
Besok paginya...
"tidak biasa-biasanya kayak gini, mau berangkat cari duit kenapa terasa berat banget, apa mending di penjara aja ya nganggur dapat makan, eh iya kalo di penjara makanannya enak kalo nggak ohhhh amit-amit. Sudah bawa bekal dobel sama buat makan malam hahhhhhh semangat untuk hari ini Jasmin kamu pasti bisa demi masa tua yang indah" gumam Jasmin di sepanjang perjalanannya menuju perusahaan yang di pimpin Alvian
Ting... lift yang di naiki Jasmin sudah sampai di lantai 55 dan itu membuatnya semakin tegang karena mulai hari ini dia akan bertemu dengan Alvian setiap hari.
"apa kamu OG baru perkenalkan namaku Dio aku OB di sini" kata Dio memperkenalkan diri
"Hay aku Jasmin, ohya disini tugas aku apa saja ya soalnya ini pengalaman pertama bekerja di sebuah perusahaan besar" kata Jasmin
"ya... seperti yang sudah kamu pelajari dulu saat kursus Jasmin, kamu berapa lama ikut training di perusahaan ini" tanya Dio
"training apa maksudnya?" tanya Jasmin bingung
"ya untuk bisa kerja di perusahaan ini untuk OB OG atau cleaning servis mereka kan harus di training dulu kamu ini pasti hanya sebentar ya di latihnya" kata Dio
"tapi aku memang tidak training dulu saat akan kerja di sini" jelas Jasmin
"wah berarti kamu sudah hebat dong q saja butuh waktu 6bulan" kata Dio
"ya udahlah sekarang hal pertama yang harus aku kerjakan apa?" tanya Jasmin
"kamu di tempatkan di bagian apa?" tanya balik Dio
" kata nya sih jadi OG pribadinya tuan Alvian" kata Jasmin
"wah hebat sekali kamu pasti dapat nilai sempurna ya sampai bisa jadi OG pribadi selamat ya" kata Dio sambil menyalami Jasmin
"hebat mana orang lewat jalur paksa" kata Jasmin dalam hati
"kenapa melamun?" tanya Dio
__ADS_1
"oh tidak apa-apa, sekarang segera beri tau apa yang harus aku lakukan sekarang sebelum bis besar datang" kata Jasmin
"oke ikut aku keruangan tuan Vian sekarang" kata Dio yang langsung di ikuti Jasmin
30menit kemudian...
"selamat pagi tuan" sapa Dio
"apa OG baru sudah mulai bekerja hari ini" tanya Alvian yang sengaja datang lebih pagi karena ingin melihat pekerjaan Jasmin
"sudah tuan, Jasmin sedang membersihkan ruangan anda" jawap Dio
"lanjutkan pekerjaanmu" kata Alvian yang langsung masuk ke ruangannya
"selamat pagi tuan" sapa Jasmin kaget karena tiba-tiba Alvian sudah ada di belakangnya
"lanjutkan!" kata Alvian yang langsung duduk di kursi kebesarannya
"nih orang sarapannya es batu apa ya!" gumam Jasmin
"baiklah" jawap Jasmin yang akan pergi keluar ruangan Alvian
"kamu mau ke mana?" tanya Alvian
"membuat kopi di pantry" jawab Jasmin
"ini baca dan pelajari berkas ini, di sini ada penjelasan tentang ruangan-ruangan di sini apa saja yang kamu kerjakan di sini, duduk di sofa itu aku beri waktu 1jam" kata Alvian sambil memberikan map pada Jasmin lalu kembali meneruskan pekerjaannya
"sepertinya aku harus membawa jaket tebal udara disini sangat dingin" gumam Jasmin yang langsung duduk di sofa yang di tunjuk Alvian
"sofa itu sangat mahal hati-hati jika ada yang rusak kamu tidak akan bisa menggantinya" kata Alvian tanpa melihat ke arah Jasmin
__ADS_1
" baik tuan muda yang terhormat" jawap Jasmin yang bukannya hati-hati saat duduk tapi malah langsung membanting tubuhnya ke sofa
tulalit tulalit tulalit...
"hallo" kata Jasmin sambil berbisik
"kenapa bisik-bisik" tanya Farah
"aku lagi kerja Farah, sudah ya aku tidak mau di marahi saudaramu lagi" kata Jasmin masih dengan berbisik
"wkwkwkwkkkk kamu harus sabar ya kak Vian itu orang yang baik kok jadi jangan terlalu di masuk kan ke dalam hati" kata Farah
"sudah ak....
"jangan ganggu Jasmin dia sedang bekerja" kata Alvian yang langsung mematikan sambungan telpon Jasmin
"eh kok di matikan" tanya Jasmin
"tidak jadi 1 bulan tapi 3 bulan" kata Jasmin
"apanya?" tanya Jasmin
"membersihkan apartemen saya sepulang kerja" kata Alvian
"lah salah saya apa?" tanya Jasmin semakin bingung
"menerima telpon saat masih kerja" jawab Jasmin
"tapi itu kan....
"apa mau jadi 1tahun!" kata Alvian tak terbantahkan
__ADS_1
"3 bulan oke 3 bulan" kata Jasmin sambil mulai berkaca-kaca karena apa yang di lakukan ya selalu salah di hadapan Alvian
"ya Tuhan apa sih kesalahanku padanya" gumam Jasmin sambil kembali mempelajari map yang di berikan Alvian tadi