Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 58


__ADS_3

Ke esokan harinya di kantor Alvian...


"pagi tuan ini kopi anda" kata Dio


"di mana Jasmin?" tanya Alvian


"bukankah baru besok dia masuk tuan" kata Dio


"baiklah lanjutkan pekerjaanmu" kata Alvian lalu mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya


tring.... bunyi pesan masuk di hp alvian


"masih jaman aja ngirim pesan apa gak bisa langsung telpon" gumam Alvian sambil mulai membuka pesan di hpnya


"maaf saya akan ke apartemen mengambil beberapa barang milik saya" isi pesan dari Jasmin


"ambil semua barang yang pernah kamu gunakan jangan sampai tersisa"


"apa peralatan dapur juga kan semuanya sudah pernah aku gunakan😁"


"jika bisa kamu bawa, bawa saja"


"oke bisnya sudah tiba saya pergi dulu"


"hati-hati"


"siappp bosss!"


"apa aku pulang saja ya membantu dia membawa barang-barangnya tapi barangnya hanya sedikit" gumam Alvian


"ada apa? apa ada masalah!" tanya Ryo


"apa jadwalku hari ini" tanya Alvian


"makan siang bisnis dengan perusahaan Coatsler" kata Ryo


"Rose...!" tanya Alvian memastikan


"yup benar sekali" jawap Ryo


"kita ada kerja sama apa dengan keluarga Rose" tanya Alvian


"hotel di Paris" jawab Ryo


"ya ampun kenapa aku bisa lupa proyek besar itu" kata Alvian


"kenapa terlihat sangat terbebani" tanya Ryo


"aku mencium bau perjodohan di sini" kata Alvian

__ADS_1


"nona Rose gadis yang baik meskipun dulu dia hampir menghancurkan keluarga tuan Reyhan" kata Ryo


"apa tidak bisa kamu saja yang datang" kata Alvian


"maaf tuan sepertinya ini adalah makan siang keluarga karena tuan Reyhan dan istrinya juga hadir" kata Ryo


"ini semakin membuatku takut untuk datang" kata Alvian yang membuat Ryo berusaha keras menahan tawanya


"jika anda takut di jodohkan kenapa tidak bawa seseorang saja nanti" kata Ryo


"siapa?" tanya Alvian


"saya rasa anda tau jawapannya, saya akan melanjutkan pekerjaan saya dulu" kata Ryo langsung keluar dari ruangan Alvian


"memang siapa yang bisa aku ajak nanti siang hahhhh bikin pusing saja" gumam Alvian


"ahhh Jasmin iya Jasmin aku akan menghubunginya sekarang" kata Alvian langsung menelpon Jasmin


"hallo... ada apa?"


"kamu di mana sekarang?" tanya Alvian


"di apartemen kan tadi udah bilang ini saja aku baru keluar dari lift"


"kalo begitu jangan kemana-mana tunggu saya sebentar di dalam apartemen oke" kata Alvian yang langsung pergi begitu saja untuk menyusul Jasmin yang saat ini sedang ada di apartemennya


"kamu sudah makan" tanya Alvian pada Jasmin yang saat itu sedang menonton tv


"sudah dirumah, ada apa anda menyuruh saya menunggu disini apa ada hal penting" tanya Jasmin


"kamu nanti akan ikut denganku ke acara makan siang" kata Alvian


"hahhh acara makan siang, sepertinya bukan makan siang biasa?" kata Jasmin curiga


"kenapa kamu tanya seperti itu!" kata Alvian gugup


"iya karena di awali dengan kata acara biasanya tinggal bilang nanti makan siang dengan saya gitu kan" kata Jasmin


"hahhhh oke sepertinya aku harus jujur padamu karena setelah tinggal denganku selama 1bulan kamu jadi tambah pinter" kata Alvian


"jangan mulai deh..." kata Jasmin yang sudah malas berdebat dengan Alvian


"aku ada makan siang bisnis hari ini dan aku mencium bau bau perjodohan di sini kamu mau bantu gak" kata Alvian


"bantu gimana dulu" kata Jasmin


"bantu aku dengan pura-pura menjadi kekasihku nanti, jadi mulai sekarang berhenti berbicara formal denganku" kata Alvian


"apa gak ada cewek lain kenapa harus saya sih" kata Jasmin

__ADS_1


"ya karena hanya kamu yang bisa" kata Alvian


"gak ah nanti anda malah malu, lagi pula saya juga tidak punya baju yang layak untuk di pakai" kata Jasmin


"kalau itu saya yang mengurus kamu tinggal ikuti saja" kata Alvian


"kenapa tidak nona Rose saja sih" kata Jasmin


"kenapa kamu jadi cerewet sekali sih sudah sekarang ikut saya, saya akan membuatmu layak menjadi pendamping saya nanti" kata Alvian yang langsung menarik tangan Jasmin agar mengikutinya


Di sepanjang perjalanan Jasmin terus memprotes apa yang dilakukan oleh Alvian namun tidak digubris oleh Alvian. Jasmin diajak ke mall oleh Alvian mereka membeli baju tas sampai sepatu yang akan digunakan oleh Jasmin. Setelah itu mereka pergi ke salon untuk melakukan perawatan.


"tuan sudah siap" dan keluarlah Jasmin dengan penampilan yang anggun dan sangat cantik tentunya.


"tuan apa aku cantik" kata Jasmin namun Alvian hanya diam dan terus menatapnya


"apa aku jelek" kata Jasmin lagi namun tetap tidak membuat Alvian bereaksi


"bukankah aku sudah bilang jika nanti aku akan mempermalukanmu" kata Jasmin


"tuan nona Jasmin sangat cantik kan" kata pemilik salon namun Alvian masih terdiam sambil terus menatap Jasmin


"ya sudah lah jika saya sejelek itu aku akan membersihkan make up ku dan mengganti baju ku lagi" kata Jasmin yang membuat Alvian langsung tersadar dari lamunannya


"eh jangan, maaf kamu sangat cantik, ya sudah ayo acaranya sebentar lagi ingat jangan panggil tuan nanti" pesan Alvian


"lalu saya harus memanggil apa?" tanya Jasmin


"sayang juga boleh biar mereka nanti percaya" kata Alvian


"ah tidak tidak saya akan memanggil kak Vian aja bias kayak Farah" kata Jasmin


"nanti kita di kira adik kakak" kata Alvian


"mau apa tidak usah pergi" ancam Jasmin


"oke oke sudah ayo kita pergi sekarang" kata Alvian


"tapi aku tegang sekali" kata Jasmin


"tenang saja aku akan memegang tanganmu terus nanti jadi apapun yang terjadi jangan lepaskan tangan saya kamu mengerti kan kan" kata Alvian


"apa boleh" tanya Jasmin dengan polosnya


"kita mulai dari sekarang ayo" kata Alvian yang langsung menggandeng Jasmin keluar dari salon


Setelah beberapa saat akhirnya Jasmin dan Alvian sudah tiba di restoran tempat mereka akan bertemu dengan keluarga Rose.


"Mommy Daddy apa yang kalian lakukan di sini...!!!

__ADS_1


__ADS_2