
Di kediaman Reyhan...
"bagaimana Bian?" tanya Sisil
"berhasil mom sepertinya pernikahannya tidak akan lama lagi digelar" kata Albian
"bagaimana dengan hubunganmu dan Rose?" tanya Dirga
"Rose dan aku masih sama-sama memutuskan untuk fokus dulu dengan membesarkan perusahaan kami masing-masing apa lagi Rose sebagai anak tunggal tanggung jawabnya lebih besar" kata Albian
"hahhhh padahal mommy berharap kalian bisa bersamaan nanti saat menggelar resepsi" kata Sisil
"biar irit sil" celetuk Sarah
"hey kamu menghinaku, hartaku saja sudah di pastikan tidak akan habis sampai keturunanku ke seratus" kata Dirga
"sombong banget" gumam Reyhan
"jadi yang menikah duluan kak Vian dong" kata Farah
"belum tau juga itu terserah mereka berdua" kata Sarah
"apa Jasmin memiliki orang terdekat" tanya Sisil
"sepertinya hanya ibu panti orang yang menampung Jasmin dulu sama temen kerjanya itupun dia tidak begitu dekat karena bagi Jasmin hal utama bagi hidupnya adalah kerja keras ngumpulin uang sebanyak-banyaknya supaya saat tua nanti dia tidak kesulitan karena dia sadar diri jika dia sendiri di dunia ini jadi dia tidak mau merepotkan siapapun" kata Farah
"kasian banget, jika nanti dia sudah benar-benar menjadi menantuku aku akan memberinya banyak kasih sayang yang melimpah hingga dia lupa rasanya bersedih" kata Sisil
"jadi makin sayang, sambil nunggu Vian datang ngobrol di taman belakang yuk kita nostalgia. lagi" kata Dirga
"kambuh lagi bucinnya" gumam Albian
__ADS_1
"jangan sirik, itu Rose buruan di halalin nanti ada yang nyerobot baru tau rasa" kata Dirga
"ntar nangis-nangis" ejek Alfira
"eh jomblo akut gak usah ikut-ikutan ngledek di jodohin Daddy baru nangis-nangis" balas Albian
"biarin" balas Alfira
"udah deh jangan ribut terus bantu aunty di dapur sana jangan tau makan aja" kata Sisil
"lha kamu gak bantuin sil" tanya Sarah
"aku di sini cuma mau senang-senang saja bener gak mas" kata Sisil pada Dirga
"bener banget sayang" jawap Dirga lalu menggandeng Sisil pergi dari sana
"serem banget ya lihat orang bucin" kata Albian
"ntar kamu juga bakal ngerasain, yuk Farah Fira bantu masak" kata Sarah
Makan malam...
"selamat malam maaf terlambat" kata Alvian sambil menggandeng tangan Jasmin masuk ke dalam rumah
"udah kayak truk aja gandengan" sindir Albian
"tau tuh perusahaan kamu tuh urusin kasihan Ryo sendirian" kata Daniel
"iya besok juga mau ngantor lagi" jawab Alvian
"saptu kamu ke kantor rajin banget" kata Dirga yang tau jika saptu Minggu libur
__ADS_1
"Senin deh kalo besok ternyata Sabtu" kata Alvian dengan entengnya
"nih anak dari beruang kutup kenapa jadi monyet pasar malam sih, eh Jasmin tadi kepalanya Alvian habis kepentok apaan di vila" tanya Albian
"hahhhh emmm gak kepentok apa-apa kok" kata Jasmin
"ini sih penyakitnya Daddy bakal di turunin ke Vian hadewww" kata Alfira
"memang uncle Dirga sakit apa sih kok nurun ke kak Alvian" tanya Farah
"mom mending nikahnya di sini aja jangan di bawa ke Indonesia, ngeri aja bayanginnya" kata Albian
"emang ngeri apanya sih, kalo ngomong itu yang jelas, orang aku sehat gini di bilang sakit" kata Alvian
"mom coba deh pukul kepalanya Vian siapa tau bisa langsung sadar" kata Alfira
"ini ngomongin apa sih aunty jadi bingung dari kepentok beruang monyet sakit yang jelas deh bikin pusing aja" protes Sarah
"aunty lihat Daddy sama mommy ngeri nggak kalo lagi berduaan" kata Albian
"eh kamu kira orang tua kamu ini makhluk astral pakek ngeri segala" protes Dirga
"habis Daddy bucinnya gak kenal tempat mesra-mesraan di lakukan secara live di depan anak siapa yang gak ngeri coba nah kalo sekarang di tambah sama Vian bukan cuma ngeri tapi kita berasa kayak bawang goreng di dalam mie ayam cuma pelengkap dad" kata Albian
"makanya di Rosa kawinin jangan di anggurin aja kalo kalian bekerja sama dalam 1 perusahaan bukannya jadi tambah bagus" kata Alvian
"hallah bahasanya pakek ngomong anggurin segala ingat kemarin malem pas lagi galau sok sok an sedih berasa dunianya sudah hancur hemmm sekarang bikin yang lihat berasa lihat film India sana kalo mau pacar-pacaran deket pohon aja" ejek Albian
"ini kenapa jadi bertengkar sih, kita makan malam dulu ya sekalian ngomongin kedepannya nanti tentang hubungan kalian" kata Sisil
"siap mom, mommy memang yang terbaik" kata Alvian sambil tangan kanan merangkul bahu Sisil tangan kiri tetap setia menggenggam tangan Jasmin
__ADS_1
"jangan sampai kamu kehilangan salah satu tangan kamu ya" sindir Dirga
"tuh kan ngeri" kata Albian yang langsung membuat yang mendengar langsung tertawa