Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 21


__ADS_3

Saat istirahat makan siang dia sengaja memilih untuk makan di luar kantor sendiri meskipun teman-temannya tadi sudah mengajaknya untuk makan siang bersama. Dia sengaja melakukan itu karena ingin lebih mengenal lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Dia kemudian tertarik untuk memasuki cafe dekat kantor yang di bicarakan mereka tadi pagi.


"selamat datang tuan apa yang... tuan Vian" kata Jasmin terkejut karena yang datang ternyata Vian orang yang pernah dia jemput di bandara


"ada apa aku mau pesan kopi saja" kata Alvian tanpa memperdulikan wajah terkejut Jasmin


"anda apa kabar wah aku tidak menyangka seorang tuan muda seperti anda bisa datang ke...


Bruakkkk


"saya hanya ingin memesan kopi sudah hanya itu" kata Alvian yang jengah dengan kecerewetan Jasmin


"ba... baiklah tuan" jawap Jasmin sambil menunduk karena terkejut dengan ap yang di lakukan Alvian barusan


"maaf tuan atas ketidak nyamanan nya saya akan menegurnya dengan sangat keras nanti" kata manager cafe yang tiba-tiba datang


"saya pergi" kata Alvian yang langsung keluar cafe begitu saja


"Jasmin keruangan saya" kata sang manager dan Jasmin pun langsung berjalan dibelakangnya


"Minggu lalu kamu memecahkan beberapa hidangan di depan tamu kemarin kamu membuat pengunjung cafe bertengkar dan sekarang kamu membuat pengunjung cafe pergi tanpa memesan mau kamu apa sih" tanya manager marah


"maafkan saya pak tadi saya hanya ingin menyapanya karena saya merasa mengenali dia tapi mana saya tau jika dia merasa tidak nyaman karena di sapa oleh orang seperti saya" kata Jasmin sedih


"sudah lah kamu hari ini pulang saja dan besok saya merubah posisi kamu jadi bagian cuci piring dan kebersihan dapur kerjakan besok dengan baik atau maaf kamu terpaksa saya pecat dan sekarang kamu bisa pulang" kata manager cafe

__ADS_1


"baik pak maafkan saya sebelumnya selamat siang" kata Jasmin yang langsung pergi dari cafe


Di sepanjang jalan Jasmin terus memikirkan sikap Vian yang di rasa sangat berlebihan saat di cafe tadi. Menurut Jasmin tidak ada yang salah dengan sapaan nya tadi.


"Dasar laki-laki sombong jika bertemu lagi aku tidak akan menyapanya jika perlu aku akan berpura-pura tidak mengenalmu" gerutu Jasmin sepanjang jalan


Setelah berjalan cukup lama akhirnya dia tiba di rumah kecil di dalam gang yang ia sewa selama ini dengan harga yang lumayan murah.


"hey Jasmin kenapa jalan kaki tumben banget sepeda bututmu sudah kau buang ya" sapa salah satu tetangganya


degggg


"goes ku...." seketika Jasmin kembali ke tempatnya bekerja untuk mengambil goes kesayangannya karena meskipun sepeda itu sudah terlihat usang namun itu adalah alat transportasi andalannya karena dapat menekan pengeluarannya jika menggunakan bis umum


"gara-gara tuan muda sombong angkuh aku jadi melupakan sepedaku, eh apa dia memang benar-benar tuan muda jangan-jangan cuma pura-pura kaya saja agar di hormati orang lain nanti aku akan tanyakan ini pada paman Lucas" gerutu Jasmin di sepanjang perjalanan menuju kembali ke tempat kerjanya


"aku akan membantu nona Farah" ucap Jasmin yang langsung berlari sekuat tenaga untuk membantu Farah mengambil tas nya


greppp bak buk bak buk buk buk...


"Jasmin kamu gak apa-apa" tanya Farah yang melihat Jasmin tersungkur di tanah karena tidak bisa melawan pencuri yang mengambil tas nya


"he... maaf nona Farah aku tak bisa menolong mu" kata Jasmin sambil mengusap tubuhnya yang kotor karena jatuh


"sudah aku katakan berulang kali jangan panggil aku nona karena kamu bukan pembantuku kita kan sudah seperti teman, untuk tas ku sudah lah nanti aku akan minta tolong papa mengurusnya karena di dalamnya ada beberapa data tugas kuliahku, kita kerumah sakit ya kayaknya pencuri tadi mukulin seluruh badan kamu" kata Farah

__ADS_1


"gak usah nona eh Farah aku tidak apa untung pencuri itu tidak memukul wajahku jadi aku masih bisa tampil cantik saat bekerja besok" kata Jasmin


"kamu mau kemana sekarang?" tanya Farah


"mau mengambil sepedaku yang tidak sengaja tertinggal di cafe" kata Jasmin


"kenapa ngomongin cafenya kayak orang lagi marah gitu sih" kata Farah


"ya karena ada seseorang entah itu tuan muda atau bukan yang pasti dia sangat angkuh dan sombong dia membuatku di pindahkan menjadi tukang cuci piring di cafe dan itu sama juga gajiku akan menurun bulan ini" adu Jasmin


"kamu kerja di tempat mamaku aja enak gajinya kan juga lumayan dari pada di cafe" kata Farah


"keluargamu sangat baik Farah tapi aku ingin menjalani hidupku dengan bebas tanpa adanya beban harus melakukan balas Budi suatu saat nanti lagi pula aku kan hidup sendiri jadi aku tidak ada kewajiban untuk menanggung biaya hidup orang lain" kata Jasmin


"kau ini masih keras kepala juga ya sudah lah mau aku antar ke cafe" kata Farah


"memangnya kau mau mengantarku naik apa ke cafe, di rumahmu saja yang banyak mobil kamu lebih memilih naik bis" kata Jasmin yang langsung membuat Farah terkekeh


"kalo begitu aku akan mengantarmu dengan jalan kaki saja ayo" kata Farah yang langsung menggandeng tangan Jasmin


"tapi menggandengnya bisa pelan-pelan tidak kamu lupa kalo aku habis di pukuli pencuri" kata Jasmin


"iya iya maaf ayo" ajak Farah


"oke" jawab Jasmin

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya happy reading 🥰🥰🥰


__ADS_2