Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 30. Melahirkan


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Saat Kinar terbangun dari tidurnya, ia tak melihat Kendra berada di sana. Namun yang membuatnya heran, kenapa ada selimut yang kini melingkupi tubuhnya.


Kinar menatap selimut itu sekilas. Apakah Kendra yang menyelimuti dirinya? Jika benar, ia benar-benar merasa beruntung.


Kinar menyandarkan tubuhnya lalu mengusap perutnya yang pagi ini terasa kaku. Hatinya berbunga-bunga demi teringat akan apa yang terjadi semalam. Meski sebagian besar kejadian itu merupakan ketidaksengajaan, namun Kinar tetap merasa bahagia untuk sesaat.


" Apa kau senang karena semalaman kamu di tunggui Papamu malaikat kecil? Kau tahu, aku juga sangat senang. Hah..." Menghela napas sesaat, " Tapi ini jadi rahasia kita ya, janji?"


Kinar berbicara pada sebuah perut yang membuncit, seolah-olah perut itu bisa mengerti akan apa yang ia rasa.


Biarlah semua berlalu, dan yang terjadi biarlah terjadi. Jika memang ini takdirnya, ia hanya bisa berserah.


Kendra yang kini berada di kantornya, terlihat senyam-senyum sendiri saat melihat Kinar yang mengobrol seorang diri itu dari dalam layar ponselnya.


Ya, Kinar yang tertidur pulas tak menyadari jika Kendra telah memerintahkan seseorang untuk memasang sebuah kamera yang bisa ia akses melalui ponselnya, tanpa Kinar sadari.


Ide itu spontan muncul sebab hati kecilnya mensugestikan hal itu. Dan tidak tahu kenapa, Kendra malah mengimplementasikannya.


Pikiran Kendra kini juga bercabang. Memikirkan dua wanita yang memiliki kepribadian yang bertolak belakang, namun memiliki keunikan masing-masing.


Megan yang hot juga selalu mengerti akan apa yang ia butuhkan, serta Kinar yang sikapnya polos namun pandai memanjakan lidahnya. Jika sudah begini, bisakah ia memiliki keduanya?


Astaga, Kendra benar-benar merasa serakah saat ini.


CEKLEK!


Pintu yang terbuka membuat lamunan itu buyar tak karuan.


" Tuan, nyonya Megan datang kemari!"


Rupanya Xander biang keroknya.


Kendra buru-buru menutup ponselnya, lalu memasukkannya kembali kedalam saku jasnya demi mendengar nama istri pertamanya yang sedang berada di depan sana.


" Suruh dia masuk Xan!" kata Kendra dari kursi singgasananya.


Kendra beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke depan meja kerja sembari membetulkan kancing kemejanya. Ia terdiam menatap nanar ke arah lantai saat tiba-tiba Megan yang telah memasuki ruangannya memeluknya erat.


" Hey, ada apa ini?" tanya Kendra halus kepada istrinya yang datang-datang langsung memeluk dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


Xander yang melihat hal itu langsung menutup kembali pintu ruangan Kendra, dan membiarkan dua manusia yang sedang dalam masalah itu menyelesaikan persoalan mereka.


" Aku merindukanmu Ken!" jawab Megan menatap dalam manik mata tajam Kendra.


Kendra yang semalam menginap bersama Kinar kini seketika merasa bersalah. Dan keadaan yang ada, kini semakin membuatnya resah.


" Aku juga merindukanmu!" balas Kendra yang merasa bersalah.


" Maafkan aku Megan. Aku minta maaf karena sempat marah kepadamu. Kau tahu, semua ini membuatku takut kau akan terluka karena ucapan orang-orang!" Kendra mengecup kening Megan sesaat setelah ia mengucapkan kalimat itu.


" Semua yang aku lakukan tak lain hanya untuk kita Ken. Aku hanya ingin namamu tidak menjadi buruk karena ku!" balas Megan menatap muram.


Sebenernya mereka kini sama-sama takut. Megan takut pilihannya itu akan menjadi bumerang untuknya, dan Kendra yang takut hanyut pada perasaan yang tak mungkin ia tunjukkan kepada Megan.


