
"bagaimana apa masih sakit, ini aku buatin teh hangat biar enakan perutnya" kata Amel
"hahhh makasih Mel, kamu jangan makan seblak lagi deh bahaya tuh gak baik buat kesehatan" kata Alvian setelah meminum teh hangat buatan Amel sampai habis
"kamu aja yang gak biasa makan pedas makanya mules kan, kalo aku sih udah biasa dan udah sering" kata Amel
"eh kayak denger suara hp deh Mel" kata Alvian
"kayaknya hp aku deh bentar ya aku angkat telponnya dulu" kata Amel lalu masuk kamarnya untuk mengambil hpnya
Beberapa saat kemudian...
"Vi anterin ke bandara" kata Amel yang keluar dari kamar dalam keadaan sudah penuh air mata
"kamu kenapa Mel?" tanya Alvian sambil mengelus pundak Amel
"mama Vi, mama kecelakaan dalam penerbangan menuju kemari ayo kita ke Bandaran sekarang" kata Amel sambil terus menangis
"oke ayo, kamu ambil jaket dulu ini sudah malam udara di luar pasti dingin" kata Alvian yang langsung di turuti Amel
Setelah menempuh perjalanan hampir 3jam Amel dan Alvian sudah tiba di bandara. Di sana sudah banyak polisi dan beberapa wartawan yang ingin meliput berita tentang kecelakaan pesawat pribadi yang baru saja terjadi.
"Vian kamu ikut om Leo ya dan Amel juga disini terlalu ramai" kata Leo yang ternyata sudah tiba di bandara lebih dulu untuk melihat situasi di sana
__ADS_1
"ayo Mel" ajak Alvian sambil menggandeng tangan Amel agar mengikutinya
"silahkan masuk" kata Leo sambil membuka salah satu ruangan yang ada di bandara
"kak Ello ada di sini" tanya Alvian heran
"kakak ada urusan lain di sini, Mel apapun yang terjadi dengan mamamu kamu harus kuat ya harus sabar karena ini sudah takdir dari yang di atas" kata Ello sedikit ingin membujuk Amel
"trimakasih" hanya itu yang mampu keluar dari mulut Amel di balik tangisan pilunya saat ini
"tuan Ello, oh maaf ada nona Amel" kata seseorang yang baru masuk keruangan itu beserta 2polisi juga
"lanjutkan saja ada apa?" tanya Ello
Mendengar jika semua orang yang berada di pesawat tidak ada yang selama Amel seketika berteriak histeris karena selama ini hanya mamanya lah yang dia miliki meskipun mamanya yang selalu membuat dia mendapat masalah
Brugghhh
"Mel Amel bangun Mel" kata Alvian panik sambil terus berusaha membangunkan Amel yang pingsan
"kamu bawa di ke rumah sakit biar kakak yang mengurus semuanya di sini" kata Ello
"baik kak jika ada kabar pasti tentang keadaan mama Amel langsung kasih tau Vian" kata Alvian yang langsung menggendong Amel
__ADS_1
Setelah beberapa saat Amel akhirnya sadar dan yakin jika saat ini dia tengah berada di rumah sakit.
"Amel kamu sudah sadar apa kamu haus" tanya Laras yang saat itu kebetulan sedang menjenguknya
Melihat Laras yang sedang ada di depannya dan mengingat kembali apa yang dilakukan mamanya pada keluarga Laras tangisan Amel pun kembali pecah.
"sudah mel kamu harus sabar kamu masih punya Vian dan kami kamu gadis yang kuat Mel kamu pasti bisa" kata Laras sambil memeluk erat Amel untuk memberi kekuatan padanya
"jika kakak tau apa yang dilakukan mama Amel pada keluarga kakak pasti kakak akan menjauhi juga seperti yang lain bahkan pasti akan sangat membenciku" kata Amel di sela tangisannya
"kak Laras tau semuanya Mel bahkan kak Laras juga tau jika kamu diam-diam sering menemani ibu di rumah sakit" mendengar jawaban Laras Amek langsung melepaskan pelukannya dan memandang wajah Laras yang tengah melihat kearahnya sambil tersenyum
" kenapa, kamu terkejut, kamu gadis yang baik Mel kamu juga korban disini korban keserakahan mama kamu" kata Laras sambil mengusap lembut wajah Amel
"Laras kamu sudah siuman maafin aku ya tadi aku harus keluar untuk mengangkat telpon" kata Alvian yang langsung duduk di dekat Amel
"bagaimana keadaan mama" tanya Amel sambil menitikkan air matanya kembali
"kamu yang sabar ya jenazah mama kamu sudah menuju kesini, kamu harus kuat ya Mel" mendengar itu Amel langsung membeku membayangkan nasibnya di masa depan akan seperti apa karena selama ini hanya mamanya lah keluarga satu satunya yang ia miliki
"Amel mau ikut mama Amel gak mau sendirian di dunia ini Amel mau ikut mama" teriak Amel tiba-tiba dan beruntung saat itu Laras masih memeluknya hingga akhirnya Alvian langsung memanggil dokter agar segera memberi obat penenang pada Amel
"Amel..." gumam Alvian pilu karena melihat betapa hancurnya Amel saat ini karena keluarga yang dimilikinya sudah tidak ada lagi
__ADS_1
"Mel kamu bisa kamu kuat..." kata Alvian dalam hati sambil terus menggenggam tangan Amel yang kembali tertidur setelah di suntik obat oleh dokter