Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 53. Rasa ini


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Xander yang baru tiba di perusahaan terperanjat saat melihat pria yang usianya tergolong senior namun masih terlihat tampan. Tak menyangka jika Leo Prawira datang ke perusahaan Kendra bahkan saat dirinya tak ada.


" Oh hy, apakah dia asistenmu Ken?" tanya Leo yang kini berpapasan dengan Xander.


" Benar tuan!" jawab Kendra.


" Hah, dia mengingatkan aku kepada Tomy. Jangan terlalu datar. Orang datar sepertimu nanti pasti akan mendapat pasangan wanita ceriwis!" kata Leo menepuk bahu kekar Xander yang memang memasang wajah datar.


Sebenernya itu bukan kehendaknya, namun dari cetakannya memang sudah begitu. Kendra sedikit terhibur dengan kedatangan Leo. Pria itu benar-benar menularkan energi sumringah yang membuatnya bisa sedikit melupakan permasalahan hidupnya.


" Jangan tegang. Tapi kau harus ingat ucapanku, hm! Hahahaha!"


Xander bahkan kini terlolong usai mendengar tawa renyah dari mulut seorang Leo Prawira. Pria itu benar-benar sangat bahagia saat mencibir dirinya.


" Apa aku memang sangat kaku?"


Sepeninggal Leo, Xander yang kini berjalan mengekori Kendra tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


" Kenapa beliau sudah ada di sini?"


" Aku juga tidak tahu. Katanya sekalian dia kemari karena baru menghadiri pertemuan aliansi manufaktur di kota ini. Tapi kurasa, ucapan tuan Leo akan segera menjadi kenyataan!" jawab Kendra yang melah tertarik untuk membuli Xander.


" Apa maksud anda tuan?" tanya Xander bingung.


" Maksudku..." Kendra mendekatkan wajahnya ke dekat Xander seperti akan membisikkan sesuatu, membuat Xander turut tegang. " Kau tertarik dengan pembantu itu kan?" jawab Kendra sejurus kemudian dan membuat Xander seketika hendak tersedak ludahnya sendiri.


...ΩΩΩ...


Waktu terus berjalan. Detik berganti menit, dan begitu seterusnya. Minggu depan rencananya Megan akan di bawa oleh team dokter Kendra untuk berobat. Namun alih-alih berjalan sesuai rencana, kondisi Megan semakin hari semakin melemah.

__ADS_1


Dokter yang merawat Mega menemui kejanggalan pada tubuh Megan dan memutuskan untuk melakukan check secara menyeluruh.


" Megan, kau harus kuat!" bisik Kendra di rumah sakit yang kini menggenggam tangan istrinya yang hanya bisa membuka tutup matanya.


Kinar yang kini mengendong baby Flo menahan air matanya sebab lagi-lagi Megan demi melihat kondisi yang semakin hari semakin menggerogoti tubuh wanita itu.


Membuat dokter akhirnya memasang berbagai peralatan untuk menunjang kesehatan Megan sebab tanpa alat bantu, Megan tak bisa bernapas dengan normal.


" Tuan, hasil lab Nyonya Megan yang terbaru menunjukkan jika ada tumor ganas di payu daranya!"


" Apa kau bilang? Kenapa baru diketahui sekarang?" pekik Kendra yang terlihat syok dengan pemaparan dokter senior itu.


Baru beberapa waktu yang lalu ia diberi penuturan baik oleh Leo. Tapi kenyataan yang ada, Kendra tetaplah manusia yang memiliki titik lemahnya.


" Sebenarnya benjolan itu mungkin sudah ada sejak lama. Hanya saja mungkin nyonya Megan tidak menyadarinya. Komplikasi dari sakit yang di derita nyonya memang akan semakin membuat penyakit lain bermunculan tuan!"


Kendra semakin kalut. Kenapa Megan di ganjar sebegitu menyakitkan? Ia kini benar-benar kehilangan kendali atas dirinya. Bingung, marah, dan harus bagiamanapun lagi?


" Kita harus melakukan prosedur kemoterapi tuan. Kita belum bisa melakukan operasi jika kondisi Nyonya sangat lemah!"


Kinar bahkan kini bingung harus bersikap bagaimana. Di detik itu juga, Kinar melihat jika Kendra benar- benar sangat terpukul.


