Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 37. Dibawah sinar terang benderang


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Malam ini, Megan yang sengaja ingin menunjukkan kepada Kendra jika dia bisa mengurus Flo malah tepar lebih dulu sebab mengurus bayi itu rupanya melelahkan sekali.


Megan bahkan sudah lelap di jam yang masih menunjukkan pukul delapan malam. Wanita itu benar-benar tak memiliki daya lagi untuk sekedar membuka mata. Membuat Kendra menatap kasihan Megan yang kini memejamkan matanya dengan mulut setengah terbuka.


CUP!


Kendra mengecup kening Megan lalu mengusap rambut istrinya dengan tatapan penuh keraguan.


" Aku berharap kau mau bersikap baik dengan Kinar demi Flo!"


Kendra membantin dan meresapinya dalam-dalam. Ia mengutarakan hal itu dalam hatinya sebagai bentuk sebuah doa. Mereka pikir dengan uang semua akan berjalan sesuai kehendak mereka. Tapi kehidupan layaknya sebuah buku, yang setiap harinya pasti ada irama serta kejutan si setiap bab-nya.


Kinar yang malam ini ingin pergi ke luar untuk menengok kondisi Sofia terkejut saat Kendra tiba-tiba masuk ke dalam kamar Flo dan lagi-lagi tanpa mengetuk.


" Tuan?" katanya yang tergeragap.


Kendra menutup pintu itu secara pelan-pelan sebab ia melihat Flo yang sudah terlelap dalam baby box berkelambu putih, dan tak ingin membuat kegaduhan.


Kendra tak menjawab dan terlihat menatap wajah lucu anaknya yang kini terlelap. Bayi mungil yang tengah menjadi primadona hidupnya itu, kini benar-benar menghipnotis Kendra dan selalu membuat hatu pria itu damai.


" Tetaplah disini selama anakku membutuhkan ASI mu!" kata Kendra yang pandangannya masih tertuju pada baby Flo.


Membuat Kinar yang berada di belakang pria itu kontan mendongak, apakah dia bermimpi? Ia pikir esok atau lusa merupakan hari terakhirnya berada di sisi Flo.


" Tapi nyonya Me..."


Kendra spontan membalikkan badannya saat tahu bila Kinar kini mencemaskan sikap Megan.


" Di mansion ini hanya perintahku yang wajib di dengar. Dan kepentingan anakku, merupakan hal yang paling penting melebihi apapun!"


" Lupakan soal perjanjian itu. Aku akan membayarmu lagi nanti!"


Amazing!


Seorang Kendra Arion kini berkata penuh keseriusan dan terlihat lebih menghargai Kinar manakala berbicara. Mereka berdua akhirnya diam meski saling menatap. Kendra seketika kehilangan kata-kata saat melihat Kinar yang entah kenapa terlihat lebih cantik dan keibuan seusai melahirkan.


Apalagi, dada wanita itu semakin berisi. Dan harus dia akui jika Kinar saat ini memiliki daya tarik tersendiri untuknya. Gadis yang memiliki sisi lemah lembut itu acapakali membuatnya gemas.


Meski sedikit kecewa atas perkataan Kendra sebab ia sebenarnya tak memikirkan bayaran apapun untuk memberikan ASI kepada Flo, namun Kinar merasa bersyukur dalam hatinya sebab setidaknya dia bisa bersama anaknya walau hanya sebagai pemberi ASI.


" Kalau begitu saya permisi dulu, saya harus melihat kondisi Sofia!"


Kinar yang menghindari kontak mata elang Kendra terlihat buru-buru manakala melangkah. Kendra yang sebenarnya ingin menanyakan hal terkait berita penting tadi akhirnya menunda niatnya sebab Kinar buru-buru pergi.


Kendra bimbang, jika dia mengatakan, ia takut Kinar akan ketakutan dan malah berdampak kepada anaknya. Tapi ia benar-benar ingin tahu siapa orang kurang itu dan berniat memberi pelajaran.


...Ketenangan batin seorang ibu biasanya tersambung langsung dengan bayi. Makanya jika ibunya stres, anaknya bisa rewel....

__ADS_1


Kata-kata seseorang beberapa waktu yang lalu itu terngiang-ngiang di kepalanya. Kini setiap hal yang bakal Kendra lakukan selalu dia pikirkan matang-matang, sebab ada Flo yang sangat ia pentingkan disini.


Di kamar Sofia.


" Nona anda tidak perlu melakukan ini. Saya sudah sehat!" Sofia sungkan sebab Kinar kini membuatkan makanan untuk Sofia yang sebenarnya sudah sehat.


Gadis itu sengaja pura-pura belum sehat agar jika Megan lelah, wanita itu bisa memberikan baby Flo kepada Kinar, bukan kepadanya.


