Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 30


__ADS_3

"bagaimana Vi?" tanya Ello saat Alvian dan lainnya kembali ke dalam ruangan biasa di tempati Daniel


"sepertinya cukup buruk" kata Alvian yang langsung membanting tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu


"kenapa aku lihat mereka semua sangat yakin dengan apa yang kamu utarakan tadi" kata Bagas


"tapi tidak dengan 1 orang" kata Alvian yang membuat semua mata langsung tertuju kepadanya


"siapa...?" tanya semua orang hampir bersamaan


"Rose...


"wkwkwkkkk aku sampai melupakan dia, ohya jadi apa yang kau bicarakan dengannya tadi" kata Daniel


"siapa Rose?" tanya Ello


"teman kuliah Farah dia ternyata anak dari pemegang saham yang 7% itu dan dia taunya kalau Alvian hanya anak supir" kata Daniel


"jadi...


"setelah rapat dia meminta waktu untuk berbicara berdua saja denganku dan katanya acting ku tadi sangat buruk dan bilang jika aku hanya berpura-pura menjadi anak Daddy untuk melindungi pemilik asli" dan jawapan dari Alvian sontak membuat semua yang ada di sana tidak bisa menahan tawanya


"nah kan, makanya kalau kamu menuruti kakak untuk sering pergi kekantor kamu pasti tidak se kaku tadi" kata Alvian


"hahhh aku jadi lapar ada yang mau ikut cari makan" kata Alvian


"heyyyy kamu tidak lihat berkas-berkas di meja yang sudah setinggi gunung Himalaya" protes Daniel


"kau masih CEO di sini Daniel serah terima jabatan belum benar-benar sah di lakukan dan aku masih jadi karyawan biasa, Ryo ayo kita cari makan ketegangan tadi membuatku lapar kembali" kata Alvian.


"tapi...


"sudah lah ayo" kata Alvian sambil menyeret tangan Ryo agar mengikutinya


"dia itu lebih dewasa 1tahun dariku tapi kenapa aku merasa jika aku yang lebih tua sih disini" gerutu Daniel


"sepertinya aku sudah melihat Alvian kita yang dulu kembali" kata Ello yang membuat semua orang melihat ke arahnya sambil mengangguk kecil


Di dalam mobil Alvian...


"jadi sekarang saya harus membiasakan memanggil anda tuan atau pak" tanya Ryo sedikit gugup

__ADS_1


"saat kita hanya berdua tetaplah memanggilku Vian" jawap Alvian


"tapi kannn


"sudahlah kita cari makan di cafe pinggir jalan saja oke suasananya lebih santai" kata Alvian sambil melepas kemejanya yang ternyata di dalamnya dia sudah mengenakan kaos santai


"saya kira anda akan bertelanjang dada tadi" kata Ryo yang terkejut melihat Alvian melepas kemejanya


"aku tidak segila itu harus telanjang di hadapanmu dan lagi aku ingatkan jangan pernah berbicara formal saat kita hanya berdua saja seperti saat ini" kata Alvian penuh penekanan yang hanya di balas anggukan oleh Ryo karena dia sedang fokus menyetir mobil mewah Alvian


"emmm boleh aku bertanya sesuatu hanya untuk memastikan apa yang saat ini sedang aku fikirkan" tanya Ryo


"apa...


"jadi kau benar-benar akan menjadi CEO dan aku adalah asistenmu" tanya Ryo


"aku rasa kamu sudah mengenal Daniel dan kakakku Ello juga kakak ipar ku Bagas jadi menurutmu apa tadi hanya bercanda" kata Alvian


"entahlah karena aku tidak menyangka orang sepertimu akan memimpin perusahaan yang sangat besar" kata Ryo


"jadi kau meremehkan ku" kata Alvian tidak terima


"bukan seperti itu hanya saja...


"jadi kamu mau kan ikut membantuku kedepannya" sambung Alvian


"tentu saja aku akan membantumu semampuku, tapi..." kata Ryo menggantung dan terlihat bingung


"tapi apa...?" tanya Alvian


"apa gajiku juga bertambah" tanya Ryo sambil cengengesan


"ya ampun kalo soal itu kita lihat saja cara kerjamu lebih dulu jika memuaskan gajimu akan sedikit bertambah tapi jika tidak aku akan memindahkan mu menjadi cleaning servis" kata Alvian


"ya ampun kejam sekali" kata Ryo sambil menggelengkan kepalanya


Saat melihat keluar jendela Alvian tidak sengaja melihat Jasmin yang seperti melarikan diri dari 2orang laki-laki yang ada di belakangnya.


"Ryo percepatan laju mobilnya lalu berhenti di depan" kata Alvian cepat


"tapi...

__ADS_1


"lakukan..." kata Alvian tegas


Mendengar itu Ryo langsung menuruti perintah Alvian dan segera memarkirkan mobilnya. Alvian langsung keluar dari mobil dan berlari untuk menolong Jasmin.


"hey naik mobilku cepat" kata Alvian setelah berhasil menarik tangan Jasmin dan membawanya menuju mobil


"Ryo jalankan mobilnya cepat" kata Alvian setelah berhasil masuk ke dalam mobilnya bersama Jasmin


"ini minum" kata Alvian sambil memberi sebotol air minum kepada Jasmin yang terlihat sangat kelelahan


"trimakasih" kata Jasmin setelah meminum hampir semua air di botol


"siapa mereka" tanya Alvian


"aku tadi tidak sengaja membuat penyok mobil majikannya, aku sudah minta maaf dan mau mengganti rugi tapi mereka malah menyuruhku mengganti dengan tidur semalam bersama majikannya itu karena marah aku melempar batu ke mobilnya sehingga kaca spionnya pecah, jadi aku memilih kabur saja. Kenapa sih semua orang kaya itu selalu se enaknya sendiri dia kira aku ini wanita murahan apa" kata Jasmin menggebu-gebu


"kenapa sih kamu selalu berfikir buruk tentang orang kaya!" tanya Alvian dengan muka datar


"ya tidak semuanya sih keluarga Farah selalu baik padaku" kata Jasmin


"bagaimana denganku" tanya Alvian


"kalo kamu gak tau" kata Jasmin cuek


"Ryo turunkan dia di lampu merah depan" kata Alvian tiba-tiba


"eh bisa tidak di turunkan di halte saja agar aku tidak jalan kaki terlalu jauh, uang yang ku dapat hari ini hanya cukup untuk naik bis saja" kata Jasmin sambil memperlihatkan uang koin di tangannya


"terserah kau saja" jawap Alvian sambil melihat keluar jendela mobilnya


"emmm apa aku boleh minta roti itu" kata Jasmin sedikit tidak enak


"untuk apa itu roti kemarin, Ryo tolong nanti kamu buang roti itu" kata Alvian


"eh biar aku aja yang buang sebagai ucapan terimakasih karena sudah menolongku" kata Jasmin dengan mata berbinar


"kenapa kamu sebahagia itu" tanya Alvian heran melihat Jasmin yang terlihat sangat senang


"tidak apa-apa hanya saja aku senang bisa membantumu membuang roti ini" kata Jasmin dengan gerakan cepat mengambil 2roti di dekat Ryo


"lumayan buat makan malam, dasar boros" kata Jasmin sambil terus menggenggam rotinya

__ADS_1


"dasar....


__ADS_2