Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 36


__ADS_3

Beberapa saat kemudian miting yang dilakukan Vian dan lainnya pun selesai.


"kak Vi, sudah selesai aku baru saja akan mengirim pesan" kata Rose yang senang melihat Vian keluar dari ruangannya karena selama menunggu dia merasa sangat jenuh dan merasa terintimidasi pandangan para pengawal Alvian yang membuatnya takut untuk bergerak


"yakin cantik jika aku adalah Alvian bukan Albian" katanya


"hahhh....


"ada apa?" kata seseorang yang mampu membuat Rose semakin bingung


"kenapa kalian mirip sekali jadi.... yang mana kak Vian" tanya Rose semakin bingung


"tuan Albian silahkan memasuki mobil anda" kata Nico yang tiba-tiba muncul


"baiklah, sampai ketemu lagi cantik. Aku akan meminta nomor mu pada Vian tunggu nanti malam oke" kata Albian dengan nada genit


"menjijikkan" gumam Alvian


"hahhh kalian mirip sekali tapi dia benar-benar seperti pria hidung belang playboy cap kapal terbang" kata Rose


"sekarang kamu tau alasannya kenapa mereka memilihku menjadi CEO pengganti kan" kata Alvian dengan sedikit penekanan dan hanya anggukan yang di berikan oleh Rose


Setelah itu mereka langsung menuju kembali ke rumah sakit sedangkan Ryo dan Nico kembali ke kantor.


Sesampainya di rumah sakit ...


"aunty bagaimana Daniel" tanya Albian


"operasi nya berjalan dengan lancar hanya saja dia belum melewati masa kritis, kamu pasti sangat lelah istirahatlah di rumah terlebih dahulu" kata Sarah


"tidak aunty Bian baik-baik saja, di mana uncle" tanya Albian lagi


"setelah mendonorkan darahnya tadi katanya dia sedang menyelesaikan sesuatu dulu baru nanti kembali ke sini" jawap Sarah


"bagaimana dengan Farah" tanya Alvian

__ADS_1


"dia sedang beristirahat katanya dia tadi merasa pusing setelah mendonorkan darahnya" jawap Sarah


"aunty makanlah terlebih dahulu mumpung masih hangat" kata Rose


"trimakasih Rose tapi aunty sedang tidak berselera" jawap Sarah


"nyonya makan dulu jika anda sakit siapa yang akan menemani tuan muda" kata Jasmin


" tapi...


"sudahlah aunty makan dulu saja ini adalah makanan spesial untuk aunty" bujuk Rose


"apakah makanan kamu tadi masih ada?" tanya Sarah pada Jasmin


"masih utuh saya berencana memakannya nanti nyonya" kata Jasmin


"apa boleh saya yang memakannya?" pinta Sarah


"tapi ini hanya masakan rumahan yang sederhana hanya roti telur saja" kata Jasmin yang malu memperlihatkan bekalnya


"tapi makanan nona Rose lebih sehat bergizi dan tampak sangat lezat nyonya" kata Jasmin


"makananmu lebih praktis untuk di makan sudah sini jangan banyak berdebat" kata Sarah yang langsung mengambil bungkusan berisi makanan Jasmin


"sepertinya enak" kata Alvian yang langsung mengambil salah satu potongan roti Jasmin


"kenapa kamu membawanya hanya 3potong jika begini aku tidak bisa ikut memakannya" kata Albian a


"tapi itu kan...


"sudahlah kalian makan makanan yang dibawa Rose saja" kata Alvian yang langsung memberikan kotak makanannya kepada Albian


"nona kita belum berkenalan namaku Bian" kata Albian kepada Jasmin


"nama saya Jasmin tuan apa anda kembar dengan tuan Alvian" tanya Jasmin setelah dari tadi penasaran setelah memperhatikan wajah Alvian dan Albian yang sangat mirip

__ADS_1


"apakah aku seorang Albian Putra Dirgantara bisa di sandingkan dengan seorang Alvian seorang karyawan yang belum genap bekerja 1bulan" kata Albian sambil memandang remeh ke arah Alvian


"anda terlihat lebih ramah juga tampan" kata Jasmin sambil nyengir


"dasar..." gumam Alvian


"apakah kamu juga teman Farah" tanya Albian


"iya...


"dia adalah gadis yang pernah tinggal di panti asuhan yang di dirikan keluarga Farah" kata Rose yang langsung memotong begitu saja kata-kata Jasmin


"tapi dia juga berteman baik dengan Farah, benarkan sayang" kata Sarah sambil merangkul bahu Jasmin


"ohya apa kamu tidak bekerja hari ini" tanya Rose yang ingin membuat Jasmin pergi dari sana


"hari ini saya libur mungkin nanti malam akan mengamen lagi, karena semua keluarga sudah berkumpul saya akan pergi saja" kata Jasmin yang memang sudah kurang nyaman berada di antara keluarga Farah


"jika kamu tidak bekerja kamu menemani Farah saja di ruangannya di pasti membutuhkan teman ngobrol saat ini" kata Sarah


"bagaimana jika Rose saja yang menemani Farah biarkan Jasmin pulang untuk istirahat benarkan Jasmin" kata Rose


"baiklah, jika begitu saya pamit dulu sampai jumpa semoga keadaan tuan Daniel segera membaik" kata Jasmin yang langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawapan dari orang-orang yang ada di sana


Sementara itu di kantor...


"pak Nico kenapa ya setelah saya melihat berulang-ulang rekaman cctv di rumah pak Reyhan seperti ada kejanggalan" kata Ryo


"apa maksudnya tunjukkan padaku kejanggalannya" tanya Nico lalu berjalan mendekati meja Ryo


"saya rasa nona Rose di sini tidak sedang merusak mesin mobil pak Daniel tapi justru dia ingin memperbaikinya, saya akan memperbesarnya" kata Ryo lalu kembali mengotak Atik laptopnya


"ya ampun kenapa menjadi membingungkan sih" kata Nico sambil memijat pangkal hidungnya


"apa rencananya akan di ubah, saya takut nona Rose di sini hanya di jadikan kambing hitam saja" kata Ryo serius

__ADS_1


"apa ada kambing hitam secantik dia...........


__ADS_2