Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 27


__ADS_3

"huuaammmm masih pagi cari kerja kemana lagi ya?" gumam Jasmin yang baru saja bangun tidur


"hahhh kemarin itu sebenarnya hari keberuntungan apa ke sialan ya sial karena gara-gara di dorong semalam pantatku jadi tapi untungnya ada orang baik yang meninggalkan uang 2500euro plus uang kerja kerasku 450euro. hahhhh aku akan melanjutkan tidurku saja dulu sekali-kali berlagak seperti orang yang tidak kekurangan uang baik juga" gumam Jasmin yang kembali tidur di kasur semi empuknya


Sementara itu di tempat Alvian hpnya tiba-tiba berbunyi dan itu membuatnya mau tidak mau harus bangun.


"nomor tidak di kenal" gumam Alvian namun tetap mengangkat telponnya


"hallo" kata Alvian


"kakak Vi pasti bangun karena bunyi hp iya kan" kata seorang gadis yang terdengar ceria


"ini siapa?" tanya Alvian yang sepertinya tidak asing dengan suara yang di dengarnya


"aku Rose kak Vian" jawap Rose


"kamu Rose, tau dari mana nomer hp ku" tanya Alvian yang sebenarnya sangat suka jika nomer hp nya di berikan kepada orang sembarangan


"dapat nyontek dari hp nya Farah" jawap Rose


"nyontek? maksudnya!!!!" tanya Alvian makin bingung


"ya aku nyari di hp nya Farah nomer nya kak Vian, jangan marah ya kak,,, Farah gak tau apa-apa lho jadi kalo marah k Rose saja" kata Rose yang tiba-tiba sadar jika caranya salah


"jadi... aku harus marah sama kamu gitu" kata Alvian


"eh kak Alvian beneran marah ya maafin Rose kak, kakak bisa blokir nomor Rose sekali lagi maafin Rose ya kak" kata Rose yang langsung menutup telponnya secara sepihak


"ehhh apa aku keterlaluan padanya hhahhh sudahlah" akhirnya Alvian memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor


Sesampainya di kantor...

__ADS_1


"permisi saya boleh meminjam Alvian sebentar" kata pak Nico asisten Daniel


Mendengar petinggi perusahaan mencari karyawan baru seperti Alvian Kinan Nina dan Ryo saling pandang kemudian pandangan mereka langsung tertuju pada Alvian.


"saya ijin pak Thomas dulu" kata Alvian


"dia tidak ada di tempat tapi saya sudah beritahu dia jika kamu akan bersama saya seharian ini" kata pak Nico


"Ryo..." panggil Alvian


"iya pergilah" kata Ryo yang mengerti kode dari Alvian


"mari pak saya mengikuti anda dari belakang" kata Alvian sopan


Sesampainya di lift menuju ruangan Daniel


"ada apa pak kenapa anda tegang sekali" tanya Alvian


"perusahaan anda dalam masalah tuan" kata Nico


"iya tuan nanti kita berbicara di ruangan tuan Daniel" kata Nico


"baiklah" jawap Alvian


Di sepanjang jalan menuju ruangan Daniel, Alvian terus melihat ke arah Wajak pak Nico yang terlihat sangat tegang. Alvian masih bingung memikirkan bagaimana menangani perusahaan karena dia belum pernah sama sekali memiliki pengalaman tentang pekerjaan kantor salam di Indonesia.


"silahkan masuk tuan" kata pak Nico sambil mempersilahkan Alvian masuk terlebih dahulu


"kak Ello kak Bagas kapan tiba kenapa tidak mengabariku" tanya Alvian yang terkejut melihat kakaknya sudah ada di ruangan Daniel


"apa kabar adikku tersayang" sapa Ello yang langsung memeluk Alvian

__ADS_1


"kata pak Nico ada masalah" tanya Alvian yang masih bingung dengan situasi ini


"perusahaan mu ini sedang mengalami masalah besar bukankan Daddy sudah memberikan perusahaan ini padamu bagaimana kamu bisa tidak tau" kata Ello


"maafkan aku kak, ini bukan salah kak Vian tapi karena Daniel sangat sibuk beberapa hari ini jadi Daniel dan pak Nico tidak sempat memberi tahu masalah ini dan bukankah masalah ini juga terjadi begitu cepat" kata Daniel


"memang ada masalah apa, bisakan kalian menjelaskan pelan-pelan padaku karena aku belum pernah memiliki pengalaman tentang perusahaan" kata Alvian


"kau ini dari dulu di Indonesia kakak sudah sering bilang kan bantu kakak di kantor saat tidak kuliah tapi kamu tidak pernah memperdulikan kata-kata kakak" omel Ello


"sudahlah, begini Vi perusahaan ini atas namamu sekarang jadi semua keputusan ada di tanganmu. Kamu tau ada seseorang yang dengan liciknya berhasil membeli saham yang jika di teliti besar sahamnya hampir sama dengan milikmu dan itu akan sangat membahayakan jika sahamnya lebih besar darimu. Kami masih menyelidiki hal itu dan mau tidak mau suka maupun tidak kamu harus mau menerima jabatan CEO dan jangan menyembunyikan diri lagi" kata Bagas


"benar Vi 2jam lagi akan ada rapat pemegang saham masih ada 1orang yang memiliki saham 7% sebelum rapat itu di mulai kita harus tau siapa pemiliknya jika sahamnya sampai jatuh ke tangan lawan perusahaan yang sudah di dirikan kakek akan hancur" kata Ello


"tapi aku masih belum punya pengalaman apapun kak bahkan aku masuk kedalam perusahaan ini saja baru beberapa hari kak" kata Alvian


"kamu carilah orang yang dapat kamu percaya disini jadikan dia asisten kamu dan untuk sementara pak Nico juga akan tetap disini" kata Bagas


"sementara?" ulang Alvian


"kau cari asisten sendiri bukankah pak Nico itu orangku" kata Daniel


"jadi apa kamu punya orang yang akan kamu pilih?" tanya Ello


"aku kira Ryo cocok denganmu?" kata Daniel


" kamu memata-matai ku" tanya Alvian


"tidak kak hanya sedikit mengawasi" kata Daniel sambil terkekeh


"tapi ide kamu tidak buruk, aku akan menyuruhnya ke mari agar kita bisa bekerja lebih cepat" kata Alvian

__ADS_1


" oke kakak percaya kamu pasti mampu" kata Ello


"trimakasih kak" jawap Alvian


__ADS_2