
...🌸🌸🌸...
Mungkin Kendra lupa jika ia kini punya tuyul yang sewaktu-waktu bisa menginterupsi segala macam kegiatannya seperti saat ini. Untung saja lahar itu sudah termuntahkan sebelum baby Flo menangis karena haus.
Ya, sepertinya Kendra harus belajar untuk siap menghadapi situasi tak mengenakan seperti saat ini. Belum juga ia membersihkan dirinya, namun tangis anaknya berhasil membuat keduanya kalang kabut.
Kinar buru-buru masuk kedalam kamar mandi guna membersihkan dirinya dari sisa-sisa perhelatan panasnya bersama Kendra, sementara sang bapak yang panik berusaha menenangkan anaknya sebisa dan semampunya karena hanya dialah satu-satunya orang yang kini berada di sana.
Pria itu bahkan tak sempat mengenakan kaos yang semula ia lemparkan ke sembarang arah sebab tangis baby Flo semakin kencang. Jangankan baju, celana tidak kebalik saja sudah untung.
" Sebentar ya sayang... kau Pati haus ya. Gendong papa dulu ya? Tunggu bentar ya... enggak lama kok!" berbicara seperti itu sebab sebenarnya dia merasa bersalah.
Namun alih-alih diam, baby Flo malah semakin menangis sebab jam ini memang jadwalnya dia untuk menyusu. Membuat pria yang tengah bertelanjang dada itu kini sangat-sangat kebingungan untuk menenangkan bayinya.
Meski Kendra harus bertanggungjawab untuk menenangkan tangis anaknya saat ini, namun ia merasa senang sebab barusaja melakukan hubungan indah itu bersama Kinar dengan rasa yang berbeda.
Mendadak memiliki niat dalam hati untuk berbicara terus terang kepada Megan.
Dan saat Kendra masih mengayun-ayun tubuh bayi yang bukannya diam malah semakin rewel itu, Kinar yang tampaknya mandi dengan sangat terburu-buru kini membuka pintu dengan keras dan langsung menyongsong baby Flo dengan kepanikan yang kentara.
" Cup sayang, kamu pasti haus ya? Tuan, biar saya gendong, anda bisa membersihkan diri dulu!" kata Kinar yang tak pedulian meski dia kini hanya mengenakan handuk.
Keadaan Flo lebih penting dari harga dirinya.
Namun bukannya segera memberikan Flo kepada Kinar, pria itu malah salah fokus ke arah Kinar yang hanya mengenakan handuk sebatas lutut dengan bahu terbuka. Oh man!
Kinar tak sempat memakai baju terlebih dahulu sebab ia panik mendengar Flo yang terus menangis dan tak mau diam.
" Tuan!"
Kendra langsung terkesiap dari khayalannya saat Kinar memanggilnya dengan suara yang sedikit keras sebab sedikit kesal.
" Ini, bawa dia, aku mau mandi dulu!" kata Kendra begitu tersadar.
Kinar mengangguk menepikan rasa malu dan rasa canggungnya manakala di tatap Kendra. Biarlah semua ini ia simpan dalam hatinya, bahwa apa yang barusaja dia lakukan bersama Kendra, akan menjadi hal indah yang selalu ia simpan dalam palung jiwanya.
Kendra memilih pergi dan mandi di dalam ruangan lain sebab ia tentu tak ingin membuat Megan bersedih. Bayangan wajah Kinar yang tiba-tiba mende sah manakala ia hentak tadi mengusik jiwanya.
Membuat satu niatan timbul untuk membicarakan hal ini dengan istri pertamanya. Ia tak bisa jika harus membohongi Megan, dan ia juga tak mau menipu diri sendiri jika pesona Kinar dalam balutan kesederhanaan itu, telah berhasil membuatnya jatuh hati.
Pria itu sejurus kemudian memasuki kamar istri pertamanya dan menatap wajah Megan penuh sesal. Ia merasa bersalah sebab melangkah jauh tanpa memberitahu istrinya. Tapi sungguh, semua itu diluar kendalinya.
