
"Jasmin bangun, kita sudah sampai" kata Alvian
"benarkah, tidurku sangat nyenyak sampai tidak sadar jika kita sudah sampai" kata Jasmin malu sendiri
"ayo!" kata Alvian
"vila ini sangat megah dan indah sekali" kata Jasmin
"vila ini pemberian kakek dari istri Daddy yang sudah meninggal" kata Alvian
"sudah meninggal...?" ulang Jasmin
"iya sebelum menikah dengan mommyku Daddy dulu sudah pernah menikah dengan istri sebelumnya namanya Reyna dia kakak uncle Reyhan dan memiliki 2anak yaitu kak Ella dan kak Ello" jelas Alvian
"jadi begitu trus siapa Amel" tanya Jasmin yang membuat Alvian menghentikan langkahnya
"aku akan menceritakan semuanya di dalam, ayo" kata Alvian sambil menggandeng tangan Jasmin memasuki vila
"selamat datang tuan muda dan nona, apa anda ingin minum sesuatu" sambut pelayan yang bertugas di vila
"berikan kami minuman hangat dan beberapa cemilan saja kami akan langsung ke taman belakang" kata Alvian
"baik tuan muda silangkan tunggu sebentar" kata pelayan yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua
"kamu duduk disini sebentar aku akan mengambil sesuatu terlebih dahulu" kata Alvian
"baiklah tapi jangan lama-lama" kata Jasmin
"iya tenang saja" jawab Alvian lalu pergi ke salah satu kamar yang ada di vila tersebut
Beberapa saat kemudian...
"kenapa tidak di minum?" tanya Alvian yang baru saja datang sambil membawa kotak berukuran sedang
"itu apa?" tanya balik Jasmin
"ini Amel" jawap Alvian
"apa...!" kata Jasmin bingung
"kotak ini berisi tentang Amel, bukalah" kata Alvian sambil menyerahkan kotak itu kepada Jasmin
"dia sangat cantik" kata Jasmin setelah melihat foto Amel
"dia sepertimu" kata Alvian yang membuat Jasmin langsung melihat ke arahnya
"sifatnya..." kata Alvian menambahkan
__ADS_1
"memang dia seperti apa?" tanya Jasmin penasaran
"dia sepertimu suka bersandiwara di depan orang lain" kata Alvian
"maksudnya...?" tanya Jasmin bingung
"selalu menganggap diri sendiri orang yang kuat ceria mandiri padahal sebenarnya sangat rapuh dan butuh sandaran" kata Alvian
"apa aku seperti itu?" kata Jasmin
"aku rasa kamu lebih mengenal dirimu sendiri" kata Alvian
"yang membedakan, tapi selain fisik ya?" kata Jasmin
"iya kalau fisik Amel Asia banget dan kamu bule banget" kata Alvian sambil terkekeh
"lainnya maksudku" kata Jasmin gemas dengan tingkah Alvian
"jika Amel dia selalu mengejar-ngejar ku tapi setelah dia hampir mendapatkan ku dia malah pergi begitu saja selamanya" kata Alvian sedih
"dia sudah bahagia di sana" kata Jasmin sambil mengusap lembut tangan Alvian
"kamu tau dari mana?" tanya Alvian
"mommy kamu dan Fira yang cerita semalam" kata Jasmin
"Ooo kamu tau yang membedakan kamu dengan Amel" kata Alvian
"lalu bagaimana Amel sekarang di hatimu" tanya Jasmin
"tidak akan pernah terganti, dia akan selalu berada di hatiku dan mungkin tidak akan pernah aku lupakan" kata Alvian
"lalu aku...?" tanya Jasmin
"apakah jika kamu menyayangi seseorang lalu ada orang baru yang kamu sayangi maka orang yang sebelumnya kamu sayangi akan kamu lupakan begitu saja" tanya Alvian
"jadi posisiku di hatimu" kata Jasmin
"Amel sudah bahagia di tempatnya dia akan selalu kukenang dan kamu adalah masa depanku kebahagiaanku bantu aku bangkit dari masa laluku, maaf jika selama ini aku sering membuatmu bersedih dan kecewa itu karena aku bingung dengan perasaanku di sisi lain aku mulai mencintaimu tapi aku juga takut menyakiti Amel, aku harap kamu mau mengerti Jasmin" kata Alvian
"iya aku sebenarnya juga sudah mengerti semuanya hanya saja aku ingin mendengarnya langsung darimu, trimakasih sudah menyayangiku dan menjagaku selama ini" kata Jasmin tulus
"maukah kamu menikah denganku" kata Alvian sambil mengeluarkan cincin yang di persiapkan nya sebelumnya
"apa ini tidak terlalu cepat" kata Jasmin
"tidak karena mulai saat ini aku akan mengikatmu dengan sangat erat hingga kamu tidak akan pernah jauh lagi dariku" kata Alvian
__ADS_1
"cincin di kotak itu milik siapa?" tanya Jasmin
"cincin itu sebelumnya ingin aku gunakan untuk melamar Amel namun peristiwa mengerikan itu sudah menghancurkan mimpiku saat itu" kata Alvian sedih
"kenapa tidak menggunakan cincin itu saja untuk melamarku" kata Jasmin
"kamu boleh memilikinya tapi cincin yang aku gunakan untuk melamar mu adalah cincin yang aku pegang sekarang" kata Alvian
"kenapa?" tanya Jasmin
"karena mereka memiliki cerita yang berbeda" jawap Alvian
"jadi maukah kamu menjadi kekasihku menikah denganku dan menemani ku sampai tua nanti" tanya Alvian
"iya aku bersedia" jawab Jasmin sambil menitikkan air mata karena terharu dengan perlakuan Alvian
"lihat itu!" kata Alvian sambil menunjuk kelangit yang tiba-tiba ada banyak kembang api yang sangat indah yang membuat Jasmin semakin terharu
kring kring kring
"bagaimana ideku baguskan" tanya Albian
"ide gilamu membuat calon istri ku menangis" kata Alvian
"wowwww kamu di terima padahal aku berharap Jasmin menolak mu" kata Albian
"sayang sekali tebakanmu salah besar" kata Alvian
"sekali lagi selamat ya, jaga dia baik-baik jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, segera kembali mommy ingin merayakan petunanganmu dengan Jasmin" kata Albian
"tentu saja sebentar lagi kami akan pulang, Bian... sekali lagi terimakasih banyak" kata Alvian tulus
"iya sama-sama, hati-hati bawa pulang calon saudara iparku" goda Albian
"sudah aku matikan sekarang" kata Alvian
"jadi kembang api ini ide Bian" tanya Jasmin
"ya... dia yang mengatur semuanya saat kita dalam perjalanan ke vila tadi" kata Alvian
"dia pria yang menyenangkan" kata Jasmin
"maksudnya..." tanya Alvian penuh penekanan dan tatapan tajam
"ya... menyenangkan tapi sayangnya aku justru jatuh cinta kepada pria dingin yang suka bicara sembarang" kata Jasmin
"jadi kamu mencintaiku" goda Alvian
__ADS_1
"sudahlah ayo pulang bukankah mommy mu sudah menunggu kita" kata Jasmin malu karena tanpa sadar sudah mengatakan isi hatinya
"trimakasih sudah mencintaiku" kata Alvian tulus