
"Vi sudah hampir satu Minggu kenapa kamu masih seperti ini mana Alvian yang mommy kenal dulu yang selalu tersenyum dan menyapa mommy tiap pagi, kamu tau Vi mommy sepertinya tidak hanya kehilangan Amel tapi mommy juga kehilangan kamu Vi" kata Sisil
"mom maafin Vian yang udah buat mommy sedih tapi Vian masih menata hati Vian mom" kata Alvian sambil meletakkan kepalanya di pangkuan Sisil
"apa kamu mau ikut uncle saja ke Belanda kamu bisa menjalankan bisnis Daddy mu di sana, kamu gak kasihan sama uncle yang sudah tua ini" kata Reyhan
"bagaimana menurut mommy?" tanya Alvian sambil melihat mommy nya
"ya terserah kamu kan kamu yang jalanin" kata Sisil lembut sambil membelai rambut putranya
"beri waktu beberapa hari uncle Vian mau memikirkannya dulu" kata Alvian
"oke uncle akan kembali ke Belanda 1minggu lagi jadi uncle harap sebelumnya kamu sudah memberi jawapan pada uncle, uncle harap kamu mau menerimanya Vi karena di sini sudah ada Ello dan Albian yang akan mengurus perusahaan daddymu" kata Reyhan
"oke uncle nanti akan segera Alvian beri kabar" jawap Alvian
"kamu udah rapi gini mau kemana?" tanya Sisil
"mau kemana lagi mom kalo tidak ke makamnya Amel, bunga-bunga yang ada di makamnya Amel pasti udah layu jadi mau Vian ganti dengan bunga yang lebih segar" mendengar jawapan Alvian Sisil hanya bisa menarik nafasnya
Di makam Amel
__ADS_1
"Hay Mel, uncle mengajakku ke Belanda bagaimana menurutmu" kata Alvian sambil meletakkan mawar putih di atas makam Amel
"aku bingung Mel, sebenarnya keluargaku ingin aku tidak terpuruk seperti ini tapi jujur Mel aku memang masih belum siap kehilanganmu secepat ini kamu terlalu dalam Mel masuk ke hatiku" kata Alvian sambil duduk di atas tanah sambil membelai batu nisan Amel sambil termenung mengingat masa-masa indah yang di lakukannya dengan Amel
Setelah beberapa hari...
" Vi besok malam uncle akan kembali ke Belanda jadi bagaimana, apa keputusanmu?" tanya Reyhan
"Vian belum tau uncle Vian masih bingung" jawap Alvian namun tiba-tiba hp Reyhan berbunyi
"sebentar Vi uncle angkat telpon dulu sepertinya ini dari kepolisian" kata Reyhan lalu pergi untuk mengangkat panggilan telepon
"Vi mommy tidak memaksa kamu untuk ke Belanda jika kamu menolak pun kami tidak keberatan" kata Sisil mencoba menenangkan putranya
"Sesilia mengalami kecelakaan saat mencoba kabur dari kejaran polisi dan dia dikabarkan meninggal di tempat" kata Reyhan tiba-tiba hingga mengejutkan beberapa orang
"kita jangan percaya dulu, kita harus memastikan sendiri jika Sesilia sudah meninggal jangan sampai kita tertipu seperti dulu" kata Dirga
"Leo dan Hans sudah menuju TKP mereka yang akan mengurus dan memastikan semuanya" kata Reyhan
"semoga Sesilia benar-benar sudah meninggal mas, dia benar-benar wanita yang berbahaya" kata Sesilia
__ADS_1
"mom Vian ke kamar dulu" kata Alvian yang pergi begitu saja meninggalkan keluarganya yang masih membahas kematian Sesilia mama Amel
Setelah sampai di kamarnya Alvian langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur king size nya sambil memikirkan berita kematian Sesilia.
"Mel mama kamu meninggal Mel, jika dia benar apa dia mau menemuimu disana, bukankah kamu merindukannya, tapi bagaimana jika di sana dia masih mau menyakitimu" banyak hal yang di bayangkan Alvian saat ini tentang Amel
"Hay Vi apa kabar"
"Mel kamu cantik sekali dengan gaun putih itu"
"kamu tau tidak akhirnya aku bisa bersama-sama lagi dengan mama, aku ingin memperkenalkan mamaku kepada pria yang sangat aku cintai yaitu kamu tapi sayang sekali mama masih tidur"
"apa kamu bahagia"
"tentu saja aku sangat bahagia, kamu harus terus berjuang mencari kebahagiaanmu sendiri Vi waktu kamu masih panjang gunakan dengan baik"
"tapi kebahagiaanku saat ini kamu Mel"
"saat ini Vi tapi tidak untuk masa yang akan datang, kamu harus ingat sesuatu Vi jika suatu saat kamu sudah menemukan seseorang yang berarti di hati kamu perjuangkan dan jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan mu padanya jangan sampai kamu menyesal seperti saat ini, jika kamu sedih aku juga ikut sedih Vi, jadi semangat ya masa depan kamu masih panjang. Seseorang tengah menunggu kehadiranmu Vi. Berbahagialah di duniamu karena aku sudah bahagia di duniaku, selamat tinggal" dan tiba-tiba...
"Amel..." teriak Alvian yang ternyata tertidur dan bermimpi bertemu dengan Amel
__ADS_1
"Amel..." gumam Alvian sedih sambil memikirkan apa yang di katakan Amel di mimpinya
"apa aku harus ikut uncle ke Belanda tapi tapi bagaimana denganmu Mel"....