
...🌸🌸🌸...
" Nona?"
Kinar yang di sapa Sofia tiba-tiba terperanjat. Entah sejak kapan gadis itu ada di sana memergoki dirinya.
" Sof bisakah kau mengantarkan ini kedalam? Aku tiba-tiba ingin ke toilet." seru Kinar tiba-tiba.
Namun permintaan Kinar itu malah terdengar seperti sebuah perintah sebab perempuan itu langsung menyerahkan nampan ke tangan Sofia bahkan sebelum gadis itu menjawab. Membuat Sofia kebingungan.
Kinar yang telah meninggalkan Sofia dengan segala kebingungannya, kini berjalan masuk dengan isi dada yang aneh. Ia seperti cemburu, namun tak berani menunjukkan.
" Jangan merasa seperti ini Kinar. Ingat, kau harus tahu diri!" merutuki diri sebab tidak tahu kenapa ia tiba-tiba sedih saat melihat Flo yang di gendong Megan dan mereka terlihat bahagia.
Dua jam kemudian.
Saat Kinar baru saja membasuh wajahnya karena tak ingin ada yang sampai tahu bila dia barusaja menangis, teriakan Megan membuatnya buru-buru keluar.
" Sofi! Sof!" teriak Megan yang sepertinya sedang terjadi sesuatu yang sangat heboh.
Kinar yang tak mendengar Sofi segera menyahut panggilan Megan, kini keluar dan menyambut Megan agar Sofia tidak terkena masalah.
" Ada apa Nyonya?" tanya Kinar saat ia telah berada di luar.
" Sedang apa kau? Anak ini muntah-muntah, kau apakan dia tadi?" tuding Megan yang khawatir sebab Flo barusaja muntah dan tampak mengeluarkan ASI yang tadi dia minum.
Namun Kinar segera mengambil tubuh Flo yang di sodorkan oleh Megan yang bajunya terkena muntahan Flo dengan wajah tersenyum. Hal itu merupakan hal yang sangat lumrah dan wajar sebetulnya. Hanya saja, Megan mungkin kurang tahu.
" Ini biasa nyonya. Mungkin karena saat habis minum tadi Flo..."
" Apa kau bilang? Kau memanggilnya Flo? Panggil dia nona muda, kau jangan kurang ajar!"
Maka Kinar seketika syok saat mendengar hal itu. Ia barusan memanggil nama anaknya seperti yang biasa di panggil Kendra namun Megan tampak tidak terima.
" Baik nyonya. Nona Flo sepertinya kekenyangan. Sebaiknya kita tepuk punggungnya seperti ini usia dia minum agar tidak muntah!" jawab Kinar yang sudah meralat penyebutan nama bayi yang sejatinya merupakan darah dagingnya.
" Kau bersihkan dulu anakku. Aku mau ganti baju!" ketus Megan yang kini masuk ke dalam.
Kendra yang tak sengaja melihat kejadian itu tiba-tiba terdiam. Pria yang hendak bersiap-siap untuk ganti baju dan pergi ke kantor itu menatap Kinar yang tiba-tiba membasuh wajahnya karena menangis.
Ada rasa yang mengganjal manakala Kendra menyaksikan ketidakakuran dua wanita yang sejatinya merupakan istrinya itu. Kendra buru-buru masuk sebelum Kinar melihat keberadaannya di sana. Ia tahu, Kinar selalu berusaha menghindari tatapannya saat secara tak sengaja mereka bertemu.
...ΩΩΩ...
Xander yang pagi ini menjemput Kendra menghentikan langkahnya saat melihat Sofi dan Yosafat saling berbicara dan terlihat sangat karib.
Well, pasca kesalahpahaman kemarin Sofia memang lebih akrab bersama Yos.
" Yos, apa yang aku minta kemarin sudah beres?" tanya Xander dengan muka dingin kepada Yosafat. Membuat Sofia mengernyit.
" Belum tuan!" jawab Yos yang terkejut dengan kemunculannya Xander yang tak ia sadari.
