Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 49


__ADS_3

Pukul 07.05 keesokan harinya


"pagi Jasmin" sapa Dio


"iya pagi, maaf ya terlambat 5menit" kata Jasmin lesu


"kamu sakit?" tanya Dio lalu memegang kepala Jasmin


"kamu demam!" kata Dio setelah merasakan kepala Jasmin yang sedikit panas


"cuma pusing saja?" kata Jasmin


"kamu duduk aja deh aku buatin minuman hangat, atau ijin aja kamu kan lagi sakit" kata Dio


"gak deh penyakit mana doyan sih sama makhluk kayak aku" kata Jasmin


"kamu istirahat aja deh biar ruangan tuan Vian aku yang beresin" kata Dio


"gak udah Dio aku bisa sendiri kok ngerjainnya" kata Jasmin lemas


"tenang aja sebelum tuan Vian datang aku pastikan semuanya sudah selesai jadi kamu jangan khawatir, ini minuman hangat mu dan tidurlah" kata Dio


"trimakasih" jawap Jasmin


Pukul 08.45


"pagi tuan" sapa Dio


"dimana Jasmin?" tanya Alvian


"dia di pantry, sepertinya dia sedang kurang enak badan" kata Dio


"jika sakit kenapa kerja!" tanya Alvian


"maaf tuan saya tidak tau" jawap Dio sambil memandang kepergian Alvian yang begitu saja


"ya ampun kenapa tiap berbicara dengan tuan Vian rasanya seperti berada di kutub Utara ya" gumam Dio


Di dalam ruangan Alvian

__ADS_1


"Ryo, bagaimana pembangunan hotelnya apa sudah di mulai" tanya Alvian


"belum tapi semua alat yang di butuhkan sudah di lokasi" kata Ryo


"berapa lama kira-kira pembangunannya" tanya Alvian lagi


"di perkirakan tidak sampai 1tahun sudah bisa di resmikan" kata Ryo


"kenapa lama sekali bukankah hotel itu hanya 5lantai" tanya Alvian


"iya tapi kita harus kerjakan secara detile biar tidak terjadi kesalahan" kata Ryo


"terserah lah, suruh Jasmin buatkan aku kopi" kata Alvian


"baiklah saya pergi dulu" pamit Ryo


Beberapa saat kemudian...


tok tok tok


"masuk...!" kata Alvian


"kenapa kamu, dimana Jasmin!" tanya Alvian


"Jasmin demamnya semakin tinggi tuan maaf jadi saya yang membuat dan mengantar kopinya" kata Dio sedikit gugup


"suruh dia kemari sekarang" kata Alvian


"tapi tuan...


"saya bilang sekarang dan cepat" kata Alvian penuh penekanan sehingga Dio tidak berani berbicara lagi dengan Alvian


tok tok tok


"selamat pagi" kata Jasmin lesu


"tunggu sebentar dan duduk di sana" kata Alvian sambil menunjuk sofa dengan kepalanya


Dengan lemas Jasmin menuruti kemauan Alvian karena memang saat ini dia sudah benar-benar tidak berdaya. 10menit... 20menit... 30memit tanpa sengaja karena bosan menungggu Jasmin pun tertidur.

__ADS_1


"kak ada apa menyuruhku kemari dengan cepat" tanya Farah yang tadi sudah di hubungi Alvian agar cepat-cepat kekantornya


"jangan keras-keras, urus temanmu itu sudah tau sakit malah masuk kerja bukankah itu akan merepotkan" kata Alvian sambil tetap fokus pada berkas di depannya


"ya ampun kak Vian kenapa tidak panggil dokter saja sih, malah Farah yang di suruh ke mari" kata Sarah sambil mendekat ke arah Jasmin


"tumben selimutnya di kasihkan orang, biasanya langsung gak terima" celetuk Farah


"maaf tuan ini obat-obatan yang harus di minum nona Jasmin" kata Ryo


"tau dari mana kalo ini obat yang cocok untuk Jasmin" tanya Farah sambil memeriksa macam-macam obat yang baru saja di beli Ryo


"itu resep dari dokter yang memeriksa nona Jasmin tadi" jawap Ryo


"oh dokternya udah selesai periksa ternyata" kata Farah malu


"kamu lupa di sini juga ada dokter yang akan selalu siaga" jawap Alvian jutek


"trus aku ngasih obatnya gimana, dia kan tidur" kata Farah


"tunggu saja sampai dia bangun" kata Alvian


"kalo di drama-drama biasanya bakal ada cowok yang nyiapinnya pakek mulut, Ryo mau coba gak xixixi..." kata Farah bercanda


"maju satu langkah kamu di pecat dan tidak akan pernah bisa di terima di perusahaan manapun" kata Alvian


"dan Farah sepertinya kehadiranmu sudah tidak di perlukan, kamu kembali saja ke kantor Daniel sana dia sepertinya lebih membutuhkanmu" imbuh Alvian


"tapi Jasmin...


"kembali se ka rang ju ga" kata Alvian penuh penekanan


"iya iya ini pergi jutek amat jadi orang dapat salam tuh dari Rose katanya dia kangen sama kak Vian" kata Farah


"Kem ba Li" kata Alvian


"iya iya, kak Ryo jangan lupa tadi di praktekan ya sampai jumpa" kata Farah sambil tertawa dan segera keluar dari ruangan Alvian


"Rose.....

__ADS_1


__ADS_2