Kendra benar-benar terseret dalam permainannya sendiri dan sulit untuk keluar dari pusaran permainan itu.
Pria itu mengecup pipi Megan sekilas lalu menarik tubuh Megan kedalam pelukannya dan terlalap lah dia sebab lelah. Tanpa pria itu ketahui, Megan yang kini membuka matanya tiba-tiba termenung sebab curiga kepada Kendra yang mandi di jam malam ini.
Dan tanpa Kendra ketahui, Megan seketika bangun dan memeriksa beberapa hal yang membuatnya curiga.
...ΩΩΩ...
Keesokan paginya.
__ADS_1
BRAK!
Kinar yang barusaja selesai memakaikan baju untuk Flo, terperanjat manakala Megan kini berdiri di ambang pintu kamar Flo dengan tatapan penuh kemarahan.
Kinar pikir suara pintu yang terjeblak keras itu adalah Kendra sebab hanya pria itu yang sering masuk tanpa mengetuk pintu. Namun saat Megan kini muncul seorang diri, ia menjadi sedikit takut.
" Kenapa Nyonya Megan terlihat semarah itu? Ada apa ini?"
Kinar membatin resah sebab beberapa hari ini wanita itu sudah tidak terlalu sering marah.
" Apa suamiku semalam ada di sini?"
DEG!
Kinar membelalakkan matanya manakala Megan kini mencengkeram lengan atasnya seraya mengeluarkan tudingan yang membuatnya bagai tertangkap basah.
" A-ada apa ini nyonya?"
PLAK!
Maka Kinar langsung memegangi pipinya yang terasa panas.
Megan maju dengan wajah kecewa saat dia teringat akan dirinya yang semalam mencium bau parfum Kinar yang masih menempel di baju suaminya yang teronggok di keranjang baju kotor. Terlebih lagi, ia yang tadi malam juga memaksa Yos untuk memutar CCTV yang ada di dekat tangga akhirnya tahu jika Kendra bermalam dengan Kinar.
Kendra yang keluar kamar tanpa mengenakan pakaian, jelas menegaskan jika mereka pasti telah melakukan hubungan itu bersama-sama.
" Wanita tidak tahu malu. Kuberi hari minta jantung kau!"
PLAK!
" Megan!"
Kinar yang memang merasa bersalah kini diam sembari tak berani menatap Megan. Meski ia tahu, ia tak akan berdosa sebab Kendra sebenarnya masihlah suaminya.
" Kenapa kau meneriakiku? Apa aku yang bersalah disini?" tatap Megan penuh kekecewaan kepada suaminya yang tiba-tiba bingung.
" Kau bersamanya kan semalam Ken?" tuding Megan dengan tatapan penuh kekecewaan.
Sungguh, Kendra sebenarnya ingin berterus-terang hari ini, tapi tidak tahu kenapa Megan malah lebih tahu terlebih dahulu.
Mata Megan yang kini berkaca-kaca jelas menegaskan jika wanita itu mungkin saja mengerti apa yang semalaman Kendra perbuat.
Kinar yang mendengar pertengkaran suami istri itu seketika merasa bersalah dan merasa sedih dalam waktu bersamaan. Ia memiliki perasaan lain meski ia kini juga memudarkan bila Megan lah yang lebih berkuasa atas diri Kendra.
Kehidupan yang rumit seperti ini, sesungguhnya tak pernah Kinar harapkan. Tapi apalah dayanya, ia adalah korban cinta yang kerap datang tanpa mengenal logika.
" Megan dengarkan aku dulu. Oke aku jujur, aku dan Kinar semalam memang ada di sini!" lirih Kendra yang mengakui segala tuduhan Megan dengan sikap jantan.
Megan seketika menarik napasnya menahan air mata yang kini hendak jatuh seraya tersenyum sumbang. Kinar yang tahu jika mungkin Megan sakit hati dengan kenyataan itu seketika merasa dadanya sesak. Kinar merasa bersalah.
