
Di tengah perjalanan Alvian bingung akan membawa Amel ke mana karena dia sama sekali tidak tau Amel tinggal di mana dan akhirnya dia memutuskan untuk membawa Amel ke apartemen Ello kakaknya.
"hallo kak boleh aku meminjam apartemen mu" tanya Alvian melalui sambungan telepon
"untuk apa" tanya Ello
"temanku sedang pingsan dan ini sudah malam aku tidak tau harus membawanya ke mana" jawap Ello
"temanmu cewek apa cowok" tanya Ello lagi
"cewek kak, kakak jangan berfikiran buruk dulu nanti akan Vian critain di rumah, aku mohon kak" kata Alvian penuh harap
"baiklah jangan rusak kepercayaan kakak padamu sebentar lagi kakak akan menelpon pengelola apartemen agar membiarkan mu masuk apartemen" kata Ello
"trimakasih kak" jawap Alvian lalu mempercepat laju mobilnya agar segera sampai
Setelah sampai Alvian langsung memarkirkan mobilnya dan menggendong Amel karena sampai sekarang dia belum siuman. Scurity apartemen sudah menunggu kedatangan Alvian dan membantunya juga untuk naik lift dan membukakan pintu apartemen. Alvian *menidurkan Amel di sofa karena dia tidak enak jika harus menidurkan Amel di kamar milik kakaknya.
Ke esokan paginya*
"mama..." gumam Amel yang baru siuman
"mel ini aku Vian" kata Alvian sambil membantu Amel bangun dari tidurnya
"apa yang kamu lakukan ini rumah siapa?" tanya Amel yang bingung karena tidak mengenal ruangan yang di tempatinya saat ini
"ini apartemen kakakku, aku ingin mengantarmu pulang tapi aku tidak tau alamatmu" jelas Alvian
Amel tiba-tiba mengambil hpnya dan seperti sedang mengirim pesan kepada seseorang.
"sebentar lagi supirku anak menjemput aku sudah sharelok dimana aku berada" kata Amel
__ADS_1
"tapi tubuh kamu masih lemah Mel kita sarapan dulu oke" kata Alvian
"dirumahku ada banyak orang yang akan merawatku dan memberiku makan kamu tidak perlu khawatir" kata Amel yang tiba-tiba bangkit dari duduknya
"aku akan mengantarmu" kata Alvian
"oke, kamu bisa mengantarku sampai bawah" kata Amel yang langsung berjalan keluar di ikuti oleh Alvian
"jika kamu punya masalah kamu bisa menceritakannya padaku Mel kita kan teman" kata Alvian saat mereka masih berada di lift
"teman..."ulang Amel sambil melihat ke arah Alvian dengan mata sendunya dan itu membuat Alvian langsung tergagap
"malas ah berteman sama kamu, aku maunya yang lebih dari itu" goda Amel berusaha bercanda namun tidak dengan sorot matanya yang terpancar jelas jika dia sedang menanggung beban yang sangat berat
"maaf Mel..." jawap Alvian penuh sesal
"hey ngapain minta maaf sih, ohya apa selama aku tidak ada kamu merindukanku" kata Amel sambil tersenyum
"aku beberapa kali melihatmu seperti sedang mencariku, apa kamu sudah jatuh cinta kepadaku" tanya Amel yang berhasil membuat Alvian terbengong karena saat ini Amel sudah menjadi Amel si cewek menyebalkan yang biasa mengganggunya di kampus
"kamu salah, aku tidak pernah mencarimu jika yang kau maksud saat di rumah sakit itu aku memang mencarimu karena aku penasaran kamu melanjutkan kuliah dimana saat ini tapi aku rasa kamu akan lebih memilih berfoya-foya dengan uang mamamu dari pada kuliah" kata Alvian tanpa sadar telah menambah luka di hatinya
"iya aku memang tengah menikmati uang haram mamaku" jawap Amel yang membuat Alvian langsung tersadar dengan kesalahan dari kata-katanya
"mel maafin aku" kata Alvian
"nah itu supir aku datang sampai jumpa lagi ya Vi aku akan merindukannya, aku harap setelah kita bertemu kembali aku sudah menjadi gadis yang pantas untuk selalu berada di dekatmu" kata Amel sebelum masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Alvian yang masih merutuki kebodohan kata-katanya tadi
"sorry Mel aku semakin membuat lukamu lebih dalam, aku tidak sengaja" gumam Alvian sambil terus melihat ke arah mobil Amel
Alvian langsung berencana pergi ke kantor Ello untuk menceritakan semua masalah yang di hadapinya saat ini karena dia yakin setiap gerak geriknya pasti Daddy nya atau Ello sudah mengawasi sejak dulu.
__ADS_1
"pagi kak apa ini kopimu" tanya Alvian yang langsung meminum sampai habis kopi kakaknya sampai habis
"hey aku baru meminumnya sedikit" protes Ello
"kau bisa minta di buatkan lagi kak" jawap Alvian
"ada masalah" tanya Ello yang melihat gelagat aneh pada adiknya
"kakak pasti sudah tau Amel dan latar belakangnya" kata Alvian to the points
"hhaaahhhh dia" kata Ello sambil mengambil nafas dalam
"apa dia bukan gadis baik-baik" tanya Alvian
"bukan dia Vi tapi mamanya" jawap Ello
"apa salah jika aku dekat dengannya" tanya Alvian lagi
"tidak Vi dia adalah gadis yang baik tidak ada sedikitpun keburukan mamanya ada pada Amel tapi yang akan menjadi masalah adalah mamanya Vi. Banyak sekali masalah yang di timbulkan oleh mamanya. Kamu tau Laras kan yang ibunya kamu jenguk kemari di RSJ" kata Ello
"apa hubungannya dengan ibu kak Laras kak karena aku kemarin juga sempat melihat Amel menjenguk ibu nya kak Laras namun saat mau aku dekati dia tiba-tiba menghilang" kata Alvian
"dulu orang tua Laras hidup bahagia sampai akhirnya ayahnya di angkat menjadi wakil direktur di perusahaan uncle mu, Sesilia mamanya Amel sangat menyukai uang dan pria kaya, dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dan saat itu korbannya adalah ayah Laras sehingga dengan teganya dia mengusir Laras dan ibunya begitu saja tanpa uang sedikitpun dan hal itulah yang membuat ibu Laras menjadi seperti ini sekarang" kata Ello
"lalu bagaimana dengan papa Amel" tanya Alvian
"sampai detik ini tidak ada yang tau siapa papa Amel karena kebiasaan mamanya yang suka gonta-ganti pasangan, Amel selama ini tinggal sendiri dengan beberapa asisten rumah tangga yang di sediakan mamanya, Sesilia hanya memberinya materi tanpa kasih sayang" kata Ello
"lalu Vian harus bagaimana kak" tanya Alvian
"apa kamu menyukainya" tanya Ello
__ADS_1
"entahlah kak Vian belum tau" jawap Alvian