangis. Dia belum minum ASI sejak dia lahir. Bisakah kau memberitahu nona Kinar jika kau masih ada bersamanya? Aku mohon sekali ini saja. Aku akan sangat berhutang budi kepadamu!"...


Yosafat menjadi terketuk hatinya saat membaca emoticon memohon yang dikirim oleh gadis itu. Bahkan tanpa memohon pun, Yosafat sebenarnya kasihan kepada baby Flo.


..." Aku takut dengan Nyonya Megan!"...


Yosafat membalas pesan itu detik itu juga dengan kejujuran yang sebenar-benarnya.


..." Dia sedang tidak ada, cepatlah!"...


Kinar yang sedang menunggu Yosafat membalas pesan dengan seseorang, kini terkejut saat mendengar Yosafat yang mau mengabulkan permintaannya.


" Bersiap- siaplah nona! Saya akan mengantar anda ke mansion!"


Kinar tak menyangka jika Yosafat mau menuruti kemauannya. Tanpa membawa apapun selain tas kecil yang berisikan ponsel juga dompetnya, perempuan itu nampak terus meremas tangannya saat berada di dalam mobil sebab hatinya cemas luar biasa.


Ia yang belum pernah memasuki mansion utama itu seketika merasa takjub. Bangunan besar itu benar-benar memiliki pilar yang hampir sama dengan colloseum. Tak hanya itu, bangunan itu memiliki dinding yang sebagian besar terbuat dari kaca tebal yang terlihat mewah.


Ia berjalan mengekor di belakang Yosafat yang kini di sambut oleh Sofia. Matanya langsung membelalak sebab tak menyangka bila Kinar masih bisa bertemu dengan gadis berani itu.


" Nona!"


Kinar langsung mengharu biru manakala Sofia memeluk tubuhnya erat. Sofia pun sama, kedekatan yang terjalin walau sekejap, nyatanya mampu membuat keduanya berhasil memupuk hubungan yang baik dan manis.


" Aku sangat merindukan anda nona. Ayo nona, nona muda kecil pasti senang karena anda datang!" seru Sofia penuh rasa syukur sebab akhirnya Kinar berada di mansion itu.


Kinar takut berada di sana bukan tanpa alasan. Ia seharusnya sudah pergi ke selatan. Namun karena kondisinya yang tak kunjung membaik, membuat Yosafat meminta Kinar untuk istirahat dulu.


Dan berada di mansion itu tanpa izin dari Kendra maupun Megan, jelas membuatnya telah melanggar perjanjian yang berpotensi membuat dirinya terancam.


Tapi nuraninya yang begitu kuat, kini nampak menutupi seluruh ketakutannya akan Megan dan Kendra.


" Sof, bagiamana jika nyoya Megan..."


Ucapannya menggantung saat ia merasa ragu. Apalagi, ia benar-benar datang seperti seorang pencuri.


" Nona, saya akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu nanti. Saya hanya merasa tidak tega dengan nona muda kecil!" jawab Sofia menatap Kinar muram.


Yosafat yang melihat Sofia murung turut merasakan sesak. Sudah lama sebenarnya Yosafat notice dengan Sofia. Mereka pernah bertemu namun akhirnya terpisah sebab bertugas di mansion yang berbeda.


" Terimakasih!" kata Sofia yang untuk pertama kalinya mau tersenyum kepada Yosafat yang wajahnya tak kalah datar seperti Xander.


Yosafat mengangguk dan sejurus kemudian memilih turun. Pria itu terlalu fakir ekspresi.


Di dalam ruangan, Kinar yang melihat bayi mungil itu menangis, kini tangannya perlahan terulur meraih tubuh mungil itu lalu menggendongnya lembut. Ada rasa hangat yang kini merasuk kedalam relung hatinya, manakala ia menatap wajah lucu tak berdosa itu.


Kinar perlahan mencium pipi merah baby Flo sangat lama sebab membunuh rasa kerinduan yang membuncah. Sejurus kemudian ia reflek membuka penutup dadanya, lalu kontan mengASIhi baby Flo seraya menitikkan air matanya karena rasa nelangsa.

__ADS_1


" Minumlah nak. Kau kelihatan sangat lapar!" jerit Kinar yang benar-benar tak tega saat melihat bayi itu.


Baby Flo tampak sedikit tak mengenali kuncup empuk itu, namun saat Kinar dengan telaten mengarahkan kuncupnya pada mulut mungil bayi itu, maka tersedotlah kini ASI miliknya.


" Maafkan aku nak!" kata Kinar dengan suara bergetar dan tak lagi bisa menghalau kesedihan yang ia tahan sedari tadi.


