
Sesampainya di apartemen Alvian...
"kenapa dari tadi diam saja, apa masih ada yang sakit" tanya Alvian yang melihat Jasmin hanya diam di sepanjang perjalanan ke apartemen nya
"tidak hanya malas berdebat saja" kata Jasmin lalu duduk di kursi tamu Alvian
"malas berdebat, maksudnya!" tanya Alvian bingung
"tidak ada, hanya mungkin badanku masih harus istirahat 1hari lagi baru saya bisa melaksanakan kewajiban saya di sini" kata Jasmin
"kamu lupa dokter bilang 1minggu, apa setelah demam kamu memiliki penyakit baru yaitu pelupa" kata Alvian
"hahhh lalu berapa persen saya akan kehilangan gaji nantinya" kata Jasmin
"tidurlah" kata Alvian yang langsung masuk begitu saja ke dalam kamarnya
"dia itu di tanya malah masuk kamar awas saja jika aku kehilangan separo dari gajiku aku akan membuat apartemen mewah mu ini menjadi kapal Titanic yang setelah menabrak gunung es , eh nabrak dirinya sendiri dong" gumam Jasmin
Di dalam kamar Alvian
"Mel... Amel... apa kamu akan marah jika aku jatuh cinta lagi, apa aku berani membuka hatiku lagi, apa aku bisa menjaga orang yang akan ada di sampingku nanti dan kenapa harus dia sih Mel..." kata Alvian sambil membenamkan diri di dalam bantal super empuknya
kring kring kring...
"hallo"
"Hay bagaimana kabar kak Vian hari ini?"
"apa kamu akan mengatakan jika kamu merindukanku"
"kak Vian sudah tau rupanya he he he, apa setelah ini Rose boleh masuk ke hati kak Vian"
"coba saja jika kamu bisa tahan nanti"
"kak Vian tenang saja kak Vian tinggal tunggu kedatangan Rose di hati kak Vian"
"apa sudah itu saja yang akan kamu sampaikan kepadaku"
"apa kak Vian sibuk!"
"aku ada tamu"
"baiklah kak kalau begitu, bye"
__ADS_1
"ya..."
tok tok tok
"masuk!"
"boleh aku pulang sebentar" tanya Jasmin
"mau apa?" tanya Alvian
"saya kan tidak membawa baju" kata Jasmin
"baiklah kamu tunggu saja di kamarmu biar aku menyuruh seseorang mengambilnya" kata Alvian
"kamar yang mana?" tanya Jasmin
"bukankah selama kamu membersihkan apartemen ku kamu sangat tau berapa jumlah kamar di sini, atau kamu mau sekamar denganku" goda Alvian
"ichhhhh saya gadis baik-baik ya, kalau begitu saya akan tidur sebentar karena kepalaku sedikit pusing saat ini" kata Jasmin
"baiklah istirahatlah" jawap Alvian
"oke" jawab Jasmin lalu keluar dari kamar Alvian
Malam harinya...
tok tok tok
"baiklah, ohya apa bajuku sudah tiba" tanya Jasmin sambil membuka pintu kamarnya
"ini!" kata Alvian sambil memberikan tas berukuran sedang pada Jasmin
"trimakasih saya akan membersihkan diri sebentar" kata Jasmin lalu kembali masuk ke dalam kamarnya
Beberapa menit kemudian...
"maaf jika lama, emmm ini tuan yang menyiapkan" tanya Jasmin karena melihat sudah ada beberapa makanan sudah tertata rapi di meja
"memang di sini ada orang lain lagi selain kita berdua" tanya balik Alvian yang membuat Jasmin hanya cengengesan
"cepatlah makan, itu ada bubur untuk lauknya kamu bisa memilih yang di meja" kata Alvian
"trimakasih selamat makan" kata Jasmin sambil mulai makan dengan tenang
__ADS_1
Selesai makan malam...
"emmm tuan bisa bicara sebentar ada hal penting yang ingin saya tanyakan" kata Jasmin
"kita duduk sambil lihat tv, biarkan saja meja makannya seperti ini nanti akan ada orang yang akan merapikannya" kata Alvian
"benarkah! siapa?" tanya Jasmin
"jangan banyak tanya karena setelah ini saya harus menyelesaikan pekerjaan kantor karena seharian ini saya bersamamu" kata Alvian
"iya iya ayo" kata Jasmin sambil mengikuti Alvian dari belakang
"duduklah, apa yang ingin kamu bicarakan" kata Alvian
"begini kira-kira sampai kapan saya akan tinggal disini karena saya merasa tidak enak jika terus merepotkan tuan Vian" kata Jasmin
"lalu...
"lalu berapa besar gaji yang di potong karena saya tidak bekerja selama beberapa hari" kata Jasmin
"lalu...
"tuan Vian kan juga harus menjaga perasaan nona Rose bagaimana jika dia nanti salah paham" kata Jasmin lagi
"sudah itu saja yang ingin kamu tanyakan" kata Alvian
"ada lagi sih tapi lupa" kata Jasmin
"pertama sesuai dengan apa yang saya katakan di awal kamu akan tinggal selama 1 bulan di sini
kedua kamu bisa tidur dengan nyenyak karena gaji kamu tidak di potong sama sekali tapi itu berlaku jika kamu menuruti semua perkataan saya
ketiga Rose bukan kekasih saya, saya memang punya kekasih tapi itu di Indonesia bernama Amel puassss dengan jawapan saya nona Jasmin" kata Alvian penuh penekanan di akhir kalimat
"syukurlah jika gaji saya tidak di potong, karena itu berarti saya bisa ikut asuransi untuk menjamin masa tua saya nanti" kata Jasmin senang
"kamu tidak penasaran dengan Amel" tanya Alvian
"tidak tapi jika tuan ingin memperkenalkannya kepada saya, saya sih tidak keberatan" kata Jasmin
"masuk kamarmu sekarang saya sedang ingin sendiri, dan ini hp barumu pelajari dengan benar di kamar" kata Alvian sambil memberikan tas kecil berisi hp baru kepada Jasmin
"trimakasih " jawap Jasmin lalu pergi meninggalkan Alvian sendirian
__ADS_1
"Amel... Jasmin... Rose..." lelucon apa ini gumam Alvian
"mungkin aku akan pulang sebentar ke Indonesia" gumam Alvian lagi