
Dari kejadian penculikan Farah, paman sebagai otak penculikan akhirnya meninggal dunia karena luka tembak yang di alami sedangkan Rose di bebaskan karena keluarga besar Reyhan memutuskan untuk memaafkan perbuatan Rose karena mereka tau Rose telah di hasut oleh paman mantan kekasihnya.
"Rose kamu yakin akan tinggal di luar negri" tanya Farah karena setelah kejadian itu dia memutuskan untuk pergi menjauh dari kehidupan Farah dan keluarganya
"aku sangat yakin Farah, aku sangat berterimakasih pada kalian semua karena kalian mau memaafkan kesalahanku yang sangat tidak termaafkan itu, aku akan mengurus perusahaan papa yang ada di Paris aku juga akan merenungkan kesalahanku di sana. Kamu baik-baik ya di sini sesekali hubungi aku jika kamu merindukanku" kata Rose sambil memeluk Farah sahabatnya
"aku akan merindukanmu Rose" kata Farah
"sampaikan salam ku kepada kak Daniel, aku ikut senang akhirnya dia sudah sadar dan aku harap dia segera pulih seperti sedia kala" kata Rose
"kamu hati-hati di sana jangan melakukan perbuatan yang dapat merugikan masa depanmu lagi ingat itu" pesan Farah
"tentu saja aku tidak akan mengulanginya lagi, emmm kak Vianian trimakasih banyak dan aku ingin menyampaikan isi hatiku dulu sebelum aku pergi dari kehidupan kak Vian" kata Rose
"apa...?"
"aku mencintai kak Vian..." kata Rose lalu mencium singkat bibir Alvian dan langsung berlari menjauh dari Farah dan Alvian
"kak Alvian...
"sudah lah ayo, itu hanya salam perpisahan saja" kata Alvian sok cuek padahal di dalam hatinya sangat terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Rose kepadanya
Di dalam mobil yang di naiki Alvian dan Farah
__ADS_1
"kak, dari tadi diam saja apa kak Vian memiliki perasaan lebih pada Rose" tanya Farah
"tidak..." jawap Alvian
"tapi kak Vian terlihat seperti seseorang yang baru saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kak Vian" kata Farah
"kakak pernah mengalami itu tapi bukan untuk Rose" jawap Alvian yang langsung membuat Farah terdiam karena tau maksud jawapan Alvian yaitu Amel
Di rumah sakit tempat Daniel di rawat
"Jasmin kamu seharusnya menerima tawaran papa untuk kerja di perusahaan" kata Daniel yang saat ini tengah di suapi makan oleh Jasmin
"maaf ya kak Daniel jika di sana Jasmin harus bekerja sebagai asisten Farah Jasmin tidak mau, tapi jika Jasmin di jadikan OG atau cleaning servis Jasmin mau. Kak Daniel lupa jika Jasmin hanya lulusan SMA, Jasmin hanya akan bekerja sesuai dengan kemampuan Jasmin saja. Meskipun saya dan Farah berteman baik tapi untuk pekerjaan tetap harus profesional" kata Jasmin
"kamu ini keras kepala sekali, terserah padamu saja" kata Daniel
"waduh nyonya saya tidak begitu faham tentang fashion" jawap Jasmin sambil cengengesan
"kamu mau sampai kapan mengamen dan jadi pekerja paruh waktu, Farah pasti segan lah menempatkan sahabatnya sendiri sebagai OG atau cleaning servis di perusahaan yang di pimpinnya" kata Sarah
"kalau begitu biar dia jadi OG di tempatnya Vian aunty" kata Alvian yang baru saja tiba di rumah sakit bersama Farah
"apa rose sudah berangkat ke Paris" tanya Sarah
__ADS_1
"dia sangat tertekan setelah kejadian penculikan Farah ma, Farah tidak tega melihat Rose seperti itu" kata Farah
"semua akan baik-baik saja sayang" kata Sarah sambil mengusap lembut putrinya
"bukankah Bian akan pulang ke Indonesia hari ini, kamu tidak mengantarnya" tanya Daniel
"iya sebentar lagi katanya masih nanti sore, dia ingin menikmati waktunya di sini dulu" kata Alvian
"Jasmin aku sudah sangat kenyang taruh saja sisanya di meja" kata Daniel pada Jasmin
"apa kamu tidak dapat makan sendiri perasaan hanya kepalamu yang mengalami luka" cibir Alvian
"apa kamu mau di suapi Jasmin juga" balas Daniel
"tidak trimakasih tanganku masih berfungsi dengan sangat baik, aku pergi dulu" kata Alvian yang langsung bangun dari duduknya
"kemana?" tanya Sarah
"menyusul Alvian aunty, ohya Jasmin temui HRD besok jam 8tepat jangan terlambat pakai baju rapi tidak ada penolakan" kata Alvian yang langsung pergi begitu saja dari kamar tempat Daniel di rawat
"tapi...." kata Jasmin yang ingin menolak namun Alvian pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan kata-kata Jasmin
"sudahlah kamu ingin menjadi OG kan, di perusahaan kak Vian juga enak kok nanti aku akan sering-sering menemuimu di sana" kata Farah
__ADS_1
"ya Tuhan selamatkanlah hambamu dari manusia-manusia kejam seperti Alvian" ratapan Jasmin dalam hati sambil membayangkan bagaimana pekerjaan nya nanti yang pastinya tidak akan pernah menyenangkan
"semangat.....