
"malam mama papa?" sapa Rose kepada orang tuanya
"seneng banget anak mama baru jadian ya, kok gak di kenalin" tanya mama Rose
"bukan jadian ma tapi baru aja di antar pulang cogan Indonesia" kata Rose sambil duduk di dekat arang tuanya
"Indonesia? apakah saudara Reyhan" tebak papa Rose
"kurang tepat" jawab Rose sambil senyum-senyum
"maksudnya..." tanya mama Rose bingung
"dia itu putra supirnya uncle Rey dari Indonesia tapi udah di anggap saudara sama uncle Rey makanya dia di suruh kerja di salah satu perusahaan uncle Rey disini" kata Rose
"dia pasti laki-laki yang baik dan berbakat makanya Rey membawanya ke Belanda" kata papa Rose
"dan jangan lupakan jika dia pasti sangat tampan" sindir mama Rose sambil melirik putrinya
"mama tau aja" kata Rose sambil tertawa
"jadi lulus kuliah ke perusahaan dulu apa nikah" goda papa Rose
"kalau bisa keduanya kenapa tidak" kata Rose disambut dengan tawa keluarganya
Sementara itu entah mengapa Alvian memutar mobilnya kembali agar bisa melihat Jasmin. Sedikit ada rasa iba melihat bagaimana dia bekerja sangat keras demi hidupnya demi cita-citanya di masa tua.
"kenapa dia tidak ada, apa dia sudah pulang" kata Alvian sambil melihat di sekitar tempat Jasmin tadi mengamen
"aku parkirkan dulu saja mobilku sekalian mencari makanan untuk pencuci mulut" kata Alvian
"tuannnnn...." teriak Jasmin yang membuat Alvian kaget dan melihat ke arahnya
"kamu... kenapa berpakaian seperti ini?" tanya Alvian heran karena saat ini dia memakai kostum karakter BT21
"10menit yang lalu ada seseorang yang memintaku berpakaian seperti ini katanya ini karakter idola kekasihnya, dia ingin melamar kekasihnya sebentar lagi" kata Jasmin senang
"di bayar berapa kamu pakai kostum kayak gini" tanya Alvian
"100 euro banyak kan!" kata Jasmin bangga
"hanya segitu memang berapa jam kamu harus memakainya" tanya Alvian yang tak habis fikir kenapa Jasmin mau melakukannya dengan bayaran yang sangat rendah
__ADS_1
"ya sampai mereka selesai lah, jangan menyepelekan uang 100euro aku bisa hidup 3hari dengan uang itu" kata Jasmin
"3hari? kamu makan apa itu" tanya Alvian karena setau dia makanan di cafe tempat Jasmin kerja saja lebih dari 50euro
"ya macam-macam lah kenapa mau mengejekku lagi, lakukan saja sesukamu tuan" kata Jasmin sewot
"heyyy kekasihku akan datang kamu bersiaplah" kata seorang pemuda tiba-tiba
"syukurlah aku tidak perlu lama-lama memakai baju berat bau dan panas ini" gumam Jasmin namun masih bisa di dengar Alvian
"hey bisa tolong aku menutup resleting di belakang" pinta Jasmin
"baiklah" jawap Alvian
Di kejauhan Alvian terus melihat ke arah pemuda yang akan melamar kekasihnya itu, nampak rona bahagia. terpancar di wajah laki-laki itu. Dia juga melihat Jasmin yang sedang memegang buket bunga yang indah.
plakkk bughhhh
"aduhhh..." teriak Jasmin yang saat itu tiba-tiba di dorong sang gadis setelah sebelumnya menampar cowok yang melamarnya
"hey aduuhhhh kenapa mendorongku, ya ampun susah banget sih bangunnya" kata Jasmin yang masih berada di dalam kostum badut dan kesulitan untuk bangun
"hahhh sialan dia menolak ku, hey karena aku di tolak kamu kembalikan kostum itu ke sana dan bayar sewanya" kata lelaki itu yang tiba-tiba pergi begitu saja tanpa mau menolong Jasmin
"perlu bantuan" kata Alvian sambil mengulurkan tangannya
"ahhh tuan syukurlah kau belum pergi, bantu aku membuka kostum sialan ini pria kurang ajar lamarannya yang di tolak kenapa aku yang menderita" gerutu Jasmin
"di mana tempat mengembalikan kostum ini" tanya Alvian
"di ujung taman ini, hahhhh aku harap biaya sewanya tidak mahal setidaknya aku harus mendapatkan sisa untuk membeli makanan malam ini" kata Jasmin yang langsung pergi untuk mengembalikan kostum yang ia pakai
Beberapa saat kemudian...
"tuan apa kau membawa uang lebih" tanya Jasmin menghampiri Alvian yang akan masuk ke dalam mobilnya
"kenapa tanya uang?" tanya Alvian
"pria sialan itu sangat kurang ajar tidak tau trimakasih, aku sudah menolongnya tapi dia malah membuat hidupku semakin menderita, aku harap dia tidak akan pernah mendapatkan kekasih yang baik" umpat Jasmin
"yang aku tanya uangnya buat apa?" tanya Alvian lagi
__ADS_1
"ternyata sewa kostum ini 550euro" mendengar itu reflek Alvian langsung tertawa
"benar-benar sial nasip kamu Jasmin" kata Alvian dalam hati
"hey kamu pasti senang kan aku bernasib sial sekarang, aku boleh meminjam uangmu tidak" kata Jasmin sambil sedikit merendahkan suaranya karena malu
"berapa?" tanya Alvian
"emmm tidak jadi pinjam deh?" kata Jasmin namun saat dia akan pergi tangannya di tahan oleh Alvian
"kenapa?" tanya Alvian
"aku tidak tau besok aku ada pemasukan apa tidak, aku akan mengambil sedikit dari tabungku dirumah saja, maaf tuan mengganggu mu" kata Jasmin yang langsung pergi begitu saja
Tanpa sepengetahuan Jasmin Alvian langsung pergi ke tempat penyewaan kostum badut.
"permisi saya mau bertanya apa ada gadis yang menyewa kostum badut di sini tadi" tanya Alvian
"oh Jasmin iya dia tadi mau mengembalikan kostum, apa anda temannya?" tanya penjaga
"bukan saya hanya... emmm...
"anda mau menolongnya?" kata penjaga
"iya kalau bisa" kata Alvian
"tentu saja bisa saya ikut senang, Jasmin itu gadis yang baik ramah pekerja keras dan sangat jujur tapi setiap dia menolong seseorang pasti ujung-ujungnya dia yang terkena sialnya" kata penjaga
"berapa saya harus bayar" tanya Alvian
"aslinya 2500euro tapi tadi dia meminta keringanan jadi anda tinggal menambah 550euro saja" kata penjaga
"menambah? memang tadi anda meminta berapa padanya!" tanya Alvian
"hanya 1000euro tadi dia sudah membayar 450 hasil dia hari ini" kata penjaga
"ini saya bayar penuh kepada anda 2500euro tapi ini ada 5000 sisanya tolong berikan pada Jasmin" kata Alvian
"kenapa tidak anda saja yang memberikannya" tanya penjaga
"gadis seperti Jasmin tidak akan pernah mau menerima pemberian orang lain secara cuma-cuma" kata Alvian
__ADS_1
"anda benar sekali tuan, baiklah saya akan memberikannya nanti. Jika boleh saya tau anda ini siapa ya?" tanya penjaga
"tidak penting pak, ya sudah saya pergi dulu takut Jasmin akan segera kembali, trimakasih pak" kata Alvian yang langsung pergi dari sana begitu saja