Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 22


__ADS_3

Sesampainya di cafe tempat Jasmin bekerja.


"Farah kamu pulangnya naik taksi aja ya nggak mungkin kan aku ngantar kamu pakai sepeda butut ku" kata Jasmin


"ya iya lah siapa juga yang mau minta antar, lagian ya dari dulu udah aku tawarin naik motor aja gak mau" kata Farah


"pakai sepeda lebih sehat tau" elak Jasmin


"gengsi aja di gedein, eh cari makan dulu yuk laper nih habis kejar-kejaran sama pencuri tadi" kata Farah


"di traktir kan" kata Jasmin sambil nyengir


"iya, biasanya kan juga gitu. Ayo deh ke rumah makan Indonesia yang ada di ujung mau ya" ajak Farah


"oke deh yang penting aku sih makan" kata Jasmin bersemangat namun tiba-tiba...


"Farah kita pulang" kata Alvian datar


"kak Vian ngapain di sini bukannya udah waktunya masuk kerja, jam makan siang kan udah habis" kata Farah


"dia siapa kamu sih gitu amat kalo ngomong" tanya Jasmin sedikit berbisik namun dapat di dengar oleh Alvian


"saya anak supirnya kenapa, apa ada masalah. Farah saya tunggu di mobil" kata Alvian lalu pergi begitu saja


"maaf ya Jasmin kita gak jadi makan bareng, ini kamu pakek buat beli makan deh kamu pergi sendiri gak apa-apa kan" kata Farah tidak enak pada Jasmin


"eh gak usah lain kali kan bisa sekarang kamu pergi tuh udah di tungguin" kata Jasmin


"oke deh bye Jasmin sampai jumpa lagi" kata Farah


"bye hati-hati" kata Jasmin sambil melambaikan tangan


"gara-gara si Vian sia**n gak jadi di traktir makan deh hahhhh mie instan I'm coming" kata Jasmin kemudian kembali melajukan sepedanya untuk pulang ke rumahnya

__ADS_1


Di mobil...


"kak jutek banget mukanya, gak balik ke kantor" tanya Farah


"lain kali kalo ada yang tanya siapa kakak bilang aja kalo kakak ini anak supir kamu, uncle rey udah ngasih tau kan" kata Alvian yang tidak memperdulikan pertanyaan Farah sebelumnya


"iya kak tau kok, kak Vian gak balik ke kantor" tanya Farah


"nggak soalnya kakak ada urusan mendadak di KBRI di sini, mau ikut" tanya Alvian


"gak kak males capek mau rebahan aja" kata Farah


"kata uncle tas kamu sudah di temukan mungkin Daniel akan membawanya pulang nanti jadi kamu tunggu saja" kata Alvian


"jika tau semudah ini mendapatkan tas ku kembali aku tidak perlu capek-capek ngejar tadi, dan Jasmin gak perlu sampai di pukuli preman itu" kata Farah


"dia kenapa?" tanya Alvian


"maksudnya Jasmin!" tanya balik Farah


"tadi dia bantuin menghadang pencurinya eh malah dia yang di gebukin dan lucunya kata dia masih untung karena pukulannya tidak mengenai wajahnya. Dia sangat menyenangkan dan setia kawan bisa di ajak susah seneng" kata Jasmin


"dia baik karena dia tau kamu kaya, seperti tadi dia memanfaatkan kebaikan kamu dengan cara minta makan gratis" kata Alvian


"gak kok kak, tadi Farah yang ngajak dia makan bareng. Dia itu gak pernah mau kalo di kasih sesuatu secara cuma-cuma dia itu pekerja keras banget lho dan cewek yang hebat karena mampu hidup sendiri" kata Farah


"kenapa tidak tinggal di panti tempat dia di besarkan" tanya Alvian


"kakak tau dari mana kali dia di besarkan di panti!" tanya Farah heran


"dia yang dulu menjemput kakak di bandara dan di a menceritakan kehidupannya sama kakak" kata Alvian


"ohhh iya dia deket lho sama pak Lucas karena dia yang selalu ke panti untuk mengirim kebutuhan di sana jadi mereka menganggap pak Lucas itu seperti keluarga sendiri, dan kenapa Jasmin keluar dari panti dan memilih untuk tinggal sendiri itu karena dia tidak mau merepotkan panti terus" kata Farah

__ADS_1


"tau diri juga dia" kata Alvian


"kaka Vian sekarang banyak berubah" kata Farah tiba-tiba


"kenapa dengan ku, aku masih Alvian yang dulu" kata Alvian bingung


"kak Alvian yang Farah kenal dulu adalah orang yang ramah dan baik pada semua orang tapi sekarang kak Vian jadi sosok yang angkuh suka merendahkan orang lain" kata Farah dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"kita sudah sampai, kamu turunlah kakak harus segera ke KBRI" kata Alvian dan Farah pun langsung keluar dari mobil Alvian begitu saja tanpa pamit


"hahhhhhh apa aku sekarang sejahat itu" gumam Alvian sambil terus melajukan mobilnya


Setelah menyelesaikan urusannya di KBRI Alvian langsung ingin pulang ketempat tinggalnya karena jika kembali ke kantor pasti sudah sangat terlambat dan tentu saja dia meminta ijin kepada Daniel terlebih dahulu. Saat lampu merah Alvian seperti melihat orang yang sangat mirip dengan Jasmin sedang memetik gitar sambil terus menyanyi lagu-lagu indah.


"dia m ngamen juga ternyata" gumam Alvian dan sayup-sayup dia mendengar lantunan lagu yang sangat indah tengah di nyanyikan oleh Jasmin


"tuan maaf bisa berikan uang ini kepada pengamen itu!" kata Alvian kepada pejalan kaki yang tidak sengaja melewati mobilnya


"tentu saja" kata pejalan kaki


"trimakasih banyak" kata Alvian


"sama-sama tidak masalah" kata pejalan kaki tersebut


Di tempat Jasmin mengamen...


"woowww tuan trimakasih banyak sebagai gantinya anda bisa meminta lagu apapun kepada saya" kata Jasmin karena melihat orang yang memberinya uang yang lumayan untuknya


"sayangnya itu bukan dari saya tapi dari pengendara yang ada di sana" kata orang tersebut sambil menunjuk ke jalan raya namun ternyata Alvian sudah pergi dari sana


"ah tidak apa-apa tuan dia pasti orang baik semoga dia selalu di berikan kebahagiaan di dalam hidupnya" kata Jasmin tulus


Sementara itu di dalam mobil Alvian menggerutu...

__ADS_1


"kenapa aku salah memberikan uang sih seharusnya aku hanya memberinya 5 euro kenapa aku tadi malah mengambil yang 100 euro" gerutu Alvian


Ternyata selain menjadi sosok yang angkuh Alvian ternyata juga menjadi sosok yang pelit🤦‍♀️. Jangan lupa kasih jejaknya ya maaf gak bisa teratur up date nya soalnya sekarang semua kerjaan jadi online dan offline makin ribet kan. Semoga covid-19 segera berlalu 😟


__ADS_2