
Saat ini Amel berjalan memasuki sebuah aula hotel yang sudah di hias dengan sangat mewah. Dia sangat menyukai tema dan disain acara resepsi pernikahan kakak dari Alvian. Namun lagi-lagi saat melihat pandangan mata dari keluarga Alvian dia merasa pandangan mereka penuh kewaspadaan dan dia harap itu hanya perasaannya saja.
"Vi biasanya kan kalo mempelai udah duduk di pelaminan kan para tamu mulai memberi ucapan selamat kenapa ini nggak" tanya Amel heran
"sebenarnya ada sedikit masalah pribadi Mel tapi kamu tenang aja semua akan baik-baik saja" kata Alvian mencoba menenangkan Amel
"masalah apa?" tanya Amel kepo
"entahlah aku juga belum jelas yang pasti ada seseorang yang sedang menculik mantan istri kak Bagas buat menghancurkan acara ini makanya kamu pasti merasa ada beberapa orang yang seperti sedang mengawasi sesuatu" kata Alvian
"iya Vi pantas saja aku dari tadi merasa ada yang berbeda dengan pesta ini" kata Amel
Saat asik ngobrol tiba-tiba saja ada 4pelayan yang membawa masuk sebuah kado cukup besar sehingga mereka membawanya menggunakan troli.
"kado dari siapa Vi gede banget" tanya Amel
Belum juga mendapatkan jawapan dari Vi tiba-tiba Bagas berteriak
"berhenti disana" teriak Bagas yang membuat semua orang langsung melihat ke arahnya
"siapa yang mengirim kado itu" tanya Bagas kepada ke empat pelayan yang membawanya
"maaf tuan katanya tadi ada yang bilang jika kado ini di suruh di bawa masuk setelah tuan dan nyonya duduk di pelaminan" kata pelayan itu sedikit takut
"Hans!" panggil Bagas
"saya juga baru tau tuan bagaimana kalau kita periksa sekarang saya akan menyuruh anak buah saya yang membuka" kata Hans
"baiklah" jawap Bagas
Setelah itu datang 2 bodyguard suruhan Hans yang langsung membuka kado besar itu langsung di depan para tamu undangan dan ternyata adalah...
dor dor dor...
"Amelll....
"Amelll...
__ADS_1
"Sesilia...
"seseorang panggil ambulans sekarang, Hans kejar wanita itu" teriak Bagas antara panik dan marah
"Amel bangun Mel Amel bangun" teriak Alvian sambil terus memeluk Amel yang saat ini sudah tidak sadarkan diri karena 3luka tembak yang di terimanya
Flashback...
"kenapa aku seperti mengenal pelayan itu ya wajahnya tidak asing bagiku" gumam Amel yang tanpa sengaja terus memperhatikan pelayan yang gerak geriknya sangat mencurigakan menurutnya
Saat ini semua orang sedang fokus melihat isi kado yang ternyata adalah Bella mantan istri Bagas yang sudah tak bernyawa lagi sehingga mereka tidak menyadari jika Sesilia atau mama Amel sudah berada di dekat Bagas dan Ella.
"mama... apa benar itu mama kenapa mama bawa pistol mama mau bunuh siapa?" gumam Amel terkejut dengan apa yang di lihatnya dan Amel lebih terkejut lagi saat mamanya membidikkan pistol yang ternyata di arahkan kepada Bagas dan Ella. Menyadari akan hal itu Amel reflek berlari untuk melindungi Bagas dan Ella yang selama ini selalu menganggapnya seperti adik sendiri
"kak..." teriak Amel yang langsung berlari memeluk Ella dan Bagas hingga mereka bertiga terjatuh namun naas 3 tembakan berhasil bersarang tepat di punggung Amel
Flash off
"Mel Amel bangun Mel kenapa ambulans nya lama sekali" teriak Alvian yang panik karena gadis yang di cintai nya tidak menunjukkan pergerakan sedikitpun
"Mel kamu bertahan ya ambulans nya akan segera datang, kamu gadis kuat Mel bertahan ya Mel" kata Alvian sambil terus menangis
"kak Ella mana kita kan belum foto bareng" kata Amel yang membuat semua orang semakin merasa sedih
"nanti ya kalo kamu udah sembuh" kata Ella sambil menghampiri tubuh Amel yang sudah penuh dengan darah
"Vi fotoin aku sama kak Ella ya kamu mau kan" kata Amel lagi
"tapi...
"lakukan Vi..." kata Bagas sambil menepuk bahu Alvian
"kak Ella sama kak Bagas senyum dong" kata Amel dengan sedikit terbata dan...
cekrek cekrek cekrek
"Amel Mel Amel bangun Mel" teriak Ella yang melihat Amel kembali tidak sadarkan diri
__ADS_1
"segera tolong korban pak" teriak Alvian kepada petugas ambulans yang baru datang
Di rumah sakit...
"Vi bagaiman Amel" tanya Sisil yang saat itu datang bersama Dirga dan Albian
"mom Amel akan baik-baik saja kan" kata Alvian yang langsung memeluk mommy nya sambil menangis
"Amel akan baik-baik saja Vi dia di tangani dokter terbaik sekarang" kata Dirga mencoba menenangkan putranya itu
"Vi ini minum dulu agar tenang" kata Albian sambil memberikan botol minuman yang di bawanya pada Alvian
Tiba-tiba pintu kamar operasi Amel terbuka dan dokter dan oerawat yang mengoperasi Amel memanggil Dirga dan keluarganya
"bagaimana dokter keadaan Amel" tanya Alvian
"maafkan kami nona Amel sudah pergi untuk selama-lamanya peluru yang di tembakkan ke dalam tubuh nona Amel ternyata beracun maafkan kami sebentar lagi Anda bisa melihat jenazahnya" kata dokter lalu kembali masuk ke ruang operasi
"Amel mom Amel" gumam Alvian yang sudah tidak mampu lagi berkata-kata dia hanya terduduk lemas di lantai sambil terus memeluk Sisil
"sabar Vi kamu harus kuat Tuhan lebih sayang Amel" kata Sisil sambil terus memeluk putranya
"mari kita lihat jenazahnya Amel" kata Dirga yang melihat perawatan sudah membuka ruangan dimana Amel berada
"Mel Amel..." kata Alvian lirih sambil mengusap lembut kepala Amel
"Vi..." kata Sisil sedih melihat putranya begitu terpuruk saat ini
"mas kamu bantu Ello mengurus pemakamannya Amel ya" kata Sisil sedih
"iya sayang kamu di sini saja dengan Vian dia sangat membutuhkanmu saat ini" kata Dirga yang hanya di balas anggukan oleh Sisil
"Mel bangun Mel maafin aku bukan kah kamu ingin mendengar ungkapan cinta dariku, bangun Mel kamu harus dengar Mel aku selama ini juga sangat mencintaimu tapi aku terlalu pengecut dan malu setiap ingin mengungkapkan ini kepadamu" kata Alvian sambil terus meneteskan air mata
"bangun Mel aku mencintaimu Mel setelah ini jika kamu ingin kita makan seblak tiap hari aku gak akan nolak lagi Mel Amelll..."
"maafkan aku mellll" gumam Alvian sambil terus menyesali kebodohannya yang belum sempat mengungkapkan perasaannya selama ini kepada Amel
__ADS_1