Dan pemandangan mengaharukan itu, berhasil membuat Sofia berkali-kali mengusap wajahnya sebab turut menitikkan air mata.


" Apakah dia Sudah memiliki nama Sof?" tanya Kinar saat membiarkan baby Flo menghisap air kehidupan miliknya dengan rakusnya.


" Tuan Kendra selalu memanggilnya dengan panggilan baby Flo nona!" jawab Sofia tersenyum lebar.


Kinar mengangguk seraya tersenyum. Ia tak menunjukkan kekecewaannya manakala mendengar hal itu. Meski sebenarnya, ia berharap keinginannya dulu di penuhi oleh Kendra.


Meraka menghabiskan waktu untuk ngobrol dan membahas soal serba-serbi manakala mengurus baby Flo hingga berjam-jam. Setiap dua jam sekali, Kinar selalu membangunkan Flo lalu menyusuinya.


Baby Flo yang kenyang hingga bersendawa kini tertidur dengan sangat pulas. Ada rasa bangga dan senang manakala Kinar telah berhasil meninabobokan bayi itu dengan wajar.


Dan saat bayi itu barusaja tertidur, suara benda pecah di bawah membuat mereka berdua terperanjat.


PRYANG!


Kini Kinar dan Sofia saling menatap satu sama lain.


Apa itu?


Sejurus kemudian mereka buru-buru keluar sebab ingin tahu apa yang sebenernya telah terjadi. Takut kalau-kalau ada tamu tak di undang yang masuk dan berbuat jahat.


Namun usia membuka pintu kamar, Maka terkejutlah mereka berdua saat melihat Yosafat yang kini di hajar oleh Xander yang datang bersama Megan juga Kendra.


DEG!


" Astaga, mati aku!" gumam Sofia yang kaget sebab tak menyangka jika Megan telah kembali secepat ini.


Kendra yang melihat Kinar benar-benar berada di sana sangat-sangat terkejut. Tak mengira jika Yosafat mengatakan kejujuran.


Megan yang marah karena mengetahui jika Yosafat ada di sana dan mengaku membawa Kinar, langsung meminta Xander untuk menghajar laki-laki pembangkangan itu sebab berani-beraninya melawan perintah Megan.


BUG!


Sofia yang melihat Yosafat di hajar seketika berlari sebab ia merasa menjadi tersangka dalam kejadian kali ini. Seharusnya dia yang di salahkan, bukan Yosafat


Namun alih-alih mendengar, Xander yang belum mendapat perintah untuk menghentikan aksinya itu kini terus melayangkan pukulan itu bertubi-tubi.


BUG!


BUG!


Sofia yang kini membentangkan tangannya melindungi Yosafat sukses membuat Xander membelalakkan matanya karena syok.


" Apa yang kau lakukan?" gertak Megan yang tentu saja marah dengan perbuatan Sofia yang malah melindunginya Yosafat.


" Saya yang meminta nona Kinar kemari. Nona Flo masih sangat kecil, dia membutuhkan ASI Nyonya Kinar. Beberapa hari ini dia sakit dan selalu rewel. Tapi kemana anda sebagai orang tua? Anda malah sibuk. Jika kalian ingin menghukum, hukum saja saya. Jangan kak Yosafat ataupun nona Kinar!"


DEG!


Maka Xander seketika tertegun, pun dengan Kendra.


" Kak Yosafat?"


" Beraninya kau!"


" Megan!"


Megan yang hendak menampar wajah Sofia langsung di hardik oleh Kendra dan membuat wanita itu terlolong tak percaya.


" Sofia, bawa Yosafat masuk dan obati dia. Xan, ikut aku ke atas!"


Xander mengangguk lalu sejurus kemudian melirik Sofia yang kini memegangi tubuh Yosafat sesaat sebelum mengekor di belakangnya Kendra dengan tatapan yang sulit di definisikan.


Pria dingin itu terus berjalan dengan pikiran yang masih saja teringat dengan ucapan Sofia.


" Kak Yosafat!"


" Kak Yosafat!"


Kinar yang kini di datangi Kendra hanya bisa menunduk seraya meremas ujung pakaiannya karena takut juga cemas akan nasibnya.


Bau parfum Kendra yang dulu sering ia rindukan, kini mendadak membuat nyalinya mengkerut. Apa ia akan di tampar setelah ini?


" Apa kau sudah melihatnya?"


Kinar yang sebenarnya syok karena rupanya ia tak di tampar, kini mengangguk dengan wajah pucat saking groginya.


" Di-dia rewel. Dan setelah aku susui, dia sekarang tidur!" menjawab terbata-bata sebab masih takut.

__ADS_1


" Masuklah dan buat anakku sehat!"


What?


