
Ke esokan harinya persiapan pemakaman mama Amel yaitu Sesilia, duka mendalam sangat dirasakan oleh Amel karena keluarga satu satunya yang ia miliki sudah tidak ada lagi di dunia ini dan yang semakin membuatnya hancur adalah dia bahkan tidak dapat melihat jenazah mamanya untuk terakhir kali karena kondisinya yang sudah hancur dan sulit untuk di kenali.
Di pemakaman...
"mama..." kata Amel sambil menangis dan terus memeluk nisan mamanya
"Amel sudah mel mama kamu sudah tenang di sana kamu yang sabar ya kita sudah lama di sini kita pulang ya" bujuk Alvian yang terus setia berada di samping Amel
"pulang kemana, Amel mau di sini sama mama cuma mama yang Amel miliki di dunia ini kamu bisa pergi jika kamu lelah" kata Amel pilu
"Mel jangan seperti itu kamu masih punya aku Mel dan lihat seluruh keluargaku saat ini ada untukmu" kata Alvian
"benar nak kamu bisa menganggap kami semua di sini sebagai keluargamu" kata Sisil yang juga hadir di pemakaman mama Amel
"Amel kamu bisa menganggap aku sebagai kakak mu mulai dari sekarang kita sama-sama sendiri saat ini Mel" mendengar penuturan Laras Amel seketika memeluk Laras kembali sambil menangis
"maafin mama ya kak Laras mama sudah menghancurkan kehidupan kak Laras dan keluarga kakak" kata Amel
"sudah mel kakak memaafkan mama kamu, tugas kamu sekarang adalah kamu harus bisa bangkit dan jadilah kembali Amel yang ceria seperti dulu bahkan jika kamu mau kita bisa hidup bersama mulai sekarang asal kamu tidak keberatan tinggal di gubuk kakak yang seadanya itu" hibur Laras yang berhasil membuat Amel tersenyum kecil kepadanya
*Setelah 1minggubsetelqh kepergian mamanya Amel mulai bisa menata hidupnya kembali dan sudah menganggap Laras seperti kakaknya sendiri. Begitupun juga dengan Alvian dan keluarganya. Amel tidak menyentuh harta peninggalan mamanya sedikitpun sebagian uangnya ia berikan untuk pesangon orang-orang yang selama ini di tugaskan mamanya untuk menjaganya selama ini dengan bantuan keluarga Alvian Amel juga sudah mengembalikan harta yang menjadi hak Laras dan sisanya lagi di sumbangkan untuk amal karena dia berharap mamanya bisa mendapat sedikit keringanan hukuman dari Tuhan di sana.
Saudara perempuan Alvian yaitu Ella akan segera menikah Amel juga di libatkan disana karena mereka sudah menganggapnya seperti saudara dan itu membuat hubungan Alvian dan Amel menjadi semakin dekat dari hari ke hari*.
"Mel ikut aku yuk" ajak Alvian
"kemana?" tanya Amel
"beli makan di suruh mommy" kata Alvian
"bentar ya, kak Laras aku pergi dulu ya mau ikut Alvian beli makan di suruh Tante Sisil" kata Amel
__ADS_1
"iya hati-hati ya" kata Laras
"baik kak" jawab Amel yang langsung menyusul Alvian yang sudah keluar duluan
Di mobil...
"kamu gak ingin pergi ke suatu tempat Mel" tanya Alvian
"gak ada, katanya tadi di suruh beli makan sama mommy kamu" kata Amel
"iya sih, ohya aku kok ngrasa banget ya kalo kamu udah berubah" kata Alvian yang membuat Amel langsung melihat ke arahnya
"berubah gimana sih aku kayaknya masih Amel yang sama dan gak berubah sedikitpun, bahkan sekarang aku ngerasa kalo aku tambah gemuk karena kak Laras terus menerus menyuruh aku makan" gerutu Amel
"bukan itu" kata Alvian
"trus apa dong?" tanya Amel bingung
"wkwkwkwkwkk kamu udah mulai suka sama aku ya" kata Amel sambil terus tertawa dan itu membuat Alvian malu sekaligus jengkel dengan reaksi Amel
tukkk
"jangan GR deh" kata Alvian sambil memukul kepala Amel ringan
"bukan gr ya tapi siapapun yang dengar pasti mengira kalau kamu udah mulai suka sama aku" kata Amel
"hahhh sudah lah susah emang ngomong sama kamu" kata Alvian sambil fokus menyetir
"Vi...
"hemmm...
__ADS_1
"itu ada pasar rakyat kesana yuk sudah lama aku gak kesana" kata Amel
"serius kamu ingin kesana" tanya Alvian yang s umur hidup belum pernah pergi ketempat seperti itu
"oke deh makanan mommy biar di antar pihak resto saja" kata Alvian
" oh iya gak jadi deh maaf aku lupa tujuan utama kita" kata Amel
"gak apa-apa kapan lagi kita akan pergi ketempat seperti ini, takut nyesel karena gak ada kesempatan lagi" kata Alvian
"kamu mau ninggalin aku ya" tanya Amel tiba-tiba
"kata siapa?" tanya Alvian heran
"lha tadi bilang takut gak ada kesempatan lagi" kata Amel
"oh itu yang siapa tau aja kita gak pernah tau masa depan Mel" kata Alvian
"bener banget Vi kayak kepergian mamaku yang tiba-tiba, Vi..." panggil Amel
"apa kamu akan sedih jika aku tiba-tiba pergi seperti mama" tanya Amel
"kamu mabok ya ngawur banget, kalo aku sih malah bersyukur karena gak ada cewek kecentilan kayak kamu gangguin aku lagi" kata Alvian bercanda
"hemmm aku rasa hidup kamu nanti bakal sepi banget kalo aku tidak gangguin kamu lagi" kata Amel
"benarkah hemmm iyain ajalah dari pada ngambek nanti" goda Alvian
"kamu nyebelin banget sih nanti di pasar rakyat semuanya kamu yang bayar, semua pokoknya" kata Amel sambil cemberut
"tenang aja hamba siap melayani tuan putri" goda Alvian yang membuat Amel semakin merajuk
__ADS_1