
...🌸🌸🌸...
Kendra langsung murka begitu melihat wajah Kinar yang kini babak belur. Dadanya bergemuruh, darahnya langsung mendidih saat menatap wajah Kinar yang kini lebam.
Bagai mendapat kekuatan besar, Kendra yang masih memegangi Kinar yang kini menangis tiba-tiba di hadang oleh wanita sadis tadi. Namun tanpa di duga, Kendra langsung melayangkan pukulan dan melawan wanita itu tanpa kasihan.
BUG!
BUG!
Maka keadaan seketika berubah menjadi kacau dan tegang.
Rencana untuk berdiplomasi secara baik-baik kini hanya menjadi wacana belaka. Zen yang kini berusaha mencabut senjata dari balik punggung, langsung di tendang oleh Xander yang juga pasang badan untuk melindungi bosnya.
BRUAK!
" Sial!" maki Zen yang tangannya sakit sebab barusaja di tendang oleh Xander.
Para anak buah yang bersiaga juga saling melesatkan tendangan, pukulan, bahkan tak segan-segan melemparkan tubuh-tubuh kurang ajar itu ke jalan terjal nan berbatu.
Sofia yang kini melihat Kinar yang masih di lindungi oleh Kendra seketika harap-harap cemas. Ia yang tadi sempat mendengar Kendra menyebut Kinar dengan sebutan istrinya turut gagal fokus.
Apakah tuannya baru saja melakukan sebuah pengakuan?
" Tuan!"
" Kinar!"
Keduanya saling menyongsong dengan tatapan muram. Sama-sama nampak khawatir dan mencemaskan kondisi satu sama lain.
__ADS_1
Kinar yang kini sudah berada di dalam dekapan Kendra seketika menangis dengan pecahnya usai Kendra melumpuhkan wanita sadis tadi. Tubuh perempuan itu benar-benar menjadi gemetar karena seperti berada di dalam medan perang.
" Tuan, dokter...dokter...!" kata Kinar yang tergagap- gagap dengan tubuh yang belum berhenti bergetar sebab bingung harus menceritakan apa yang kini berkecamuk dalam hatinya.
" Apa yang kau katakan? Dokter siapa maksudmu?" ulang Kendra menatap cemas Kinar yang sepertinya sedang terburu-buru.
" Dokter Adam!"
" Dokter Adam di bunuh oleh Zen dan anak buahnya tuan. Aku..aku melihatnya sendiri!"
DEG
Maka Kendra akhirnya seperti bisa mengurai benang kusut yang membuat Kinar benar-benar terlihat syok dan ketakutan.
" Apa yang kau katakan, dokter Adam?"
BUG!
Saat keduanya masih berbincang, tubuh Kendra terkena tendangan kaki anak buah Zen yang membuat pria itu seketika terjerembab.
" Tuan!" teriak Kinar yang histeris demi melihat Kendra yang tersungkur.
Membuat Zen akhirnya bisa menguasai Kinar kembali meski dengan rasa sakit yang masih bersemayam di area bawah perutnya.
" Kemari kau wanita kurang ajar!"
" AAKH!" Kinar memekik saat rambutnya kini di tarik oleh Zen yang geram dan murka. Dan tentu saja, saat melihat hal kurang ajar itu Kendra langsung berang.
" Brengsek!"
__ADS_1
Kendra langsung menghajar, menendang bahkan tak segan menarik pelatuknya guna melumpuhkan cecunguk- cecunguk yang menghalangi langkahnya untuk menyelamatkan Kinar.
Zen yang marah sebab Kinar telah berani melawannya, kini memperlakukan wanita itu seperti binatang. Xander yang juga masih terlibat baku hantam kini mencemaskan Sofia yang mulai di datangi oleh wanita berwajah sadis tadi.
Dan melihat hal itu, Xander buru-buru mematahkan tangan pria yang sedang ia lawan sebab merasa memperlambat prosesnya dalam menolong Sofia.
KLAK!
" Argh!"
Xander yang bisa melihat wanita itu mulai memecahkan kaca mobil yang di diami Sofia, kini tak bisa tinggal diam. Xander seketika menembak tanah di dekat wanita itu, guna memberikan peringatkan.
Maka baku tembak tak dapat terhindarkan. Wanita itu pandai menghindari bahkan melawan dengan turut melesatkan timah panas yang ia miliki.
" Sial, tangkas juga dia!" gumam Xander yang resah sebab wanita itu benar-benar lihai dalam urusan baku tembak.
Kendra yang benar-benar kalap kini membinasakan sekutu Zen dengan begitu kejamnya sebab merasa buang-buang waktu.
Melihat betapa badasnya seorang Kendra Arion, Kini mereka tahu bila tak seharusnya mereka mencari gara-gara dengan pria itu.
KLAK KLEK!
Zen yang kepalanya kini di todongi senjata oleh Kendra seketika diam. Tak menduga jika pria itu mampu meluluhkan anak buahnya yang tak terhitung jumlahnya itu.
" Cepat serahkan istriku atau kepalamu akan aku ledakkan!"
Membuat Kinar kini langsung menatap wajah garang Kendra dengan tatapan lain, yang penuh rasa haru.
" Istriku?"
__ADS_1