" Mengobrol hanya boleh di kerjakan oleh orang yang pekerjaannya sudah selesai. Dan sepertinya, kau sudah tahu kemana arah ucapanku ini!" ketus Xander yang berhasil membuat Yos bingung. Ada apa dengan pria itu? Kenapa selalu terlihat tak suka saat ia bersama Sofia.
Maka Yosafat seketika undur diri dari tempat itu sebelum sesuatu yang lebih buruk bakal terjadi. Kini Sofia yang melihat Xander menatapnya dengan tatapan mengiris, turut bangkit berdiri lalu pergi.
" Mengganggu saja. Kalau manusia normal gak mungkin begitu!" menggerutu dalam hati dengan wajah menye-menye.
Namun tiba-tiba.
__ADS_1
BUG!
" Argghh!"
Xander yang juga baru melangkahkan kakinya usai mengusir kutu kupret itu, seketika mendelik saat melihat Sofia yang memegang kepalanya seraya meringis sebab kepala gadis itu terhantam sebuah benda besar yang terbungkus sebuah kertas.
Shiit!
Xander seketika berlari menuju ke arah Sofia yang kini kepalanya mulai mengeluarkan darah dengan wajah panik.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Xander yang benar-benar mencemaskan Sofia yang kini duduk beriklim sebab pandangannya tiba-tiba menguning.
Sofia yang melihat Xander kini panik, terlihat terbengong.
" Astaga, kepalamu mengeluarkan darah!"
Ia semakin terkejut saat melihat Xander yang kini tiba-tiba mengangkat tubuhnya lalu membawanya masuk. Dalam kegentingan yang masih terjadi, Sofia malah salah fokus demi menatap alis tebal yang kini menyatu sebab gusar.
" Ada apa ini Xan?" Kendra yang sudah rapih dan berniat keluar terkejut manakala melihat Sofia yang di gendong ala bridal oleh Xander dengan kepala yang kini bocor.
" Seseorang melempar batu dari luar tuan. Saya tidak tahu itu siapa! Yos! Yos!" pekik Xander panik sebab seseorang telah berani mengusik keluarga Arion.
Yosafat yang di panggil keras oleh Xander kini berlari cepat memenuhi panggilan pria kejam itu. Dan teriakan Xander berhasil memicu Kinar dan Megan keluar dari sarangnya.
" Cepat periksa CCTV. Ada manusia cari mati yang mau coba-coba bermain!" titah Xander yang tidak ada kompromi dengan urusan keselamatan kelurga Arion.
Xander keluar dan Yos turut pergi menuju ke ruangan guna menjalankan perintah pria badas itu. Dan benar saja, dua orang penjaga terlihat terkapar di depan sana sebab sepertinya orang yang melakukan itu amat profesional.
" Brengsek!" maki Xander yang menyadari jika keluarga Kendra sedang ada yang mengancam.
Kendra yang menyusul Xander keluar pintu, terlihat mengambil sebuah batu yang mungkin saja ingin di lempar ke kaca mansion besar itu namun malah mengenai kepala Sofia.
..." Kembalikan milikku!"...
Kendra tertegun membaca pesan dalam kertas asimetris itu yang tidak diketahui siapa pengirimnya itu. Ia tak memiliki musuh selama ini. Lalu siapa yang berani-beraninya melakukan hal itu?
" Tuan, sepertinya kita sedang di serang!" tutur Xander yang kini resah.
Kendra tampak berpikir, siapa yang berani bermain-main dengannya. Kenapa setelah ia memiliki anak kejadian seperti ini harus terjadi?
-
-
Di selama mansion.
" Sebaiknya kita panggil dokter!" Kinar ragu-ragu yang baru saja mengobati kepala Sofia dengan membalutkan perban.
" Sebelum kau mengingatkan, aku sudah lebih dulu melakukan hal itu!" ketus Megan yang membuat Kinar akhirnya menunduk.
Megan sengaja ingin menekankan jika dia merupakan pemegang kekuasaan tertinggi kedua setelah Kendra.
" Saya tidak apa-apa Nyonya. Saya akan beristirahat sebentar dan pasti akan pulih kembali!" jawab Sofia yang sedih usai mendengar Kinar di hardik.
Namun Xander benar-benar tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Pria itu bahkan ingin memecahkan kepala orang yang berani melakukan hal itu.
