Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 48


__ADS_3

Tidak terasa Jasmin sudah 1bulan bekerja di perusahaan yang di pimpin Alvian dan selama itu pula dia harus menahan kekesalannya kepada Alvian tingkahnya semakin menjadi-jadi.


"Jasmin lap sampai bersih debu yang menempel di rak itu" rak 4susun dengan tinggi lebih dari 4meter dengan lebar 5meter


"Jasmin belikan makan siang untuk saya jangan pedas tidak pakai bawang jenis apa pun dan harus masakan khas Indonesia" hello Jasmin tidak tau apa-apa tentang makanan Indonesia


"Jasmin sikat dan keringkan kamar mandi saya"


"Jasmin kopi saya sudah dingin" karena udah di cuekin Alvian selama 3jam


"Jasmin ini Jasmin itu harus seperti ini harus seperti itu"


Belum lagi saat di apartemen...


"ujung kamar mandi masih kotor Jasmin...


"bereskan dapur...


"masak apapun untukku...


"masakanmu tidak bisa di makan manusia...


"apartemen ku jadi bau karena kau tak pernah mandi saat akan kemari...

__ADS_1


Dan banyak lagi yang lainnya (sabar Jasmin semua akan indah pada waktunya "katanya")


"Jasmin..." panggil Farah


"hey kamu dari mana?" jawap Jasmin sambil menepikan sepeda bututnya


"dari ulang tahun rekan kerja, kamu malam-malam begini dari mana, duduk di taman itu yuk" tunjuk Farah pada salah satu bangku taman di dekat mereka


"habis kerja rodi" jawap Farah malas


"padahal kak Vian udah di tegur lho sama papa, keras kepala sekali dia, kamu sudah makan" tanya Farah


"sudah, tadi aku masak sedikit makanan di tempat saudara angkuh mu itu, tapi sudah capek-capek aku masakin malah bilang gak enak dan mau di buang, ya mending aku bawa pulang lah, apa kamu mau" tanya Jasmin


"kamu bener Farah ini masakan sederhana kesukaan ku, dia belum pernah merasakan bagaimana tidak enaknya menahan lapar jadi suka se enaknya saja" gerutu Jasmin


"mungkin kak Vian tau kalo kamu jarang makan daging makanya dia sengaja nyuruh kamu masak biar bisa kamu bawa pulang kayak gini ini" kata Farah sambil menunjuk makanan Jasmin


"hehhh nona muda kamu nggak tau aja betapa tertekannya aku ya kerja sama tuan Alvian itu, kalo bukan gara-gara di ancam mau di masukin penjara aku aku mending ngamen aja kayak biasanya hati tenang gak darah tinggi terus" kata Jasmin


"tapi kamu...


Tulalit tulalit tulalit

__ADS_1


"bunyi tuh!" kata Farah


"siapa sih nelpon jam segini?" kata Jasmin yang langsung mengangkat telponnya


"pulang sekarang juga!!!!" dan ternyata penelpon itu adalah Alvian


"eh nomer ganti boss ini kan di luar jam kerja jadi suka-suka saya dong kalo saya mau kemanapun" kata Jasmin


"pulang sekarang atau saya akan ke tempat kamu duduk lalu menyeret kamu sampai rumah, atau kamu juga bisa kembali ke apartemen saya kamu bersihkan gudang sampai mengkilap seperti kaca" ancam Alvian dan seketika membuat Jasmin melihat ke sekelilingnya dan berfikir jika Alvian berada di sekitarnya


"nyari apaan sih Jasmin kok kamu kayak lagi nyari orang aja" tanya Farah yang bingung melihat tingkah Jasmin


"iya saya pulang sekarang juga" jawap Jasmin yang langsung menutup sambungan teleponnya


"Jasmin kenapa sih, kamu di kejar penjahat?" tanya Farah semakin penasaran dengan tingkah Jasmin


"ini sih bukan penjahat biasa tapi udah pada level psikopat, pulang duluan ya sebelum terjadi hal-hal yang dia inginkan" kata Jasmin yang langsung menaiki sepeda bututnya


"aku antar aja biar aman" kata Farah


"gak usah, aku pergi dulu ya?" pamit Jasmin


"iya hati-hati" teriak Farah karena jaraknya dengan Jasmin sudah agak jauhi

__ADS_1


"siapa sih yang udah jahat sama Jasmin biar aku laporin ke kak Daniel dan kak Alvian biar tau rasa" gumam Farah tanpa tau pelakunya adalah Alvian sepupunya sendiri


__ADS_2