Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 17


__ADS_3

"hey aku Vi apa kamu yang menjemputmu" tanya Alvian pada gadis yang memegang namanya


"kenapa kau tampan sekali...."


"apa! apa kamu bicara sesuatu" tanya Alvian


"ah tidak tidak maafkan aku, kamu pasti sangat lelah mari aku tunjukkan mobilmu barang-barangmu biar aku yang bawa" kata Jasmin


"tidak usah aku bisa membawanya sendiri mana mungkin aku membiarkan seorang wanita membawa barangku" kata Alvian

__ADS_1


"ya ampun pria idaman banget sih mau dong buat di rumah" kata Jasmin mencoba bercanda meskipun jika terjadi dia pasti akan sangat senang sedangkan Alvian hanya menatapnya datar


Di mobil...


"namamu siapa...?" tanya Alvian


"Jasmin namaku Jasmin nama yang sangat indah kan, ibu panti yang memberikan nama indah itu padaku karena wakti kecil kulitku sangat bersih seperti bunga Jasmin. Saat kecil dulu kata orang-orang aku sangat imut dan menggemaskan tapi saat sudah besar jadi seadanya kayak gini wajah imut dan menggemaskan ku saat kecil entah menguap kemana. Tapi aku jadi kayak gini karena sibuk bekerja keras untuk menata masa depanku agar lebih baik baru deh nanti aku merawat diri agar banyak laki-laki yang melirikku. Jadi intinya menata masa depan dulu baru menata diri wkwkwkkkk keren banget kan pola pikir aku" kata Jasmin panjang lebar tanpa memperhatikan wajah Ello yang jengah mendengar ceritanya


"he... maaf ya tuan habis mau gimana lagi kalo ngomongnya cuma dikit ini mulut rasanya kayak ada yang getar- getar gimana gitu jadi anda nikmati saja suara saya yang merdu ini ya... anggap saja lagi dengerin radio di mobi gitu, biar gak sepi maksudnya benarkan yang saya katakan tadi. Sepi itu gak enak lho" kata Jasmin

__ADS_1


Mendengar pernyataan Jasmin yang mengatakan " jika sepi itu tidak enak " Alvian kembali teringat pada Amel yang juga sendiri di makam.


"Mel apa kamu kesepian?" kata Alvian dalam hati


"tuan kok melamun mau saya ceritakan sesuatu atau masa kecil saya tidak, ceritanya sangat seru lho mau kan biar kita gak diem dieman kayak orang lagi berantem gitu maksudnya bagaimana mau denger gak" kata Jasmin


"terserah" jawap Alvian yang sebenarnya sangat malas mendengar suara Jasmin yang kelewat cerewet menurutnya


"masa kecil saya itu menyenangkan banget tapi saya ini termasuk murit yang pandai meskipun sering bolos sekolah sampai ibu panti sering memukul kakiku dengan kayu. Aku itu sangat tidak suka jika di suruh belajar aku lebih suka berpetualang mencoba hal-hal baru. Waktu SMP dulu aku pernah 1minggu tidak pulang ke panti karena aku terbawa bis hingga sampai ke luar kota tapi ajaibnya aku malah sangat menikmati itu, jika aku tidak di temukan polisi mungkin aku sudah entah sampai mana. Sejak lulus SMA aku sudah mencoba banyak pekerjaan mulai dari pelayan cafe bekerja di clup malam jadi penyapu jalanan dan sekarang aku menjemputmu. Baru kali ini aku di gaji besar hanya dengan menjemput seseorang apa kamu orang yang sangat penting. Tapi jika aku lihat-lihat dari penampilan anda saya yakin anda bukan orang sembarangan. Tapi melihat anda yang hanya membawa 1koper berukuran sedang apa anda juga mau bekerja disini seperti saya juga. Kalo itu benar saya akan sangat senang sekali jadi saya ada kesempatan lebih dekat dengan anda, sangat jarang lho ada orang biasa yang ketampanannya seperti anda. Ohya saya hanya di beri tahu jika nama anda Vi boleh tau nama panjang anda" tanya Jasmin namun tidak ada jawapan dari Alvian

__ADS_1


"tuan..." panggil Jasmin lagi lalu mengarahkan sepionnya ke arah Vi


"ya ampun apa suaraku seindah itu sampai-sampai kamu tertidur, ya Tuhan jika di jodohku langsung kawinkan saja ya Tuhan hamba akan dengan senang hati menerimanya" kata Jasmin dan kembali fokus menyetir


__ADS_2