" Apa kau mencoba mengkhianatiku Ken?" tanya Megan menatap muram Kendra dengan kekecewaan yang sudah berjejal di pelupuk matanya.
__ADS_1
" Tidak Megan. Tolong dengarkan aku sebentar saja..."
Megan mencoba diam dan kini berusaha mendengarkan suaminya.
" Aku baru akan mengatakan hal ini kepadamu. Aku..."
" Aku tidak bisa membiarkan Kinar pergi!" kata Kendra sejurus kemudian dengan pikiran yang keruh. Sunggal, Kendra juga bingung dengan dirinya sendiri saat ini.
Megan lagi-lagi memejamkan matanya dengan hati yang terasa nyeri bak di hujam seratus belati. Pilu dan perih.
Megan kini tertawa sumbang usai mendengar pernyataan itu dari bibir suaminya, namun sedetik kemudian Megan menangis dengan penuh kekecewaan. Membuat Kendra kini menatap khawatir wanita yang dia cintai itu sebab ia sadar telah melakukan kesalahan.
Meski ia juga berat kepada Megan, tapi sungguh, ia juga tak bisa membiarkan Kinar pergi dengan keadaan terancam seperti sekarang ini. Apalagi, selain Flo yang masih memburuh wanita itu, ia juga tak bisa menghalau segala rasa yang kini bersarang di benaknya.
" Kau menyakitiku Ken!" kata Megan yang kini melesat pergi dengan hati yang diliputi kekecewaan.
" Megan! Dengar aku!"
" Megan!"
" Shiit!" Pekik Kendra yang menyesali keadaan yang tiba-tiba menjadi keruh seperti ini.
Kinar yang melihat Kendra mengejar Megan kini seketika menangis dengan hati pilu. Tak ada maksud secara terang-terangan bagi Kinar untuk menyakiti hati Megan. Sungguh.
Ia menyadari sepenuhnya meski Megan merupakan orang yang sedikit angkuh, namun sejatinya dialah orang baik yang menyelamatkan dirinya dari petaka di malam itu.
Sofia yang melihat Megan berjalan sambil di teriaki oleh Kendra langsung membeku. Petaka apa lagi ini yang sedang terjadi dengan dua pasangan suami istri itu?
" Kenapa tuan Kendra dan Nyonya Megan bertengkar?" Sofia membatin dengan perasaan bertanya-tanya.
Di detik itu juga, Megan yang tampak marah seketika masuk dan membawa pergi mobil seorang diri dan kini langsung di kejar oleh Kendra dengan menggunakan mobil lain sebab Kendra begitu khawatir.
Ia ingin berterus-terang kepada Megan soal perasaannya tanpa ada yang ingin dia tutupi. Jika bisa berjalan bersama, ingin sekali Kendra berlaku adil pada kedua wanita itu, namun belum juga ia mengatakan hal itu, istrinya sudah lebih dulu marah kepadanya.
Jelas ini salahnya.
Penjaga pintu pagar mansion itu bahkan sampai terkejut saat melihat dua mobil milik suami isteri yang kini saling kejar-kejaran itu.
Dan tak berselang lama dari kepergian dua pasutri itu, dari arah timur datang dua buah mobil yang berisikan puluhan orang yang berpakaian hitam dan terlihat langsung menyerang mansion itu dengan brutal.
Para bodyguard yang di siagakan di sana kontan melawan sebab kedatangan para musuh itu sangatlah mendadak.
Mendengar suara letusan senjata di luar, Kinar yang berusaha menenangkan baby Flo yang kini terus saja menangis seketika membeku.
DEG!
Dan belum juga keterkejutannya sirna, ia yang saat ini sedang meraih tubuh baby Flo sebab bayi itu terkejut dan menangis, kini membelalakan matanya demi melihat seorang pria yang kini tersenyum mengerikan terhadapnya dan membuat dunianya bagai runtuh detik itu juga.
" Halo wanitaku. Kenapa kau selalu membuatku repot untu mencarimu, hm?"
.
__ADS_1
.
.