Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 19


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ritual makannya Alvian langsung menuju kamar yang sudah Sarah sediakan untuknya. Saat baru masuk di kamar yang akan di tempatinya untuk sementara waktu Alvian langsung teringat dengan sosok Amel cinta pertamanya yang belum sempat secara resmi dia miliki.


"ada apa Vi kenapa melamun" tanya Sarah yang langsung masuk kamar yang ditempati Alvian karena pintunya sedikit terbuka


"tidak apa-apa aunty, jam berapa uncle pulang" tanya Alvian


"entahlah mungkin sebentar lagi,katanya tadi pagi dia akan mengecek kembali apartemen yang akan kamu tempati nanti takut ada yang terlewatkan" kata Sarah


"aunty Vian ingin jadi orang biasa di sini, Vian ingin bekerja menjadi karyawan biasa dulu karena Vian kurang memiliki pengalaman dalam menjalankan sebuah perusahaan apalagi perusahaan Daddy dan uncle di sini cukup besar" kata Alvian


"iya aunty tau, tapi jika kamu ingin tinggal di tempat biasa bukankah itu nanti akan sangat tidak nyaman Vi pikirkan lagi" rayu Sarah


"aunty tenang saja Vian akan baik-baik saja lagi pula identitas Alvian akan di sembunyikan oleh uncle jadi aunty tenang saja" kata Alvian


"kenapa kalian ngobrol di kamar" sapa Reyhan yang baru tiba

__ADS_1


"kamu sudah pulang mas aku siapkan pakaian dulu ya" kata Sarah lalu pergi dari kamar Alvian


"apa kabar Vi bagaimana apa masih capek" tanya Reyhan


"sudah tidak uncle Vi ketiduran di mobil saat menuju ke mari, uncle Vi ingin tinggal di tempat yang biasa saja bukan apartemen" kata Alvian


"iya uncle tau, uncle sudah menyiapkan tempat tinggal yang biasa perusahaan sediakan untuk karyawan dari luar kota lokasinya hanya 10menit dari kantor jadi kamu bisa jalan kaki atau bersepeda saat ke kantor, tapi jika aunty mu tanya kamu katakan saja akan tinggal di apartemen yang di sediakannya untukmu" kata Reyhan


"trimakasih uncle" kata Alvian senang


"hey kenapa kamu mau mengusir keponakan kamu yang baru datang belum juga genap 1hari dia di Belanda kamu sudah menyuruhnya pindah dari sini" kata Sarah yang tiba-tiba muncul di kamar Alvian


"bukan begitu sayang tapi Vian tadi yang tanya padaku. Data dirimu sudah uncle masukkan di kantor kamu akan uncle letakkan di bagian marketing bagaimana tidak keberatan kan bukankah kamu ingin memulai semuanya dari bawah" kata Reyhan


"iya uncle Vian tidak keberatan tapi boleh Vian minta identitas Vian selama di sini agar nanti Vian tidak melakukan kesalahan" kata Alvian

__ADS_1


"semuanya sama Vi hanya namamu yang berubah, aku menghilangkan Dirgantara nya saja dan kamu dari keluarga petani dari Indonesia yang beruntung di terima kerja di sini" kata Reyhan


"Baiklah uncle Vian mengerti" kata Alvian


"uncle sudah masukkan data-data mengenai pekerjaan apa saja yang perlu kamu kerjakan dan tentang seluk beluk perusahaan juga uncle sudah mengirimnya ke email kami jadi kamu bisa mempelajarinya lebih dulu, uncle beri waktu kamu 1minggu bisakan" tanya Reyhan


"akan Vian usahakan uncle" jawap Alvian


"oh ya Daniel CEO di perusahaan tempat kamu kerja dia akan membantumu nanti" kata Reyhan


"dia hebat sekali uncle padahal usianya lebih muda 1tahun dari Vian tapi dia sudah bisa memimpin perusahaan" puji Alvian


"karena dia memulainya dari lulus SMA Vi karena saat itu uncle kesulitan menangani 3 perusahaan sekaligus jadi dengan sedikit paksaan akhirnya dia mau juga" kata Reyhan sambil terkekeh


"oke sudah kan sekarang kamu mandi dan ganti baju ya mas biarkan Vian istirahat, Vi aunty akan panggil kamu saat waktunya makan malam" kata Sarah lalu pergi menarik Reyhan keluar kamar Alvian agar keponakannya itu bisa istirahat dengan tenang

__ADS_1


"hhhhh Mel kehidupan baruku akan segera di mulai kamu baik-baik di sana jika mamamu berbuat buruk padamu datanglah ke mimpiku aku akan menghiburmu Mel" kata Alvian yang langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur king size nya


__ADS_2