
"trimakasih sudah mengantarku sampai sini" kata Jasmin lalu turun dari mobil Alvian
"Ryo jalan" kata Alvian tanpa melihat pada Jasmin
"hahhh dasar muka datar, hahhh lumayan untuk makan siang roti masih bagus main buang aja exp nya aja masih 2hari" gumam Jasmin sambil mulai memakan rotinya dan tanpa dia sadari apa yang di lakukannya itu di lihat oleh Alvian melalui kaca spionnya
Di mobil Alvian...
"kamu terus memperhatikannya kenapa tadi tidak di ajak makan sekalian" tanya Ryo yang diam-diam memperhatikan Alvian
"cewek bar-bar kayak dia lebih baik tidak usah" jawap Alvian datar sedangkan Ryo masih konsentrasi menyetir mobilnya
"kenapa tidak mencari kerjaan yang bener sih biar bisa hidup layak dasar gadis bar-bar" kata Alvian dalam hati
Ke esokan harinya...
"pagi..." sapa Alvian yang baru tiba di rumah Reyhan
"kesayangan aunty kamu langsung ke meja makan aja ya uncle mu sudah ada di sana" kata Sarah
"pagi uncle" sapa Alvian yang melihat Reyhan sedang melihat hpnya
"hey akhirnya,kenapa kemarin tidak menginap di sini saja sih" kata Reyhan
"tidak apa-apa uncle" jawap singkat Reyhan
"pagiiii" sapa Farah yang datang dengan Rose
"Rose bagaimana tidurmu" tanya Reyhan
"sangat baik om trimakasih banyak ya?" kata Rose
"memang semalam ada apa uncle" tanya Alvian yang heran mendengar Rose berterima kasih kepada Reyhan
"saat ingin pulang mobilnya di hadang orang yang tidak di kenal, untung ada Daniel saat itu jadi Daniel langsung membawanya kesini" kata Reyhan
"dari mana kamu malam-malam?" tanya Alvian yang membuat Rose sedikit takut karena sorot mata Alvian yang tajam kepadanya
"emmm aku kemarinnn emmm....
"di mana Daniel, kenapa dia belum turun!" tanya Sarah sambil menaruh hidangan terakhir di meja makan
"ada apa mamaku tercinta, apa kamu sangat m rindukan ku" tanya Daniel sambil mencium pipi Sarah
__ADS_1
"jaga sikapmu son" kata Reyhan
"hanya pipi pa tidak yang lain" kata Daniel menggoda Reyhan
"sudah ayo kita makan dulu bukanlah kalian harus kekantor" kata Sarah
"kapan peresmian pergantian CEO di lakukan" tanya Reyhan
"beberapa hari lagi pa, hanya tinggal menunggu berkasnya siap saja" kata Daniel
"apa tidak bisa di undur lagi" kata Alvian
"sudah jangan mengeluh, lakukan saja peranmu dengan baik nanti itu saja sudah cukup" kata Reyhan
"ma pa nanti Farah sama Rose ke kampus untuk menyerahkan tugas akhir jadi mungkin kita akan pulang terlambat" kata Farah
"apa kamu sudah bilang orang tuamu Rose" tanya Sarah
"sudah aunty dan mereka mengerti itu" kata Rose
"kak antar kita ke kampus ya?" pinta Farah
"kak siapa?" tanya Daniel yang masih fokus dengan kopinya
"nanti pulangnya?" tanya Alvian
"kalo pulangnya sih gampang tinggal minta jemput atau taksi aja" kata Farah
"oh oke deh" jawap Alvian
Setelah menyelesaikan sarapannya Alvian segera berpamitan dan pergi ke kantor namun sebelumnya dia akan mengantar Farah dan Rose ke kampus mereka.
"kalian sebentar lagi di wisuda rencana kedepan kalian apa" tanya Alvian
"kalo aku seperti yang kak Vian tau meneruskan butik mama meskipun aku tidak begitu faham tentang fashion" kata Farah
"dan kamu Rose" tanya Alvian
"kalo aku sih meneruskan perusahaan papa karena jika bukan aku mau siapa lagi" kata Rose
"kamu hebat ya masih muda sudah tertarik di dunia bisnis" kata Alvian
"ohya boleh tidak rose tanya sesuatu" kata Rose
__ADS_1
"apa..." kata Alvian dan Farah hampir bersamaan
"jadi pemegang sah perusahaan yang sekarang di pegang Kak Daniel itu sebenarnya siapa?" tanya Rose yang membuat Farah dan Alvian saling memandang karena bingung dengan pertanyaan Rose
"bukankah kemarin kamu sudah di beri tau jika kak Vian orangnya" kata Farah
"wkwkwkkwk udah gak perlu bercanda, kak Vian kan cuma anak supir yang menyamar menjadi pemilik perusahaan terlihat banget lho kalo kak Vian kemarin itu acting nya kaku banget sangat terlihat di paksakan" kata Rose sambil terus tertawa
"ya ampun apa aku semenyedihkan itu, hemmm seharusnya aku dulu menuruti kata-kata kak Ello tentang mengelola perusahaan" rutuk Alvian dalam hati
"ya ampun apa kak Vian menurutmu sangat tidak cocok menjadi CEO" kata Farah sedikit menahan tawa
"kalo wajah dan postur sih cocok tapi kalau untuk memimpin suatu perusahaan besar kak Vian harus benar-benar bekerja keras untuk mempelajarinya" kata Rose
"iya aku tau itu" kata Alvian datar
"jadi siapa CEO yang sebenarnya" kata Rose
"kenapa kamu terdengar seperti sangat ingin tau" tanya Alvian yang membuat Rose langsung gelagapan
"eh emmm tidak kak hanya penasaran saja" kata Rose sambil nyengir lalu melempar pandangannya ke luar jendela
Sesampainya Alvian di kantor...
"tuan Vi akhirnya anda datang juga" kata Nico sedikit panik
"ada apa?" tanya Alvian
"ada yang mensabotase mobil tuan Daniel dan sekarang tuan Daniel berada di rumah sakit karena luka di kepala yang cukup parah" kata Nico
"baiklah aku akan kerumah sakit sekarang" kata Alvian yang ingin pergi namun langsung di tahan Nico
"ada apa?" tanya Alvian yang bingung karena Nico manahannya pergi
"kita keruangan tuan Daniel sekarang di sana lebih aman" kata Nico serius yang langsung di turuti Alvian
Di ruangan Daniel...
"apa pak nico tau apa yang terjadi sebenarnya" tanya Alvian
"Rose...
"ada apa dengan Rose...???
__ADS_1