Dan beruntungnya, cara itu berhasil sebab malam ini Kinar memang akan menjaga Flo.


" Tidak apa-apa. Kau jangan sungkan. Aku sedang senang saat ini!" balas Kinar menyunggingkan senyum dan menularkan aroma kegembiraan sebab Kendra mengizinkan nya ada di sana lebih lama.


" Oh ya? Memangnya ada apa nona? Apa anda dan tuan Kend...." tebak Sofia yang semakin tak sabar.


Sofia buru-buru menutup mulutnya saat raut wajah Kinar tiba-tiba berubah manakala Sofia hendak menyebut nama Kendra.


Gadis itu akhirnya meringis sebab sadar telah melakukan kesalahan.


" Jadi apa yang membuat nona senang?" ralat Sofia yang kekepoannya sudah berada di ujung bibir.


" Aku di izinkan ada di sini selama enam bulan sampai masa ASI eksklusif habis!" kata Kinar dengan sikap begitu gembira. Perempuan itu bahkan menggenggam tangan Sofia dan tak bisa menahan diri untuk tidak bergerak.


" Benarkah? Astaga aku turut bahagia nona!" balas Sofia menatap haru.


" Bahkan saya berharap anda bisa selamanya ada disini nona!"


...ΩΩΩ...


Kinar tak mempermasalahkan hal itu, sebab yang paling utama adalah dia bisa bersama Flo. Itu poin utamanya. Meski dia harus selalu mengalah, tapi selagi dia masih bisa melihat buah hatinya ia tak mempermasalahkan itu.


Teror itu tak bahkan lagi muncul bahkan sejak dua bulan ini. Anak buah Xander sulit menemukan komplotan itu. Namun meski begitu, Kendra tetap meminta bodyguard dari perusahaan terbaik untuk di standbykan di mansion mereka sebab selama pelaku itu belum di temukan, mereka masih belum tenang.


Malam ini, Kendra yang tak bisa tidur memilih mengunjunginya Flo saat Megan sudah tertidur seperti biasanya. Kendra mengapresiasi tindakan Megan yang berusaha untuk mengurus bayi itu meski Kinar lah yang paling sering lelah dalam urusan kotor- kotor seperti mengganti popok, juga membersihkan kotoran Flo.


Kendra pikir Kinar sudah tidur. Tidak tahunya wanita itu tengah sibuk memotong kuku panjang baby Flo yang kini berada di atas ranjang besar dengan telaten.


Kamar baby Flo sedari awal memang di desain di beri ranjang dewasa agar memudahkan Sofia saat mengganti pakaian. Alhasil, Kinar yang kini bertugas terjaga di malam hari sebab memberi ASI itulah yang kini menempatkan ranjang itu.


Kinar sudah lebih terbiasa saat Kendra selalu datang tanpa mengetuk. Kebiasaan buruk itu bahkan kerap di lakukan saat ia masih ada di mansion kedua. Lagipula, itu memang kamar anaknya dan Kendra merupakan rajanya, jadi suka-suka pria itu sudah.


Kendra memicingkan matanya manakala melihat jari-jari mungil itu di rapihkan kukunya oleh Kinar yang telaten.


" Saya potong kuku nona Flo tuan. Terkadang dia selalu mengucek wajahnya dan kadang melukai pipinya. Mungkin nyonya Megan lupa. Maaf saya belum sempat izin karena jika nona Flo belum tidur saya tidak bisa melakukannya!"


Dan seperti biasa, Kinar selalu berkata dengan wajah takut. Takut kalau-kalau Kendra akan memarahinya.


Namun alih-alih marah, Kendra justru terpukau akan apa yang sedang dia lihat itu. Bahkan hal sekecil itu Kinar benar-benar memperhatikan betul-betul. Membuat satu hal indah lagi kini merasuk kedalam hatinya.


Tanpa Kinar sadari, Kendra menekan tombol remote untuk menutup pintu kamar itu dari dalam. Kendra tak kuasa melihat Kinar yang kini mengenakan dress tidur tipis yang memudahkannya untuk memberikan ASI baby Flo.

__ADS_1


Kendra memperhatikan betul-betul Kinar yang kini mulai mengangkat tubuh baby Flo, lalu perlahan-lahan meletakkan bayi itu kembali ke keranjang bayi usai ia menyelesaikan kegiatannya.


Dan saat Kinar berdiri, matanya membelalak sebab Kendra tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Oh my God!


" Terimakasih sudah memperhatikan anakku hingga sedetail ini!"


