
Ke esokan harinya...
Kriiiiiinnngggggggggg 06.00
"huuuaaaaammmmmm ya ampun aku masih mengantuk sekali" gumam Jasmin
"hahhhh apa aku harus pergi ke kantornya, apa kata nanti saja biar aku jalanin dulu saja siapa tau di sana nanti ketemu OB ganteng yang bisa di jadikan tujuan hidup untuk meniti masa depan lebih baik" kata Jasmin sambil cekikikan
"aku akan membuat sarapan dan bekal dulu saja batu mandi, semangat Jasmin semangat" kata Jasmin menyemangati dirinya sendiri
Pukul 07.40......
"selamat pagi kak ruang HRD di mana ya?" tanya Jasmin pada resepsionis
"mau ngelamar kerjaan" tanya resepsionis dengan angkuh
"iya kak saya di suruh tuan Vian langsung menemui HRD" kata Jasmin
"memang kamu sudah pernah bertemu dengan pak Alvian hehhhh kapan memang kalian saling mengobrol" tanya resepsionis dengan gaya mengejek
"kemarin kak" jawap polos Jasmin
"kamu ke mari mau melamar pekerjaan sebagai apa, melihat dari penampilanmu sepertinya kamu hanya akan menjadi OG atau bersih-bersih kamar mandi" kata resepsionis
__ADS_1
"kakak benar sekali karena untuk gadis yang hanya tamatan SMA seperti saya mungkin saya akan di tempatkan di sana, jadi ruang HRD nya di mana kak" tanya Jasmin yang sebenarnya sudah sangat malas berbicara dengan resepsionis sombong di hadapannya
"ada lorong di sebelah kananmu kamu lurus saja nanti ada tulisan HRD kamu langsung masuk saja, di sana pasti juga akan banyak sekali orang yang sedang melamar kerja sepertimu" kata resepsionis
"baik kak trimakasih banyak" kata Jasmin yang langsung pergi meninggalkan si resepsionis
Di depan ruang HRD.....
"eh banyak juga yang nglamar kerjaan, aku kira cuma aku aja sukur deh semoga saja gak diterima" gumam Jasmin
"maaf Bu, saya mau mendaftar melamar pekerjaan di sini" kata Jasmin sopan
"Jasmin Costello, kamu Jasmin yang di rekomendasikan pak Ryo untuk bekerja di sini ya, silahkan langsung ke menuju ke lantai 55 biodata kamu biar tetap disini"
"tidak ada wawancara dulu" tanya Jasmin bingung
"baiklah Bu trimakasih banyak" kata Jasmin lalu langsung pergi menuju lift yang akan membawanya ke lantai 55
Setelah masuk lift Jasmin makin bingung dengan pekerjaan apa yang akan di berikan Alvian padanya, hingga tidak terasa dia pun sampai ke lantai 55.
"selamat pagi Bu saya di suruh ke ruangan pak Ryo ruangannya di mana ya?" tanya Jasmin kepada wanita yang pertama dia temui setelah keluar dari lift
"kamu terlambat lebih dari 15menit, masuk ruangan saya" kata Alvian dingin
__ADS_1
"maaf tuan, tapi orang dari HRD nyuruh saya menemui pak Ryo" kata Jasmin
"disini yang jadi pimpinan kamu apa saya" tanya Alvian
"maaf tuan" jawap Jasmin sambil menunduk karena takut dengan ekspresi yang di tunjukkan Alvian
"masuk ruangan saya" perintah Alvian yang langsung di turuti oleh Jasmin
Setelah berada di dalam ruangan Alvian
"kamu di sini bekerja sebagai OG khusus untuk saya, tugas kamu mengurus segala kebutuhan saya dan melaksanakan perintah apapun yang saya berikan" kata Alvian lalu menyerahkan sebuah map di hadapan Jasmin
Melihat tidak adanya respon dari Jasmin langsung membuat buruk suasana hati Alvian
"apa saya harus membantumu duduk dan membacakan isi dari map itu" kata Alvian dingin
"eh emmm iya, emmm saya duduk di mana?" tanya Jasmin gugup dan bingung antara duduk di kursi yang ada di hadapan Alvian atau sofa yang ada di ruangan tersebut
"apa perlu saya memangkumu sambil membacakan mu isi di dalam map itu Bruakkkk kamu merusak suasana hati saya, sekarang kamu keluar jika sudah mengerti temui Ryo kapan kamu bisa mulai bekerja" kata Alvian setelah sempat menggebrak meja
"permisi" kata Jasmin yang langsung keluar dari ruangan Alvian
Sesampainya di luar ruangan Alvian Jasmin langsung menangis sejadi-jadinya, dia sangat marah dan tidak terima dengan apa yang sudah Alvian lakukan padanya, karena terbawa emosi Jasmin pun langsung menyobek kertas yang berada di dalam map yang di berikan Alvian tadi.
__ADS_1
"AKU TIDAK PERNAH AKAN MAU BEKERJA DENGAN LAKI-LAKI KEJAM SEPERTIMU BAIK UNTUK SAAT INI ATAU PUN SELAMANYA, MANUSIA ES BERUANG KUTUP KULKAS 4PINTU NGGAK PUNYA HATI NURANI..." teriak Jasmin meluapkan semua kekesalan yang ada di hatinya dan langsung pergi meninggalkan perusahaan Alvian
"gadis bar-bar tidak punya sopan santun" gumam Alvian yang bisa mendengar semua umpatan Jasmin karena ternyata Jasmin tidak menutup rapat pintu ruangan Alvian