
Setelah sampai Alvian langsung merebahkan tubuhnya di kasur berukuran sedang namun dengan kwalitas nomer satu tentunya. Dia kembali teringat segala kenangannya bersama Amel, semua kekonyolan yang di buat Amel saat mengejarnya dulu bagaimana perjuangannya menutupi pandangan orang-orang yang selalu menganggap bahwa Amel bukanlah gadis baik-baik, Amel yang tidak pernah menampakkan kesedihannya di depan orang lain. Mengingat setiap kebersamaannya dengan Amel tanpa sadar dia sampai tertidur tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.
"*Vi... apa kau merindukanku" sapa Amel
"tentu saja boleh aku memelukmu" tanya Alvian
"tentu saja tidak Vi, karena itu akan membuatku ingin menahan mu untuk terus bersamaku" kata Amel manja
"kenapa kalau kamu menahanku, aku malah akan senang sekali" jawap Alvian
"kamu lupa kalau kamu masih memiliki keluarga yang sangat mencintaimu dan mungkin juga akan ada seseorang yang berlahan akan menggantikan posisiku di hatimu" kata Amel sedih
"tidak akan ada yang bisa menggantikan mu Mel" kata Alvian
"benar dia tidak mungkin dapat menggantikan ku tapi dia bisa menggeser ku sedikit dari hati kamu" kata Amel sambil tersenyum
"apa akan ada orang yang akan mencintaiku sepertimu" tanya Alvian
"tentu saja Vi tapi bisa jadi nanti yang terjadi malah sebaliknya" kata Amel sambil cekikikan
"maksud kamu apa?" tanya Alvian bingung
"ya malah kamu yang nanti akan mengejar-ngejar cintanya" kata Amel sambil tertawa
"itu tidak akan terjadi dan tidak mungkin terjadi, seorang Alvian itu di ciptakan untuk di kejar bukan mengejar" kata Alvian sombong
"wiiihhhhh tuan muda bisa sombong juga ternyata" ejek Amel namun tiba-tiba
"awas Vi...." teriak Amel*
__ADS_1
Gedhebuuukkkkggggghhhhh
"ishhh ahhhh pinggangku" kata Alvian sambil mengusap-usap pantatnya yang terjatuh duluan ke lantai
"siapa sich yang tadi melemparku dengan bola kan aku jadi terpisah lagi dengan Amel" gerutu Alvian sambil bangkit dan menuju kembali ke kasur empuknya
"siapa ya yang melempari ku dengan bola dia sepertinya seorang wanita" gumam Alvian sambil mengingat bayangan putih seperti seorang gadis berambut panjang yang melemparkan bola kepadanya dan sayangnya Alvian tidak sempat melihat ke arahnya
"lebih baik aku mandi dan mengganti baju mungkin tubuhku terlalu banyak kuman yang menempel jadi prrtemuanku dengan Amel jadi terganggu" kata Alvian yang langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
Ke esokan harinya di kantor.
"pagi Vi bagaimana urusanmu di KBRI udah selesai" tanya Ryo
"sudah tapi jika ada yang kurang mereka akan memanggil ku kembali" kata Alvian sambil mulai menghidupkan komputernya untuk memulai kerja
"Vian ini tugas kamu kerjakan semua sebelum makan siang serahkan kepada saya" kata pak Thomas angkuh
"hari pertama kerja saja dia bisa masuk hanya setengah hari jadi dia pasti bisa mengerjakan berkas itu kan" kata pak Thomas yang langsung pergi begitu saja
"tenang saja Vi kami pasti akan membantumu jangan sungkan untuk bertanya ya karena kita adalah tim jadi kita harus bisa bekerja sama dengan baik" kata Karin
"benar Vi pak Thomas memang seperti itu padahal kami yang mengerjakan semua tapi saat rapat dia selalu mengaku jika semua keberhasilan kami adalah hasil kerja kerasnya" kata Ryo
"jika dia seperti itu kenapa kalian hanya diam saja" tanya Alvian
"selama gaji kami masih utuh kami tidak akan mempermasalahkan hal itu Vi" kata Nina
"tapi dia sudah semena-mena pada kalian" kata Alvian lagi
__ADS_1
"sudahlah jangan di bahas lagi, kamu kerjakan sebisa kamu dulu ya Vi jika ada yang ingin kamu tanyakan langsung tanyakan saja tidak perlu sungkan" kata Ryo
"tentu saja, trimakasih" kata Alvian sambil sedikit tersenyum
Sementara itu di cafe tempat Jasmin bekerja...
"hey kenapa kamu memukul pantatku" teriak Jasmin pada pengunjung cafe
"aku tidak sengaja kenapa kamu marah-marah kalau tidak mau tersenggol ya di rumah saja" omel pengunjung cafe
"jika tersenggol tidak seperti itu rasanya" kata Jasmin tidak terima
"lalu mau kamu apa hahhh" kata pengunjung cafe marah
"maaf apa yang sedang terjadi" tanya manager cafe
"karyawan bapak menunduk saya memukul pantatnya, itu sungguh membuat saya malu pak seperti tidak ada lagi wanita cantik untuk saya goda saja lihat saja tubuhnya yang kurus kering dengan kulit yang terbakar sinar matahari dengan bau khas jalanan siapa yang Sudi menggodanya melihat saja pasti sudah ingin muntah" kata pengunjung cafe
" hey tuan jangan memutar balikkan fakta ya saya tau benar jika anda sengaja memukul pantat saya dan....
"sudah cukup Jasmin hari ini juga kamu saya pecat, kemasi barangmu saya tidak suka punya karyawan yang suka bikin masalah seperti kamu, ambil gaji terakhir kamu dan jangan menampakkan diri lagi di cafe ini" kata manager cafe yang langsung membuat Jasmin kaget
"tapi ini kan bukan salah saya pak" kata Jasmin membela diri
"kamu ambil gaji terakhir kamu sekarang atau tidak sama sekali" ancam manager cafe
"baiklah baiklah saya pergi sekarang" kata Jasmin dengan marah dan pergi begitu saja dari sana
"kenapa semua pria tampan ber uang selalu menyebalkan dasaaaarrrrrrrr" teriak Jasmin sambil berlalu meninggalkan cafe sambil terus marah-marah
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya happy reading 🥰🥰🥰