Kinar bahkan kesulitan menelan ludahnya sendiri sebab harum napas Kendra membuat laju darahnya berhenti. Apalagi, Kinar merasa seperti tersetrum saat benda besar itu kini menempel di pinggangnya.


Oh tidak!


Kendra perlahan-lahan membalikkan tubuh Kinar yang tampak kaku dan speechless. Ia menatap dalam dua manik mata Kinar yang terlihat sinar keterkejutan ada di dalamnya.


Kinar tak bisa menolak sebab tidak tahu kenapa, ia merasa sangat terlindungi saat bersama pria tinggi itu.


Namun tanpa di sangka, Kendra tiba-tiba menarik tengkuk Kinar lalu menyapu bibir itu menggunakan bibirnya. Maka selain terkejut, Kinar juga sangat tidak percaya dengan apa yang kini sedang terjadi.


Tapi jika di pikir-pikir lagi, mereka kan masih sah sebagai suami istri. Kendra bahkan belum mengucapkan kalimat apapun kepada Kinar.


Kinar yang merasakan sentuhan yang berbeda dari perlakuan lembut Kendra, tak bisa menutupi diri jika dia telah jatuh hati kepada pria itu. Meski ini tidak benar, namun apa dayanya untuk melawan rasa yang di titipkan sang maha cinta kepada dirinya secara langsung itu?


Ciuman yang terjadi tanpa penolakan itu semakin menuntut keduanya untuk melakukan lebih. Kendra tampak memeras benda sintal di bawah pinggang wanita itu dengan lembut. Membuat satu gejolak lain, kini mampir bersama desiran yang semakin menggila.


Saat Kinar kehabisan napasnya, Kendra melepaskan ciumannya lalu menatap Kinar dengan tatapan dalam. Kinar langsung membuang pandang sebab malu. Ia hanyalah wanita yang hadir dalam hidup Kendra sebagai penjual rahim, tapi siapa yang bisa menolak pesona seorang Kendra Arion?


Namun Kinar tidak tahu, jutsru Kendra lah saat ini yang terperosok dalam permainannya sendiri. Meski tak sepenuh menyadari, namun pikiran pria itu sering terusik oleh bayangan Kinar meski ia tak pernah mengutarakan.


Dalam rasa malu yang masih enggan pergi, wajah Kinar kembali di sentuh dan tanpa meminta izin pria itu kembali mengecupnya kembali lalu beralih ke leher Kinar yang terbuka.


Tanpa sadar, kecupan yang terus menerus itu membawa mereka berjalan beriringan dengan bibir yang masih menyatu hingga ke tepi ranjang.


Kendra yang matanya kini sudah sendu bagai harimau lapar siap memakan mangsanya, mendorong perlahan tubuh Kinar dan membuat wanita itu terpantul- pantul diatas ranjang besar itu.


Dan tanpa menunggu lagi, Kendra langsung melepas kaos yang ia kenakan, membuat wajah Kinar bersemu merah dan tengkuk yang semakin merinding.


Jelas dia akan di mangsa harimau besar di depannya itu. Bibir Kendra kini menuju sepasang bukit yang ukurannya jauh melebihi ukuran sebelumnya. Membuat sang empunya mengge linjang.


Berbeda saat pertama kali Kendra hendak menabur benih yang kini menjadi Flo, Kinar kini merasakan sentuhan yang Lebih lembut dari tubuh perkasa itu. Keintiman yang terjalin saat ini, sangat sulit dijelaskan dengan logika.


Kinar butuh, ia sangat butuh di cintai dan di sentuh dengan manis seperti ini.


Hingga saat kedua sudah sama-sama polos di hadapan Flo yang memejamkan matanya, Kendra yang semakin terseret arus memabukkan itu mulai mengarahkan kepunyaannya untuk memasuki kembali diri wanita yang kini membuat hatinya bercabang.


"Ah!"


Kinar memekik saat rasa yang di bawa Kendra kali ini lebih nikmat dibanding rasa yang ada beberapa bulan yang lalu. Dalam pancaran sinar lampu yang terang- benderang, Kendra menghentak dan menghujam tubuh itu penuh dengan rasa yang tak bisa dia jelaskan.


Kendra tahu dia telah melangkahkan jauh, pun dengan Kinar. Namun kegiatan panas yang tak di ketahui oleh Megan itu, jelas bakal membuat keduanya menyadari, jika ada perasaan tulus yang mulai tumbuh diantara keduanya.

__ADS_1


Bagai surya yang tenggelam, bukanlah kegelapan seusai hari terang yang menjadi poin utamanya. Namun sebenarnya, setelah Surya itu tenggelam, akan ada kehidupan baru yang bakal terjalani lagi yang bersambut dengan fajar yang membawa serta bulir-bulir harapan.


__ADS_2