
Setelah makan malam yang tenang...
"kamu nginep sini ya Jasmin" kata Farah
"tapi besok aku harus kerja mending aku pulang aja" kata Jasmin
"memang besok kerja apa sih" tanya Alvian
"ada temen yang ngajak nyebar brosur di jalan lumayan kan cuma sampai siang aja kok" kata Jasmin
"apa gaji dari kantor masih kurang, ingat kamu itu baru sembuh" kata Alvian
"benar Jasmin, istirahat saja dulu jangan langsung kerja berat, kamu cukup fokus kerja di kantor Vian aja" kata Sisil
"bener banget besok kita sarapan bareng di taman belakang aja pasti enak, jangan lupa Bian Rose kamu ajak besok biar rame" kata Sarah
"siap aunty sayang" jawap Albian
Ke esokan harinya...
"mommy Jasmin bantu bawa yang sudah matang ke taman belakang ya?" kata Jasmin
"tentu saja, Farah bantu Jasmin ya?" kata Sisil
"iya aunty" jawap Farah
"seneng ya sil kita bisa kumpul-kumpul kayak gini lagi sayang ke empat anakmu yang lain tidak bisa ikut" kata Sarah
"nanti saat pesta pernikahan Vian di gelar kita akan seperti ini terus dan aku akan mewajibkan semuanya untuk berkumpul bersama" kata Sisil
"kangen Sasa deh pasti suasananya makin rame" kata Sarah
"iya" jawap Sisil
"pagi mom, bian keluar dulu ya jemput Rose katanya dia malas bawa mobil" kata Albian
"modus aja dia itu, ya udah nanti sekalian beli buah ya buat salad" kata Sarah
"buah apa aunty?" tanya Albian
"Rose juga tau tanya dia aja, udah buruan makanannya hampir siap" kata Sarah
__ADS_1
"tenang aunty kan Deket Bian pergi dulu" pamit Albian
"hati-hati"
"pagi..." sapa Alvian
"tumben turun udah mandi" kata Sarah
"kan ada calon mantu, Jasmin di mana aunty apa belum bangun" tanya Alvian
"sudah, dia lagi di taman belakang nyiapin buat sarapan" kata Sarah
"Bian sama Fira!" tanya Alvian lagi
"Bian jemput Rose kalo Fira lagi olahraga tadi mungkin sekarang lagi mandi" kata Sarah
"Vian ke nyusulin Jasmin dulu aunty" kata Alvian
"sekalian nih pisangnya di bawa" kata Sarah
"oke aunty" jawab Alvian
"pagi, ini pisangnya taruh di mana?" tanya Alvian
"taruh di meja kecil yang di sana aja" kata Farah
"Jasmin cantik banget pagi ini" goda Alvian
"bajunya maksudnya yang cantik, aku pinjam punya Farah tadi kan aku kesini gak bawa baju" kata Jasmin
"kamunya yang cantik bukan bajunya" kata Alvian memperjelas
"cieee masih pagi ini, hargai yang masih jomblo kenapa sih" omel Farah
"eh iya lupa kalo ada orang ketiga" ejek Alvian
"urusin sendiri aja deh, Jasmin aku bantuin mama aja males disini jadi obat nyamuk" kata Farah lalu pergi begitu saja
"tuh ngambek kan" kata Jasmin
"biarin aja gak usah di peduliin, ohya kamu duduk dulu deh aku mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Alvian serius yang langsung di turuti Jasmin
__ADS_1
"ada apa?" tanya Jasmin
"aku mau pernikahan kita di laksanakan bulan ini kamu mau kan!" tanya Alvian
"apa tidak terlalu cepat bukankah mengurus dokumennya sangat rumit dan lama belum lagi baju dan lainnya, temanku saja saat mau menikah dulu butuh proses sampai 3bulan" kata Jasmin yang belum menyadari jika lelaki di hadapannya saat ini bisa melakukan apa saja yang dia mau dan inginkan dengan mudah
"kamu cukup bilang iya aku akan urus semuanya mulai dari sekarang" kata Alvian
"keluargamu...." tanya Jasmin khawatir
"bilang iya aja gak sampai 1minggu juga beres semuanya, kamu tinggal bilang pesta seperti apa yang kami inginkan semua bakal di kabulkan sama Vian" kata Alfira yang tiba-tiba sudah ada di antara mereka
"jadi bagaimana?" tanya Alvian
"kamu mau ya?" kata Alvian tidak sabaran
"harus mau deh gak boleh nolak" katanya lagi
"oke Fira masalah baju tanggung jawab kamu lainnya biar mommy yang urus" kata Alvian tiba-tiba
"eh tapi aku kan belum...
"setelah sarapan nanti kamu pergi sama Farah dan Rose ke salon untuk perawatan, mereka berdua pasti tau apa saja yang di perlukan oke sayang" kata Alvian
"kerjaan aku!" tanya Jasmin
"kamu aku kasih cuti sampai melahirkan habis itu nanti aku akan memikirkan lagi kerjaan kamu" kata Alvian
toengggggg
"hey sakit Fira kamu gila ya mukul kepala aku pake nampan, itu kan keras" kata alvain sambil menggosok-gosokkan tangannya ke kepalanya yang sakit
"sadar bos nikah aja belum udah ngasih cuti sampai melahirkan mana ada kayak gitu, mending gak usah kerja aja kamu Jasmin ntar juga dapat gaji langsung dari suami" kata Alfira
"tapi....
"oke deal ya aku mau ke tempat uncle Reyhan sama Daddy dulu, trimakasih sayang" kata Alvian senang sambil mencium singkat bibir Jasmin
"kayaknya pukulan aku tadi membuatnya semakin gila, kamu masih ada waktu berubah fikiran Jasmin" kata Alfira sedangkan Jasmin hanya bisa tertawa melihat kedua saudara kembar itu berdebat
"aku benar-benar wanita yang beruntung bisa masuk ke keluarga ini aku berjanji akan selalu menyayangi dan mengapdikan hidupku hanya kepadamu trimakasih sudah menyayangiku" kata Jasmin dalam hati
__ADS_1