Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 49. Benci sikapnya, bukan orangnya


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Megan larut dalam kekecewaan pada kebisuannya. Dia yang semula memegang kendali semua sektor yang ada di mansion itu kini hanya terkapar tak berdaya diatas ranjang.


Wajah perotnya kini layu menunjukkan ketidakberdayaan. Sorot matanya juga mempertontonkan kekecewaan yang mendalam.


" Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku? "


" Kenapa dia yang malah beruntung?"


Megan terus saja menjerit dalam hati sebab ia belum bisa menerima semua hal yang kini terjadi.


Megan lupa bahwa sejatinya manusia itu di uji, adalah untuk mengingatkan kembali bahwasanya manusia dengan segala batasannya tetaplah bukan apa-apa di banding dengan kuasa Tuhan.


Megan itu terhadap Kinar padahal ia tak tahu apa yang telah di lalui oleh Kinar selama ini. Dan jika posisi mereka di tukar, mungkin ia akan lebih tak sanggup lagi jika menjalani hidup seperti yang dijalani oleh Kinar.


Tapi terlepas dari semua itu, ia sebenarnya tak menyangka bila Kinar ternyata mau mengurusinya setelah semua yang telah dia lakukan kepadanya.


" Apa wanita itu mau menggeser posisiku?" masih terus berpikiran buruk kepada Kinar padahal Kinar tulus melakukannya.


Wajar saja bila Megan insecure. Tidak dalam keadaan seperti itu saja dia sudah sangat cukup ketar-ketir tehadap Kinar, apalagi dengan keadaannya yang seperti ini, jelas tensinya tak akan pernah turun sebab setiap hari memikirkan bagaimana kelangsungan rumah tangganya.


Megan membuka ponsel barunya yang nomornya sudah di perbaiki Xander atas perintah Kendra dengan tangan kirinya yang masih susah ia kendalikan.


Wanita itu dengan susah payah membuka isi pesan yang di dalamnya termuatkan story para teman-teman sosialita nya yang membuat Megan semakin murka.


" Bengsek mereka. Saat aku seperti ini tak satupun dari mereka yang mau datang kepadaku!"


Megan marah dan kecewa terhadap teman-temannya yang selama ini sering berfoya-foya dengannya. Ia tak lagi bisa seperti teman-temannya. Dan bahkan tak satupun dari temannya yang menjenguk nya usai ia mengalami kecelakaan.


BRUAK!


PRYAANG!


Megan melempar ponselnya sebab semakin dia melihat dunia luar, semakin dia merasa marah atas dirinya.


-


-


Kinar membuang popok bekas pakai ke kresek disposal yang memang digunakan untuk menampung benda kotor itu tanpa rasa jijik. Bagi Kinar, seburuk apapun sikap Megan, ia memaklumi sebab menerima kondisi seperti itu pasti tidaklah mudah untuk Megan.


Selain itu, kenyataan rumah tangga mereka yang seperti itu adanya patutlah Kinar pahami jika tak ada satupun wanita di dunia ini yang mudah menerima dualisme. Pun dengan dirinya.


Dan nyatanya, Tuhan telah membolak-balikan hati Kinar yang pada akhirnya sampai di titik ini. Titik dimana ia harus merelakan diri dimana setengah hati yang lain adalah milik Megan.


Usai mencuci tangannya dengan bersih, ia kembali ke kamar baby Flo sebab ia meninggalkan bayi itu sendirian.


Tak di sangka, baby Flo rupanya sudah bangun dan tampak mainan sendiri. Membuatnya Kinar gemas dibuatnya.


" Anak manis kamu pasti haus ya? Maaf ya ninggalin kamu sendirian, soalnya kasihan Mama Megan. " kata Kinar yang kini mulai menciduk tubuh mungil baby Flo.


Ya, Kinar memang seperti itu, selalu mengajak baby Flo mengobrol bagai orang dewasa.


Kinar menganggap, semua yang telah terjadi dalam hidupnya saat ini memanglah sebuah suratan takdir yang musti dia jalani. Walau hingga dewasa ini ia lebih sering menderita, tapi memilih Flo yang kini semakin gembul saja itu benar-benar laksana obat yang menyembuhkan segala luka hatinya.

__ADS_1


Ia percaya, setiap orang pasti akan mendapatkan masa untuk bahagia sesuai waktunya. Sebab tak ada badai yang kekal, bahkan laut pun tak selamanya surut.