Kinar tak menyangka jika Kendra tak memarahinya. Megan yang mendengar hal itu seketika merasa tidak terima dan sakit hati.


" Ken, apa kau..."


" Kita bicara di dalam!" potong Kendra yang kini berjalan menuju kamarnya dan meninggalkan Xander yang kini membungkuk hormat saat Kendra berjalan melewatinya.


Di dalam kamar.


BRAK!


Megan membanting pintu saat melihat Kendra yang melepaskan jasnya dan kini menyisakan kemeja hitam yang digulung sebatas siku.


Megan marah sebab bisa-bisanya Kendra malah meminta Kinar masuk kedalam kamar Flo begitu saja.


" Apa kau sudah gila? Wanita itu jelas-jelas ada di sini dan kau malah membiarkannya?"


Kendra terdiam sembari melepaskan arloji yang semula ia kenakan. Megan yang melihat suaminya membisu kini terlihat semakin tak sabar.


" Kendra apa kau mendengarkan aku?"


Kendra seketika mendongak saat suara istrinya kini menggema di ruangan itu. Habislah kesabarannya saat ini.


" Sekarang aku bertanya kepadamu. Mana janjimu yang mau mengurus anak kita, hm?"


DEG


Megan seolah tertampar dengan kata-kata suaminya barusan. Ia memang sedang sibuk, tapi ia sudah membayar lebih pengasuh itu kan?


" Aku memang sedang sibuk ken. Tapi sebagai gantinya aku membayar Sofia dengan gaji yang tinggi!"


" Apa yang di katakan anak Dores tadi benar-benar membuat hatiku sakit Meg. Orang tua macam apa kita ini yang bahkan meninggalkan Flo saat dia sedang sakit?" jawab Kendra penuh emosi.


Membuat Megan termenung


" Renungi semua kesalahanmu!"


Megan seketika ternganga saat Kendra meninggalkan dirinya yang kini mematung dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di lain pihak, Yosafat yang kini masih di obati oleh Sofia tampak meringis karena kulitnya yang koyak terasa perih manakala terkena cairan antiseptik itu.


" Awh pelan-pelan!" kata Yosafat meringis kesakitan sebab mulutnya terluka cukup parah.


Sofia seketika turut meringis sebab ia kaget.


" Maaf-maaf. Tahanlah sedikit!" sahut Sofia dengan wajah muram yang masih tekun mengoleskan salep ke wajah manis Yosafat


Yosafat yang di obati oleh gadis itu kini menatap wajah serius Sofia tak lekang.


" Meski galak, kau cantik juga jika dilihat dari dekat begini."


Dan saat ia menyadari kehadiran Xander yang kini tiba-tiba muncul, maka Yosafat seketika duduk dan membuat kegiatan Sofia terhentikan sebelum waktunya.


" Diamlah dulu aku belum selesai, kau ini rewel sekali sih?" menggerutu sebab Yosafat tak mau diam.


" Aku sudah tidak apa-apa. Terimakasih sudah mengobatiku!"


" Eh- eh lah mau kemana, kak Yos, ini belum sele..."


Sofia yang semula heran saat Yosafat tiba-tiba pergi padahal dia belum selesai mengobati, kini membelalakkan matanya saat tahu bila Xander lah yang menjadi alasan Yosafat pergi.


Xander kini berjalan masuk dan menatap Sofia dengan wajah datarnya seperti biasa.


" Kenapa kau selalu seenaknya berbuat kasar kepada orang lain, hah? Apa kau tahu bahwa aku sangat bingung waktu nona menangis, apa kau juga tahu betapa paniknya aku saat nona Flo demamnya tak kunjung turun bahkan rewel sepanjang hari. Kau manusia ini benar-benar manusia paling jahat yang pernah aku temui!"


Xander terdiam saat Sofia terus menerus memukulnya demi meluapkan kekesalan. Gadis itu bahkan tak lagi peduli meski setelah ini ia di pecat sekalipun. Sofia kesal akan sikap Xander yang selalu arogan.


Namun alih-alih merasakan sakit, tangan Sofia lah yang kini merasa nyeri karena terus memukuli tubuh liat itu hingga waktu yang cukup lama.


Dan saat Sofia kini terengah-engah karena kelelahan, Xander ganti angkat bicara.


" Kau punya nomorku kan? Kenapa kau tidak menghubungiku?"


Membuat Sofia terlolong tak percaya.


" Dan soal barusan, setidaknya aku lebih memilih memukuli Yosafat daripada melihat nyoya Megan menampar wajah mu!"


DEG


Maka Sofia langsung tertegun saat Xander mengucapkan hal itu sedetik sebelum pria itu berlalu.


" Apa, jadi dia....?"

__ADS_1


__ADS_2