Sedetik kemudian, Yos datang dengan tergopoh-gopoh.
" Tuan, pelakunya membawa mobil tanpa plat!" menunjukkan hasil print out sebuah mobil ber bak terbuka yang di kendarai empat orang.
__ADS_1
" Mereka semua mengenakan penutup wajah dan sepertinya terencana!" tutur Yos yang baru berhasil melihat rekaman CCTV lalu mengidentifikasinya.
Kini semua orang tertegun. Megan yang menggendong baby Flo bahkan juga sangat heran. Selama ini keluarganya baik-baik saja.
" Jangan ada yang keluar dulu. Xan, minta anak buahmu untuk mengirim beberapa bodyguard terbaik untuk mengamankan mansion!"
" Siap tuan!"
Semua orang pergi meninggalkan Kendra bersama Megan.
Kinar membawa Sofia, sementara Xander terlihat menelpon anak buahnya, dan Yos kembali memeriksa kamera pengawas lain yang barangkali bisa membantu mereka menemukan kejelasan tentang siapa dalang di balik itu semua.
" Kenapa kau masih memberikan izin perempuan itu ada di sini sayang?" kata Megan yang malah membicarakan hal lain.
" Flo butuh ASI. Asi eksklusif hanya enam bulan, jadi biarkan dia disini selama enam bulan!" pungkas Kendra yang kini konsentrasinya terpecah usai kejadian barusan.
" What?" tanya Megan tersenyum sumbang. Apa-apaan ini?
" Aku tidak percaya kau malah mengatakan hal itu Ken. Aku harap ini bukan karena hal lain Ken!" seru Megan yang tampak kecewa sembari berlalu meninggalkan suaminya yang pikirannya kini semrawut.
Kendra mematung. Ia memaklumi jika Megan kecewa kepadanya. Dia yang dulu menolak mentah-mentah ide Megan yang semula dia anggap gila, tapi perlahan hal itu membuatnya memiliki penilaian lain.
Ia kini nyaris tak mengenali dirinya sendiri yang kerap goyah kala membicarakan Kinar. Terlebih, Flo rupanya sangat bergantung dengan Kinar.
Di satu tempat, seorang pria misterius tersenyum puas saat anak buahnya berhasil melaporkan jika mereka telah melakukan tugasnya dengan berhasil.
" Beri mereka syok terapi lagi. Aku tidak takut meski dia rupanya adalah Kendra Arion!"
Pria itu tertawa mengerikan dan membuat para kacung lainnya turut tertawa mengerikan.
...ΩΩΩ...
" Tuan, ada nomor misterius yang barusan mengirimkan pesan ke nomer anda!"
Xander yang datang dengan terburu-buru membuat Pria yang sedang berkutat dengan laptopnya itu seketika melepaskan kacamata kerjanya.
" Apa kau serius?" tanya Kendra tegang.
" Dia mengirimkan pesan tentang nona Kinar!"
DEG!
" Kinar?"
..." Halo Kendra Arion. Aku mengenalmu tapi kau tidak perlu mengenal siapa aku. Aku tahu jika kau memperistri wanita milikku hanya karena kau ingin mendapatkan keturunan kan?"...
..." Aku tidak keberatan dan malah berterimakasih kepadamu sebab kau sudah merawat perempuan ku yang dulu kusam kini menjadi semakin cantik. Kau sudah mendapatkan keinginanmu, jadi sekarang tolong kau kembalikan wanita itu kepadaku atau kau akan menyesal!"...
Kendra yang membaca pesan itu seketika membelalakkan matanya sebab tak percaya. Siapa orang itu? Kenapa dia bisa tahu soal ia yang mengakhiri Kinar karena menginginkan anak?
" Sepertinya nona Kinar memiliki masa lalu yang kurang baik tuan!" cetus Xander yang menyesal sebab tak menyelidiki track record wanita itu lebih dalam.
Pikiran Kendra menjadi tak tenang. Bukan karena dia takut akan ancaman orang mister itu, melainkan khawatir akan keselamatan Kinar yang menjadi target mereka.
.
.
.
__ADS_1