Ia memberi ASI anak yang masih ia panggil nona itu dengan begitu sabar. Wajah baby Flo yang sangat mirip dengan Kendra selalu mengingatkan Kinar akan pria itu.


Pria yang pernah menyatakan perasaanya kepada Kinar secara terang-terangan itu, membuat kesadarannya akan posisi istri kedua makin terang benderang. Kinar tak mempermasalahkan soal itu, ia rela dan ikhlas menjadi yang kedua. Ia bahkan mau berbagi hati asalkan dia di izinkan untuk bersama baby Flo.


Niatan untuk kembali ke selatan untuk mengurusi harta bendanya, kini pupus sudah sebab Kinar merasa tak ada yang lebih penting selain darah dagingnya itu.


"Aku percaya bahwa Kau pasti menolongku Tuhan!"


...ΩΩΩ...


" Nona, hari ini saya akan pergi berbelanja. Apakah nona ingin titip sesuatu?"


Sofia pagi ini akan membeli beberapa kebutuhan dapur yang stoknya mulai menipis. Meski kesemuanya akan diantar secara langsung, namun Sofia selalu datang sendiri sebab dia cukup cerewet untuk urusan bahan makanan. Apalagi, kepala pelayan disana sudah mau purna tugas.


" Tidak ada Sof. Memangnya kamu mau pergi sama siapa?"


" Mungkin sama kak Yos. Tapi saya belum cari dia nona. Yasudah kalau begitu saya kedepan dulu ya?"


Kinar mengangguk sembari tersenyum, ia lantas menuju ke kamar Megan untuk melihat keadaan Megan pagi itu dan berniat membantu tugas Sofia.


Namun saat ia baru membuka pintu kamar Megan, terkejutlah dia manakala melihat Megan yang tergeletak diatas lantai dengan posisi yang memperhatikan.


" Astaga, Nyonya!" Kinar memekik saat melihat Megan yang terkapar dan kesulitan untuk sekedar bergerak. Entah apa yang hendak wanita itu lakukan sehingga bisa jatuh seperti itu.


Suara air yang gemericik di kamar mandi jelas menegaskan jika Kendra ada di dalam mandi. Membuat Kinar semakin resah sebab ia kini bingung harus bagiamana.


" Nyonya apa yang terjadi, kenapa anda..."


Baru saja Kinar hendak membetulkan rok Megan yang tersibak, tangan Kinar malah tepis oleh Megan yang terlihat tak mau di bantu oleh pria madunya itu. Entah gengsi atau karena ia tak ingin terlihat lemah, Megan masih saja membuat Kinar tertolak.


Dan saat Kinar baru saja di dorong oleh Megan, Kendra yang telah selesai mandi kini membelalakkan matanya saat melihat istri pertamanya duduk tak berdaya di sebelah Kinar yang tampak terjerembap.


" Megan, Kinar!" seru Kendra yang terkejut setengah mati.


Kendra yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang, membuat wajah Kinar tiba-tiba berubah menjadi malu. Maka perempuan itu buru-buru menundukkan kepalanya karena kikuk.


" Ada apa ini Kinar?" tanya Kendra yang kini mendatangi kedua istrinya yang sama-sama bersimpuh diatas lantai.


" Waktu saya membuka pintu nyonya sudah jatuh tuan. Apa anda butuh sesuatu nyonya, mari saya bantu!"


Namun Kendra dengan mata kepalanya sendiri melihat Megan lagi-lagi menepis tangan Kinar dengan keras.


" Mmmmm! Mmmmmm!"


Memberikan Kendra menatap murung Megan yang masih saja menolak bantuan Kinar.


" Megan, Kinar mau membantumu kenapa kau seperti ini?"


Kendra bahkan sangat berhati-hati kala berbicara. Ia tak mau Megan salah persepsi dan mengira dia tak lagi mencintai Megan.


Namun wajah melengos Megan seolah mematahkan niat baik itu. Kendra tahu, tak akan mudah bagi Megan untuk menerima semuanya ini. Kendra ingin Megan tahu bila Kinar tak seburuk seperti yang dia sangka.


" Sebaiknya tuan pindahkan nyonya Megan dulu , saya akan siapkan makan untuk nyonya!"