Sofia tak kembali ke mansion utama sebab kondisi Dores juga belum juga membaik. Kendra juga tak tahu jika Xander selalu mengunjungi Sofia meski pria itu tak menunjukkannya secara langsung.


Xander memang payah. Pria itu benar-benar tak paham dengan isi hatinya sendiri. Ia hanya berusaha melakukan apa yang hati kecilnya inginkan tanpa menyadari bila dirinya sebenarnya memiliki perasaan lebih dari itu.


Keadaan Megan menuntut Kendra untuk membawa istrinya itu untuk riwa-riwi guna menjalankan pengobatan. Bahkan selama tiga bulan ini, Kinar nyaris tak pernah berkomunikasi dengan Kendra. Pria itu hanya membagi waktunya untuk pekerjaan dan untuk keadaan Megan.


Membuatnya malam ini merasa hanyut dalam titik sepi yang akhirnya ia sadari.


" Aku tidak boleh sedih, bukankah sejak awal ini memang sudah kupilih? Alasanku ada disini hanya untukmu nak. Tidak ada yang lain. Tapi kenapa aku sangat merasa kehilangan saat di tak pernah menemui kita?"

__ADS_1


Selama itu pula, Kinar selalu mendukung pengobatan Megan dengan terus mengganti pokok dan kotoran saat sudah waktunya. Meski tak sesering dulu karena ia harus menjaga baby Flo, tapi Kinar sudah sangat senang sebab ia bisa membantu Megan.


Jika Kinar mencoba menguatkan diri atas segala keterasingan yang sedang terjadi, Kendra malah menjadi sangat stres demi melihat kondisi Megan yang benar-benar memprihatikan.


Batinnya kini teriris demi melihat sesosok kurus yang tak memiliki rambut, dan tak lagi bisa mempertontonkan kecantikan di wajahnya.


Kendra bukan sedih karena istrinya tak lagi cantik, melainkan kenapa selama ini mereka tak mengetahui bila Megan mengidap penyakit ganas.


Terlalu fokus dengan persoalan rahim membuat Megan dan Kendra tak memikirkan kemungkinan lain yang bisa saja menyerang mereka.


" Tuan, nona Flo bulan depan...


" Astaga Kinar, sudah berapa kali aku katakan kepadamu jangan ganggu aku. Aku sangat stres!" pekik Kendra yang mengira jika Kinar ingin meminta Kendra untuk melihat keadaan Flo sebentar.


Kinar tergeragap. Tak mengira jika Kendra akan mengangkat suara kepadanya.


Kata 'sabar' benar-benar tak sesederhana sewaktu mengucapkannya. Telah berbulan-bulan Kendra mengupayakan kesembuhannya Megan tapi nyatanya semua itu melelahkan untuknya.


Kinar hanya ingin mengatakan jika bulan ini Flo akan mulai makan makanan pendamping sebab usianya sudah menginjak 6 bulan. Kinar ingin Kendra tahu tumbuh kembang anaknya agar tak terjadi selisih paham di masa mendatang.


Namun jangankan perhatian, sebuah jawaban baik saja tak Kinar dapatkan.


" Apakah kau tidak bisa sedikit saja melihat anak ini?


Beberapa hari ini Kinar berpikir keras. Ia sudah seperti orang yang tak di anggap karena Kendra lebih sering berada di rumah sakit bersama Megan dan tak membagi waktunya untuk dirinya juga Flo.


Kendra bahkan sering mengabaikan Kinar. Pria itu sibuk dengan pemikirannya sendiri.Kinar menatap foto Kendra yang tersenyum saat menggendong baby Flo lima bulan yang lalu.


" Aku tahu semua ini berat untukmu. Kau pasti juga menyalahkan dirimu atas kecelakaan-kecelakaan yang menimpa nyonya Megan. Tapi salahkah jika aku ingin meminta waktumu untuk sejenak bersama anak ini?"


Baby Flo semakin gembul dan tersenyum. Bayi itu seolah-olah tahu jika Kinar benar-benar merasa sendiri saat ini. Sofia, satu-satunya wanita yang selalu ada untuknya kini tak ada bersamanya sebab tengah menunaikan bhaktinya kepada satu-satunya orang tua yang dia miliki.

__ADS_1


Mendadak, timbul keinginan Kinar untuk pergi dari sana dengan membawa Flo. Mungkinkah jika Kendra kini menyadarkan bila Megan lebih penting dari apapun sehingga mereka berdua tak lagi di anggap.


__ADS_2