Xander yang mendengar hal itu dari balik pintu ruangan Kendra, akhirnya memilih menjauh saja. Ia bisa memastikan jika adegan selanjutnya yang tejadi adalah adegan pemersatu bangsa yang tak patut ia kuping suaranya.


Nasib bujangan memang kadang cukup mengenaskan.


Xander memilih untuk menghubungi Sofia dan meminta video apa yang dilakukannya oleh istri kedua bosnya itu sebagai laporan.


πŸ“±" Nona masih mandi, tidak mungkin kan aku mengirimkan video nona Kinar saat mandi kepada anda 😀!"


" Dasar kurang ajar, gadis ini semakin lama semakin berani saja!" Xander tak sadar jika ia tersenyum saat bergumam.


Membuat beberapa karyawan lain yang kini berlalu lalang disana seketika heran. Tak biasanya seorang Xander tertawa seperti itu. Benar-benar hal langka yang patut di abadikan.


...ΩΩΩ...


Waktu terus bergulir, tiga Minggu pasca Kendra menginap di mansion kedua, pria itu saat ini berada di luar negeri bersama Xander sebab ada pertemuan penting dengan anggota aliansi pengusaha bertaraf internasional yang musti ia hadiri.


Megan memilih pergi bersama Debora melakukan liburan ke sebuah pulau pribadi milik salah satu teman sosialitanya, dengan dalih refreshing sebelum ia berlelah-lelah bersama bayi mereka nanti.


Sementara Kinar, ia tetap menjadi seorang wanita yang menunggu masa kelahiran calon pewaris keluarga Arion itu dengan berteman sepi.


Kendra barusaja memungkasi video call bersama Megan yang tengah bersenang-senang. Hatinya lega sebab Megan terlihat begitu menikmati liburannya kali ini sebelum menyambut kelahiran bayi mereka.


" Kau tahu Xan, sebagai suami, tidak ada hal yang lebih membahagiakan dari pada melihat istri kita bahagia!" kata Kendra jumawa.


Xander yang kini masih berada di kamar hotel bersama bosnya hanya mengangguk. Sama sekali tak berniat apalagi berminat menimpali.


" Jika itu benar, lalu mengapa anda tidak membuat keduanya bahagia tuan?"

__ADS_1


Dan tentu saja hal itu hanya berani Xander katakan dalam hatinya.


" Tuan, saham yang ada di..."


Ucapnya seketika menguap manakala ponselnya bergetar.


" Sofia?" kata Xander menatap layar ponselnya dengan alis berkerut.


" Ada apa Sof?" jawab Xander sesaat setelah ponselnya tersambung.


" Halo, tuan? Tuan, nona Kinar mengalami kontraksi, dokter Adam menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit sebab sepertinya nona akan segera melahirkan!"


Dan suara yang terdengar begitu panik dari ujung telepon sukses membuat Xander tercenung.


Deg!


" Nona Kinar akan melahirkan?"


Xander yang baru kali ini mendengar kabar soal kelahiran seketika mengeluarkan keringat dingin karena rupanya ia juga panik.


" Kenapa wajahmu pucat Xan?" tanya Kendra yang mengendus ketidakberesan.


" Nona Kinar mengalami kontraksi tuan. Dokter Adam mengatakan jika nona Kinar akan segera melahirkan!"


" Apa? Bukannya masih beberapa hari lagi? Kenapa sekarang?"


Malah marah kepada Xander padahal pria dingin itu jelas tak memiliki kuasa apapun untuk mengatur.


" CK, cepat siapkan tiket Xan. Kita pulang sekarang!" kata Kendra yang langsung menutup laptop di depannya dengan gerakan cepat. Pria itu benar-benar terlihat resah dalam waktu sekejap.


Xander seketika tertegun selama beberapa detik, demi melihat Kendra yang jauh lebih panik daripada saat Megan mengalami kecelakaan dulu.


" Hey!! Apa kau tidak dengar ucapanku barusan? Cepat siapkan tiket sialan!"


Kendra bahkan sampai mengumpat, sebab ia benar-benar panik. Membuat Xander buru-buru men-dial nomor telepon seseorang sebelum hal yang lebih buruk lagi menimpa dirinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2