Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 24. USG


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Malam harinya, Megan yang barusaja bercinta bersama suaminya yang kini terkapar karena kelelahan, terlihat meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Malam ini ia tak bisa tidur. Ia menatap wajah tampan suaminya yang mengeluarkan napas teratur.


Megan menatap bayangan wajahnya pada kaca di dalam kamar yang bercahaya pendar saat kesunyian menyayat hatinya.


Sebulir air mata menetes. Jika bukan karena keberlangsungan hidupnya kelak, ia tentu tak akan mau melakukan hal ini. Tapi melihat Kinar yang kini mendapatkan perhatian Kendra, rasanya ia harus bisa selangkah lebih maju.


Dan menjalankan rencana yang ia buat rupanya tak semudah yang ia kira.


Kinar malam ini juga terlihat sulit tidur dan membuat Sofia terbangun. Berulang kali merubah posisi namun rasa gerah agaknya kian membuat Kinar tak nyaman.


" Nona butuh sesuatu?" tanya Sofi yang suaranya parau sebab baru saja terlelap.


" Aku tidak bisa tidur lagi Sof!" berkata dengan wajah tak enak hati.


Sofia lantas mendekat dan duduk bersimpuh di bawah Kinar yang kini menggantungkan kakinya di tepi ranjang.


" Ayo ikut saya nona! Mungkin setalah ini nona bisa tidur!"


" Kemana?"


" Ke suatu tempat yang dulu sering saya kunjungi!" jawab Sofia tersenyum.


Kinar lantas mengikuti Sofia untuk menaiki lift di belakang, yang membuat Kinar terpesona. Ia tak pernah kesana sebelum. Dan malam ini, Sofia benar-benar memberikan pengalaman baru untuknya


Ya, Sofia rupanya mengajaknya ke roof top. Tempat yang ada di ketinggian paling atas dari bangunan bertingkat itu, benar-benar menjadi pilihan yang tepat.


Kinar terpukau dengan keindahan yang bisa ia lihat dari sana. Bahkan, luas angkasa juga bisa mereka lihat dengan leluasa dari tempat itu.


" Sof, apa kita tidak akan dimarahi?" bertanya ragu.


" Siapa yang memarahi kita nona. Semua orang sedang berpeluang bersama mimpi mereka!"


"Ibu Hilda dulu sering mengajakku kemari saat aku kecil. Nah coba lihat itu nona"


Sofia menunjukkan rasi bintang yang malam ini begitu indah kemerlip. Menghipnotis mata untuk terus menatap.


" Sof, bintang itu besar sekali!" tunjuk Kinar pada sebuah bintang yang bercahaya paling besar diantara bintang-bintang yang lain.


" Itu namanya Polaris. Agak jauh sih. Itu bintang terbesar yang terletak di Utara nona!" terang Sofia penuh percaya diri, seolah dia memang menguasai materi itu.


" Nah kalau yang itu Rigel!" menunjuk satu bintang lagi di sebelah barat Polaris.


Kinar terpesona saat melihat Sofia begitu mahir dalam menerangkan rasi bintang yang malam ini tampak jelas.


" Bagiamana kau bisa tahu?" bertanya takjub.


" Dari membaca dan saat aku sering kesini, aku mencocokkannya. Jika cuaca cerah seperti ini, kita bisa beruntung. Jaman dahulu sebelum ada kompas atau map, nelayan sering menggunakan rasi bintang untuk menunjukkan arah yang benar!"


Luar biasa. Kinar seketika menjadi takjub dengan pengetahuan yang dimiliki oleh Sofia. Gadis yang kini menjelma menjadi sahabatnya itu benar-benar kaya akan ilmu.


Kinar lantas merebahkan tubuhnya menatap langit gelap yang malam itu bertabur bintang, ke sebuah kursi panjang yang entah mengapa ada di sana.


" Sof, kalau yang itu apa namanya?"


Kinar menunjuk satu bintang besar lainnnya yang berada di sisi selatan. Kawasan yang dia yakini adalah tempat dirinya berasal.


" Itu Aldera. Ada yang nyebut Alderamin. Dia adalah bintang tercerah di rasi bintang Cepheus. Bintang yang paling bersinar di selatan!" kata Sofia menatap langit luas itu dengan tatapan senang.