__ADS_1


Kendra mengangguk mengiyakan ucapan istri keduanya. Kini tubuh setengah telanjang itu dengan sekali angkat mengangkat tubuh Megan ke atas ranjang. Megan yang di angkat Kendra kini diam dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


" Sebenarnya apa yang mau kau lakukan, hm?" tanya Kendra dengan suara lembut.


Megan sebenarnya bosan. Bosan karena setiap hari di dalam kamarnya terus. Ia ingin keluar kamar.


Namun melihat Megan yang tampak masih marah, Kendra memilih untuk mengganti pakaiannya.


Megan membuang pandangannya kala Kendra kini melepas handuknya. Merasa kalah sebab ia tak lagi bisa melayani suaminya yang memiliki tubuh sempurna itu.


Usai berpakaian lengkap, Kendra sejurus kemudian duduk di ranjang dan mengusap lembut rambut Megan.


" Kinar itu orang yang baik. Kau hanya perlu membuka hatimu Megan. Ku harus sembuh. Flo akan tumbuh besar dan kau adalah mamanya, kau harus sembuh Megan!"


Megan tercenung. Meski ia selalu senang setiap Kendra memperlakukannya manis seperti ini, namun rasa sedih tak bisa ia usir begitu saja sebab nyatanya membuka hati untuk berbagai tak semudah membuka mulut.


Beberapa saat kemudian, Kinar datang sambil menggendong baby Flo yang sudah wangi ke kamar Megan dengan membawa semangkuk sarapan padat gizi.


" Sayangnya papa udah cantik. Mau nemenin Mama sarapan ya?" seru Kendra yang senang dengan kedatangan baby Flo.


Megan melirik Kendra yang kini mengajak bicara baby Flo yang berada di gendongan Kinar. Megan terlihat menunjukkan senyum ironi demi melihat hal itu.


Mereka terlihat seperti pasangan keluarga yang bahagia dan lengkap. Tak seperti dirinya yang tak diberikan kesempatan mengandung dan melahirkan.


" Tuan mau gendong? Saya akan menyuapi Nyonya Megan!" tawar Kinar dengan suara lembut.


Megan yang mendengar hal itu langsung mengerutkan alisnya dan menunjukkan ekspresi tak suka. Menegaskan jika dia menolak hal itu.


" Common baby, sama papa dulu ya. Mama mau makan!"


Kendra tak hentinya menciumi pipi gembul baby Flo. Senang karena Kinar benar-benar sangat baik dan mau mengurusi Megan.


" Nyonya sarapan dulu ya, setelah ini minum obat biar anda cepat sembuh!" kata Kinar yang mulai mengaduk bubur itu agar tak panas.


Namun saat Kinar baru saja mengarahkan sesendok bubur ke mulut Megan, tangan yang tremor itu terlihat menepis tangan Kinar sehingga tumpahlah makanan itu.


PRYANG!


" Megan!" Kendra langsung memekik sebab Megan sudah sangat keterlaluan.


Kali ini Kendra terlihat sedikit kesal. Mengurus orang sakit yang sikapnya seperti itu benar-benar menggerus kesabarannya.


" Tidak apa-apa tuan. Biar saya ambilkan lagi! Tolong jangan marah. Kita harus sabar!"


Usai lengannya di sentuh oleh Kinar yang berbicara lembut guna menenangkan, Kendra menatap tak habis pikir ke arah Megan yang sepertinya terlihat benci kepada Kinar.


Kinar buru-buru pergi sebab ia harus mengambikan kembali makanan untuk Megan. Dia harus memastikan Megan makan dan meminum obatnya dengan teratur.


Kendra yang menggendong baby Flo kini menatap kecewa istrinya yang selalu keras kepala itu.


" Kalau kau benar mencintaiku, kau pasti memiliki usaha untuk sembuh dan mengabaikan egomu yang seperti ini. Tidak hanya kau yang sakit Megan. Aku, Kinar bahkan anak ini juga merasakan hal yang sama. Tidakkah semua perlakuan baik Kinar menyentuh hatimu yang keras itu? Dan satu lagi, cobalah berpikir jika Tuhan saat menegurmu seperti ini , itu karena kau telah keterlaluan!"


DEG


Membuat Megan kini tertampar ucapan menohok itu.

__ADS_1


" Aku tidak membencimu Megan, tapi aku sangat membenci sikapmu yang keterlaluan itu!"


__ADS_2