Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 4


__ADS_3

Setelah beberapa saat menunggu...


"silahkan tuan dan nona masuk" kata karyawan tersebut


"Hay apa kabar senang kalian bisa datang dan kebetulan sekali apa aku bisa meminta bantuan kalian" kata Amel terlihat senang meskipun masih terlihat gurat kesedihan di matanya


"Ten...tentu saja apa yang bisa kami bantu" kata Kenzia terbata karena menyadari semua saudaranya yang tidak merespon Amel


"ahhhh senang ohya aku kok gak kenal sama kamu ya, apa kamu temennya Alvian" tanya Amel


"aku Kenzia kak ini Kenzo kami adik kakak Al" jawap Kenzia


"wahhhh senangnya jadi kalian si baby Ken" tanya Amel senang


"heyyy kak kita bukan baby lagi ya bahkan kami akan lulus SMA tahun ini" protes Kenzia


"jadi kakak perlu bantuan apa karena aku sangat lapar saat ini" kata kenzo yang dari tadi matanya tidak lepas dari makanan di meja


"jika kalian ingin menikmati hidangan di sini terlebih dahulu silahkan saja deh dan kebetulan aku juga belum makan dan udah laper banget ayok" kata Amel bersemangat


"Mel..." panggil Alvian


"hari ini benar-benar ulang tahunmu kan" tanya Alvian ragu

__ADS_1


"iya kenapa?" tanya Amel


"dimana keluargamu saat ini kenapa hanya kamu sendirian di sini bahkan orang-orang yang kamu undang dan pelayan pun di sini tidak ada" tanya Alvian


"seharusnya aku dari dulu pakai hotel milik keluargamu ini ya Vi biar aku tidak perlu menjelaskan tiap aku ngerayain ulang tahun megah aku" kata Amel yang masih menutupi kesedihannya dengan senyum termanisnya


"jadi apa kamu mau menceritakan sesuatu pada kami tapi jika kamu keberatan kami tidak akan memaksamu untuk menceritakannya" tanya Alfira yang kini duduk di samping Amel sambil menggenggam tangan Amel yang sangat dingin


Terlihat Amel nampak beberapa kali mengambil nafas panjang, wajah yang tadi sedikit ceria sekarang terlihat seperti gadis lemah yang memiliki beban hidup yang cukup berat


"apa kalian mau merayakan ulang tahunku dulu, karena aku takut setelah aku cerita tentang kehidupanku pada kalian, kalian akan langsung meninggalkanku tanpa merayakan ulang tahunku, setidaknya setelah sekian tahun kehidupanku aku pernah mengalami masa indah seperti saat ini untuk aku kenang dalam hidupku" kata Amel sendu


"tentu saja sekarang kita dekati kue ulangtahun raksasa kak Amel, kak Bian bawa korek kan" tanya Kenzia yang membuat Albian melotot padanya


oke brother" kata Albian yang langsung menyalakan lilin di kue ulang tahun Amel yang cukup besar


"tunggu kak jangan di nyalakan dulu" tahan Kenzia


"ada apa lagi Zia..." kata Alfira


"bagaimana kalau kita memanggil beberapa karyawan biar lebih ramai, hp kak Amel mana biar Zia bantu ngevidio in ultahnya kak Amel


"baik" jawap Albian yang langsung menghubungi seseorang

__ADS_1


Beberapa saat kemudian muncul beberapa orang karyawan yang bekerja di hotel datang ke tempat Amel merayakan ulang tahunnya. Rona bahagia sangat terpancar di wajahnya. Setelah acara tiup lilin selesai Amel melanjutkan memotong kue ulang tahunnya namun yang mendapat potongan pertama adalah Kenzia karena Amel merasa Kenzia sangat berperan penting di hari ulang tahunnya tahun ini. Amel juga menyuruh semua orang menikmati makanan yang sudah ia sediakan kepada semua orang yang hadir tanpa terasa 2jam berlalu begitu cepat buat Amel


"Kenzia terimakasih ya kamu banyak membantu malam ini bahkan foto dan Vidio yang kamu ambil juga bagus aku bakal nyimpan ini sebagai kenangan yang paling indah dalam hidup aku, aku bakal simpan dan menjaga kenangan ini dengan sepenuh jiwa raga aku" kata Amel dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"apa kamu sebahagia itu sampai akan menyimpannya sepenuh jiwa raga" tanya Alvian datar


"tentu saja karena seumur hidup sku baru kali ini ada orang yang tulus buat aku bahagia jadi meskipun harus mempertaruhkan nyawa aku gak bakal nyesel untuk menyimpan kenangan indah ini" kata Amel dengan wajah yang amat serius


"bisa kirim gambar sama Vidio kamu ke email aku gak" kata Alvian


"buat apa!" tanya Amel heran


"buat di bantuin nyimpen, kakak aku kak Ello pinter kalo soal nyimpen ginian jadi kamu gak perlu tuh sampek mempertaruhkan jiwa raga buat melindungi foto ama Vidio ulang tahun ini anggep aja bonus hadiah ultah dari kita" kata Alvian datar


"tentu saja trimakasih sebelumnya aku gak bakal lupa sama kebaikan kalian hari ini untuk pertama kalinya aku bakal tidur dengan wajah tersenyum" kata Amel sangat bahagia


Karena sudah malam mereka memutuskan untuk pulang dan menyuruh Amel menginap di salah satu kamar hotel yang ada disana.


Sebenarnya saat ini banyak yang sedang Alvian fikirkan mulai dari ulang tahun Amel yang tidak di hadiri siapapun bahkan keluarganya sekalipun dan bahkan dia mengatakan jika ini untuk pertama kali dalam hidupnya dia merasakan kebahagiaan


"Vi aku merasa kasihan melihat Amel sangat terlihat bahwa dia gadis rapuh meskipun dia selalu menampilkan wajah ceria, dari tadi aku sangat penasaran dengan kehidupan aslinya tapi melihat dia yang sangat terlihat bahagia aku jadi tidak tega menanyakan kehidupan pribadinya" kata Alfira


"aku juga kaget dengan kejadian tadi apa lagi melihat dia yang awalnya hanya pura-pura bahagia di depan kita, aku harap suatu saat nanti dia akan mendapat kebahagiaan sesungguhnya" kata Albian sedangkan Alvian hanya diam mendengarkan pembicaraan saudaranya

__ADS_1


__ADS_2