__ADS_1


" Aldera?" ulang Kinar yang tampak suka dengan nama itu. Ia mengusap lembut perutnya lalu menatap kembali bintang terang itu dengan mata basah.


...ΩΩΩ...


" Apa kita akan jadi pergi Ken?" tanya Megan yang pagi itu sudah bersiap untuk mengeksekusi rencana mereka.


Kendra mengangguk.


" Semua keluarga akan datang. Kita juga harus datang. Siapa tahu ada berlian yang cocok untukmu nanti!"


Ya, mereka pagi ini akan menghadiri pertemuan keluarga dimana salah satu bagian dari acaranya berisikan pelelangan yang di lakukan oleh pemangku kepentingan terkait.


Megan merasa sangat beruntung. Karena selain tampan juga perkasa, pria itu selalu memanjakan dirinya dengan kekayaan yang dia miliki.


Mereka berada di sebuah gedung dimana seluruh dinasti keluarga Arion berkumpul. Tak hanya dari pihak sang papa, keluarga dari garis keturunan sang Mama juga terlihat hadir.


" Halo Kendra, bagiamana kabarmu?" sapa bibi Rahel menyapa Kendra juga Megan yang baru saja datang.


Megan yang tahu jika wanita itu merupakan wanita yang begitu licik terlihat tak suka.


" Kami baik bibi!" Kendra menjawab seraya tersenyum. Selalu bersikap manis guna menjaga kestabilan hubungan keluarga.


" Ken, sebaiknya kita kesana. Sepertinya tempat duduk kita sudah di siapkan!" bisik Megan yang merasa tak betah berpapasan dengan bibi Rahel.


" Ayo sayang. Bibi saya permisi dulu!"


Bibi Rahel tersenyum lalu sejurus kemudian berubah menatap sengit Megan yang tak mau membaur dengan mereka.


" Kasihan sekali Kendra. Sudah sewindu pernikahan tapi tak juga memiliki anak!" gumam bibi Rahel bersama anaknya bungsunya yang belum menikah.


" Dia sedang hamil!" kata Lucu.


" Apa kau yakin?"


Bibi Rahel terlihat tertegun kala mendengar kabar itu. Sungguh membuatnya penasaran.


-


-


Awal bulan ini, Kendra sengaja ingin mengajak Megan untuk mengunjungi Kinar agar tak terjadi kesalahpahaman seperti bulan lalu.


Dan niatnya ini, kebetulan bertepatan dengan dokter Adam yang menyarankan mereka untuk melakukan USG.


Xander berada di depan bersama Sofi. Gadis itu diminta Megan untuk ikut sebab ia tak mau repot jika ada sesuatu nanti. Terlebih, ia tak ingin jika Kendra sampai ikut mengurusi perempuannya itu.


Kendra dan Megan berada di jok tengah sementara Kinar berada di barisan paling belakang seorang diri.


Kinar memperhatikan Kendra yang merangkul bahu Megan saat berada di dalam mobil. Melihat hal itu, entah kenapa perasaannya langsung aneh. Bayi yang ada di dalam perutnya pun, seolah paham dengan apa yang terjadi. Kinar berusaha menahan nyeri saat kaki bayi itu terlihat menendang perutnya.


Sofia yang melihat hal itu dari pantulan kaca, sontak bertanya kepada Kinar dengan wajah khawatir.


" Nona, apa nona baik-baik saja? Kenapa anda seperti menahan nyeri seperti itu?"


Kinar yang di tanya langsung terkejut. Bukankan dia sudah mati-matian menahannya? Tapi kenapa masih terlihat juga? Membuat Megan dan Kendra reflek menoleh kebelakang.


" Emmm tidak Sof. Aku baik-baik saja!" bohongnya demi melihat aura dingin Megan.


Kendra menatap perut Kinar yang sepertinya mengalami gerakan. Namun Megan yang berada di sana terlihat sedikit acuh.


Setibanya mereka dirumah sakit, Kendra dan Megan berjalan lebih dulu menuju ke ruangan dokter Adam yang sudah berjanjian dengan mereka.

