
Di dalam mobil dia terus merutuki kebodohannya kenapa dia tadi susah-susah menggendong Jasmin sehingga membuatnya dia menjadi pusat perhatiankaryawannya. Namun entah mengapa saat melihat Jasmin dia selalu seperti mengingat Amel gadis yang di cintainya dulu yang selalu terlihat bahagia diluar namun selalu menendang masalah dan kesedihannya dengan rapi saat bersama orang lain.
"Amel, aku kangen Mel sedang apa kamu sekarang, apa keluargaku memperlakukan makammu dengan baik apa mamamu di sana tidak menyiksamu apa kamu....
"uchhhh eh maaf saya ketiduran, lho kok emmm kita mau kemana tuan?" tanya Jasmin yang baru saja sadar jika dia sedang di mobil bersama Alvian
"mengantarmu pulang, kamu membuat Dio repot sehingga dia kesulitan melakukan pekerjaannya makanya aku membawamu pulang saja" kata Alvian tanpa melihat ke arah Jasmin
"ya ampun padahal tadi aku sudah berusaha agar tidak membuatnya khawatir, aku akan meminta maaf nanti" gumam Jasmin
"tuan sepeda saya?" tanya Jasmin
"jangan khawatir aman di kantor tidak akan ada yang mau dengan rongsokan" kata Alvian
"astaga itu mulut kalo ngomong enak banget dasar beruang kutup berhati batu" gumam Jasmin namun sebenarnya Alvian masih bisa mendengarnya
"pak berhenti di toko roti sebentar ya?" kata Alvian pada supir kantornya
"baik tuan" jawap sang supir
"eh mau ke mana?" tanya Jasmin bingung tiba-tiba Alvian keluar dari mobil dan meninggalkannya begitu saja
kring kring kring (bunyi hp Alvian yang tertinggal)
"oh nona Rose yang menelpon, woahhh mereka berpacaran rupanya, tampan cantik sama-sama kaya ya ampun apa kabar dengan orang seperti ku ini hahhh meskipun ke adaanku seperti ini aku harap pasanganku sedikit saja lebih kaya dariku tidak perlu muluk-muluk cukup pegawai kantor yang jujur dan penyayang saja aku sudah puas" gumam Jasmin
"hp nya bunyi terus jangan-jangan penting apa aku bawa ke tuan Vian aja ya, takut terjadi apa-apa dengan nona Rose, tapi kepalaku masih sangat pusing emmmm ya sudah lah pelan-pelan saja jalannya" akhirnya Jasmin keluar dari mobil untuk memberikan hp alvian
Brughhh
"achhhh kakiku kenapa lemas sekali, untung hpnya tidak jatuh, jika terjadi apa-apa dengan hpnya bisa jadi buruh seumur hidup aku" kata Jasmin
__ADS_1
"nona tidak apa-apa saya bantu berdiri saja" kata supir menghampiri Jasmin yang terjatuh
"aduh maaf merepotkan pak emmm ini saja tolong berikan kepada tuan Alvian" kata Jasmin sambil memberikan hp Alvian yang masih berdering
"baik, saya bantu naik ke mobil lagi ya?" kata supir
"baiklah, maaf merepotkan" kata Jasmin
"siku Anda berdarah?" kata supir
"ahhh iya benar tadi aku takut hpnya jatuh jadi aku menahan benturan dengan siku ku, tapi saya tidak apa-apa jangan khawatir" kata Jasmin
"kenapa keluar sudah aku katakan untuk menunggu sebentar kan" kata Alvian yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka
"maaf tuan nona tadi mau menyerahkan hp anda yang dari tadi berbunyi karena takut ada yang penting" kata supir sambil menyerahkan hpnya kepada Alvian
Saat melihat siapa yang meneleponnya dia heran karena Rose menelponnya sampai 4x
"telpon balik saja takut terjadi apa-apa dengan nona Rose" kata Jasmin yang sedang di tolong supir untuk berdiri
"kenapa sikumu berdarah" kata Alvian melihat luka di kedua siku Jasmin dan mengeluarkan darah
"tadi nona jatuh saat akan mengantar hp tuan mungkin badannya masih lemas" jelas supir
Setelah menghela nafas Alvian pun langsung menelpon balik Rose
"hallo Rose ada apa menelpon ku" tanya Alvian sambil memperhatikan Jasmin yang sedang di bantu supir masuk ke dalam mobil
"tidak ada apa-apa aku hanya bingung saja mau ngapain karena disini aku gak ada kerjaan, di sana kan sudah waktunya makan siang jadi kak Vian pasti sedang tidak melakukan pekerjaan" kata Rose dengan entengnya
"jika tidak ada kerjaan hubungi Farah jangan aku" kata Alvian
__ADS_1
"ich kak Vian ini, ya sudah selamat makan siang ya kak jangan lupa makannya sambil membayangkan wajah Rose" kata Rose sambil cekikikan
"byeee" kata Alvian yang langsung mematikan sambungan telponnya
Di dalam mobil Alvian terus saja diam sambil melihat keluar jendela, dan hal itu membuat Jasmin khawatir
"apa nona Rose tidak apa-apa?" tanya Jasmin
"lain kali jika melihat hpku berbunyi biarkan saja mau itu penting atau tidak bukan urusanmu kan" kata Alvian
"maaf sudah lancang memegang hpnya, tapi saat saya jatuh tadi saya sudah sekuat tenaga melindungi hp itu kok jadi saya yakin 100% jika hp nya tidak sampai menyentuh tanah" kata Jasmin yang takut di salahkan
"jadi kamu mengkhawatirkan hp ku lihat ini" kata Alvian tiba-tiba membuka kaca mobilnya dan melempar sembarangan hpnya
"eh kenapa di buang kan masih bagus atau setidaknya jika sudah tidak menginginkannya tuan Vian bisa memberikannya pada orang lain seperti saya contohnya" kata Jasmin
"mana hpmu" tanya Jasmin
"ini!" sambil memberikan hp jadulnya yang sudah banyak retakan dan goresan
"heyyyy hp kesayanganku" teriak Jasmin karena ternyata Alvian juga membuangnya
"kenapa membuangnya, itu salah satu harta berhargaku yang aku beli dengan hasil keringatku sendiri" omel Jasmin dengan mata berkaca-kaca
"berharga, rongsokan seperti itu seharusnya sudah di musnahkan sebelum di buat" kata Alvian
"hentikan mobilnya sekarang!!!" teriak Jasmin dan supirnya pun langsung menepikan mobilnya
"aku sudah tidak tahan dengan sikapmu, sekarang lakukan semua yang ingin kamu lakukan aku tidak peduli, mau membawaku ke kantor polisi juga terserah, kamu orang yang egois tidak punya hati nurani tidak pernah mau mengerti perasaan orang lain" kata Jasmin yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Alvian dan langsung keluar dari mobil Alvian
Melihat apa yang di lakukan Jasmin hati Alvian sedikit sakit namun dia tetap terlihat cuek dan hanya memperhatikan Jasmin yang berjalan dengan terseok-seok menjauh dari mobilnya
__ADS_1
"tuan, apa nona tidak apa-apa?" tanya supir yang khawatir melihat Jasmin
"biarkan saja sepertinya dia sudah sembuh" kata Alvian namun masih terus memperhatikan gerak gerik Jasmin dari kaca spionnya