
Saat ini semua tengah berkumpul di rumah duka yang ada di rumah sakit. Semua tidak dapat menahan tangisnya melihat Amel yang sudah terbujur kaku di hadapan Amel. Alvian hanya mampu memandang kosong ke arah Amel banyak kenangan berputar di otaknya di mana Amel yang dulu sangat gencar mengejar cintanya namun saat dia sudah mendapatkannya kenapa justru Amel yang kini pergi meninggalkannya. Mungkin ini adalah hukuman dari Tuhan karena sikapnya yang dingin pada Amel dulu saat masih kuliah.
"Vi kita antar Amel ke peristirahatan terakhirnya ya semua udah siap" kata Sisil lembut sambil mengusap lembut kepala Alvian
"iya ma ayo" kata Alvian yang langsung bangun dari samping jenazah Amel
Semua orang memasuki mobil masing-masing menuju tempat Amel yang akan di makamkan. Semua mobil mengikuti mobil jenazah menuju pemakaman. Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di tempat Amel akan di semayamkan.
"pak boleh saya ikut turun ke bawah" kata Alvian menawarkan diri untuk ikut menyemayamkan jenazah Amel ke liang lahat
"tentu tuan" jawap petugas yang akan membantu pemakaman Amel
Melihat itu seluruh orang yang hadir dalam pemakaman Amel merasa sangat terharu dan sedih melihat Alvian yang ingin terus berada di dekat Amel. Setelah pemakaman Amel selesai beberapa orang sudah mulai meninggalkan lokasi pemakaman.
__ADS_1
"Vi kita pulang sekarang ya nak" kata Sisil lembut
"Vian mau di sini sebentar lagi mom kalian pulanglah dulu" kata Alvian yang masih terus setia memandang gundukan tanah yang sudah di taburi bunga
"tapi..." belum selesai berbicara Ello Dirga langsung menyela ucapan Sisil
"sudah mom beri dia waktu kita pulang dulu saja Daddy sudah menyiapkan mobil dan supir untuknya" kata Dirga yang sangat memahami perasaan putranya saat ini
"Mel apa kamu kesepian sekarang?" tanya Alvian sambil kembali meneteskan air mata
"Mel aku sayang banget Mel sama kamu, aku nyesel Mel belum sempat mengungkapkan perasaan ini ke kamu. Kamu tau Mel jika saat ini aku di beri pilihan lebih baik aku melihat kamu jalan dan bahagia dengan cowok lain dari pada kayak gini, hatiku sakit Mel" kata Alvian lagi
"aku gak nyangka kata-kata kamu kemarin ternyata adalah pertanda kalo kamu akan meninggalkan aku selamanya, kamu akan selalu punya tempat khusus di hati aku Mel selamanya" kata Alvian lalu menunduk dan menangisi kebodohannya
__ADS_1
Alvian berasa sampai sore di pemakaman hingga Albian akhirnya menyusulnya kembali ke pemakaman karena dia tau Alvian belum makan apapun dari pagi.
"mau sampai kapan Vi kamu kayak gini, amel.sudah tenang di sana dia sudah bahagia sekarang jangan rusak ketenangannya dengan tangisan konyolmu itu, sampai menangis darahpun dia tidak akan kembali" kata Albian kesal karena Alvian terlalu meratapi kepergian Amel
"kamu gak pernah merasakan ini Bian" kata Alvian sendu
"aku tau Vi tapi kamu harus kuat Amel juga akan sangat sedih di sana melihat kamu seperti ini, sekarang kita pulang kasihan dari tadi mommy juga belum makan karena memikirkan mu terus, apa kamu juga mau terjadi apa-apa dengan mommy" mendengar perkataan Albian tentang mommy nya akhirnya dia ikut Bian untuk pulang karena dia tidak mau menyesal jika terjadi apa-apa dengan keluarganya
"aku akan sering ke sini Mel aku janji" kata Alvian sebelum pergi meninggalkan makam Amel
Di dalam mobil Alvian terus mengingat kebersamaannya dengan Amel. Banyak kenangan indah yang di tinggalkan Amel untuknya. Amel yang ceria pantang menyerah untuk mengejar cintanya Amel yang kuat dan tegar menghadapi setiap masalah yang menimpanya meskipun sepenuhnya bukan kesalahannya.
"aku sayang kamu Mel" kata Alvian dalam hati
__ADS_1