__ADS_1


Sofia yang kesal pada Kendra terlihat komat-kamit saat pria itu malah berjalan duluan bersama istri pertamanya.


" Dasar tidak punya perasaan!"


Xander yang mendengar hal itu spontan menghentikan langkahnya.


" Apa yang kau bicarakan?" tuding Xander menatap wajah pias Sofia.


" Hah, emmm itu...aku hanya ..." seketika gelagapan.


Xander yang mengetahui Sofia kelabakan kala menjawab seketika mendekat ke arah gadis itu.


" Sebaiknya jaga ucapanmu. Karena jika bukan aku yang mendengarnya, mungkin kau tidak akan bisa selamat!"


Tubuh Kinar kini membeku saat melihat Sofia ditegur oleh asisten datar itu. Benar-benar seperti memiliki nasib yang sama. Sama-sama kerap di ancam.


" Anda tidak apa-apa nona?" kata Sofia yang ogah mempedulikannya manusia kaku itu.


Kinar mengangguk sambil tersenyum. Berusaha membuat Sofia tidak khawatir.


Mereka lantas menyusul Kendra yang sudah lebih dulu berada di ruangan dokter Adam. Ruangan besar yang lengkap dengan peralatan penunjang obgyn itu nampak seperti hotel sebab sangat bersih.


" Silahkan nona. Kita akan lihat bagaimana kondisi bayi anda!" sapa dokter Adam yang sepertinya sudah paham akan tujuan mereka berada di sana.


Megan yang melihat Kinar mulai berbaring seketika merasa iri. Harusnya ia yang seperti itu.


Dokter Adam terlihat meminta izin kepada Kinar untuk membuka pakaiannya hanya sebatas perut guna memudahkan pemeriksaan.


Namun Kendra yang melihat hal itu malah reflek memicingkan matanya dan nampak seperti tidak rela.


" Sus tolong ambilkan gelnya!"


Kesemua orang langsung menjadi bisu, dan tekun memperhatikan step by step prosedur yang di lakukan dokter tampan itu.


Suster itu menyerahkan sebuah botol dengan ujung mengerucut yang kini mengeluarkan gel bening pasca di tekan oleh sang dokter.


Semua mata menatap ke arah layar besar yang sudah terhubung dengan sebuah alat yang kini di pegang oleh dokter Adam.


Saat dokter mulai menggerakkan benda itu, mata Kinar tak sengaja menatap mata Kendra, dan kini membuat mereka saling menatap.


Megan yang fokus kepada layar besar itu tak menyadari bila suaminya dan Kinar sedang saling bersipandang.


" Apa jenis kelamin dok?" Megan yang semula mengunci mulutnya kini membuka suara sebab ia tak sabar ingin mengetahui jenis kelamin bayi itu.


" Seharunya ini sudah kelihatan nyonya. Tapi posisi bayinya kurang menguntungkan untuk kita lihat!"


Megan sedikit kecewa. Tapi hal itu memang lumrah terjadi manakala pasien melakukan USG.


" Ah ini wajahnya tuan, sangat mirip dengan anda. Yang ini jari-jarinya. Semua lengkap. Jantungnya dalam kondisi stabil!" dokter itu bahkan turut takjub manakala menerangkan.


Di detik itu, Kendra merasakan desiran yang menggila manakala melihat tayangan yang memperlihatkan sesosok bayi mungil yang memejamkan mata namun bergerak lincah.


Kinar yang melihat hal begitu menakjubkan itu, benar-benar terpaku dengan perasaan haru.


" Aku melihatnya!"


" Dia ada di dalam perutku!"


Ada hal aneh yang dialami oleh Kinar saat ini manakala semua ia melihat keajaiban itu dengan mata kepalanya sendiri. Hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, rasa sayang, rasa haru, rasa ingin melindungi, tiba-tiba muncul dan merajai pikiran.


Entah mengapa ia kini menjadi tak rela bila bayi itu akan diserahkan kepada Kendra nantinya.

__ADS_1


" Hasil pemeriksaan keseluruhan normal. Untuk jenis kelamin tenang saja Nyonya, kita bisa memeriksanya kembali bulan depan!"


Membuat Megan tidak tenang.


__ADS_2