
Ke esokan harinya di kampus...
"Vi..." panggil Amel
"apa...!" jawap Alvian malas karena saat ini dia sedang jalan sendiri
"ini buat kamu" kata Amel sambil memberikan kotak uang di bungkus cantik
"untuk..." kata Alvian yang masih belum menerima pemberian Amel
"hadiah perpisahan" kata Amel dengan senyum manisnya namun Alvian masih bisa melihat kesedihan di mata Amel
"siapa yang mau pergi" tanya Alvian
"aku lah Vi emang mau siapa lagi, aku di keluarin dari kampus" kata Amel masih mempertahankan senyum manisnya
"kok seneng kayaknya" kata Alvian yang sebenarnya tau jika Amel tengah menyembunyikan kesedihannya
__ADS_1
" karena aku gak perlu belajar lagi, aku bisa hidup semau aku sekarang lagi pula aku mau nunjukin prestasiku ini ke siapa" kata Amel lalu tertawa lebar namun Alvian merasakan kesedihan yang luar biasa dari kata-kata Amel
"udah makan" tanya Alvian
"udah, ini hadiah khusus buat kamu di terima ya simpan baik-baik, kalo di dalam tas ini hadiah buat Albian Alfira Kenzo juga dan yang di bungkus pink ini milik Kenzia" kata Amel
"kenapa tidak kamy berikan sendiri" tanya Alvian
"gak ah bisa nangis aku nanti apa lagi kalo ketemu Kenzia dia udah jadi adik kesayangan aku jadi nitip aja ya" kata Amel yang langsung ingin pergi namun tangannya di tahan oleh Alvian
"tunggu" kata Alvian
"mau aku antar" kata Alvian
""gak usah itu ada supir yang nunggu, udah ya pergi dulu kalo kangen di dalam kotak itu ada foto aku pas lagi manis-manisnya disimpan ya kalo gak mau buat nakut-nakutin tikus aja fotonya di jamin tikusnya bakal kabur semua. Aku udah hampir terlambat selamat tinggal Vi" kata Amel dengan wajah sendu dan langsung berlari cepat ke mobil yang sudah menunggunya
"Vi..." teriak Albian
__ADS_1
"aku dengar kabar Amel di keluarin dari kampus trus alasan dia di keluarkan dari kampus sangat menyakitkan banget buat Amel" kata Albian
"memang apa alasan dia di keluarkan" tanya Alvian
"katanya dia suka melakukan kekerasan di kampus dan..." kata Albian menggantung
"Dan apa kok kayak bingung mau ngomong apa" tanya Alvian yang terlihat seperti memikirkan kata yang tepat untuk di sampaikan padanya
"emmm dia di anggap mencoreng nama kampus karena mamanya yang seorang wanita simpanan yang hobinya gonta-ganti pasangan juga status Amel yang anak di luar nikah" kata Albian yang membuat Alvian membulatkan mata karena baru mengetahui fakta tentang Amel yang sebenarnya
"hancur banget pasti perasaan Amel sekarang" kata Alfira yang tiba-tiba ada di samping saudara kembarnya
"kita cari Amel yuk kita hibur dia" kata Albian
"mau cari kemana aku rasa dia sekarang udah pergi jauh entah kemana, ini dari Amel buat kalian udah ada namanya kayaknya trus yang pink kasihkan ke Zia" kata Alvian yang langsung pergi meninggalkan Albian dan Alfira
"mau kemana Vi" teriak Albian yang melihat Alvian sudah menjauh namun hanya di balas lambaian tangan oleh Alvian
__ADS_1
"Mel kamu di mana sekarang maaf sikap gaku ke kamu selama ini sangat keterlaluan" gumam Alvian dalam hati lalu pergi mengendarai mobilnya untuk menenangkan perasaannya yang sedang tidak baik
"jangan pergi terlalu jauh mel" kata Alvian di dalam mobil yang sebenarnya tanpa di sadarinya Amel sudah mulai mampu mengisi sedikit kekosongan di hatinya