Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 57


__ADS_3

"Rose jelaskan" kata Alvian serius...


"sebenarnya saat aku baru tiba di sini Farah udah cerita semuanya kalo Jasmin tinggal sama kamu selama dia sakit dan menurutku itu sangat tidak pantas makanya aku memutuskan untuk membeli tempat tinggalmu juga kostan yang ada di sekitarmu agar di masa depan itu juga bisa jadi pemasukan tetap mu jadikan kamu gak perlu lagi siang malam kerja. Maksud aku baik kok jadi kamu kan gak perlu merepotkan orang lain lagi" kata Rose


"maksud kamu merepotkan apa?" tanya Alvian


"maaf jika kehadiranku membuat kehidupan kalian terusik sebenarnya dari awal bukankah aku sudah menolak bekerja di perusahaan kalian, aku sudah cukup nyaman bekerja serabutan seperti dulu meskipun capek luar biasa dan apa yang aku dapat tidak seberapa tapi setidaknya aku tidak perlu merasa berhutang Budi di mana aku sangat sadar diri jika aku tidak mungkin dapat membalasnya. Farah sebenarnya aku juga bukan teman yang baik karena aku kadang selalu berharap di jalan bertemu denganmu sehingga aku dapat kamu traktir makanan enak bukankah aku bukan teman yang tulus. Nona Rose trimakasih banyak kamu sudah menyadarkan ku jika yang aku lakukan selama ini justru beban bagi kalian semua maafkan aku" kata Jasmin sambil menunduk


"kamu ngomong apa sih Jasmin aku seneng banget kok berteman sama kamu, kamu kenal aku kan jika aku tidak pernah membedakan orang berdasarkan status begitupun juga keluargaku. Aku seneng berteman sama kamu karena kamu itu tulus apa adanya sama aku tidak seperti temanku yang lain yang selalu menilai seseorang dari status sosialnya saja" kata Farah sambil menggenggam erat tangan Jasmin


"sejak mengenal kalian Jasmin yang kuat sekarang menjadi Jasmin yang lemah ya ini karena kalian selalu memanjakan ku" kata Jasmin berusaha bercanda tapi justru air matanya kini mengalir deras


"maafkan aku ya Jasmin karena perbuatanku kamu jadi seperti ini maksud awal aku baik kok hanya ingin membantumu saja" kata Rose yang juga kini merasa bersalah


"sudah sudah kenapa kita jadi saling gak enakan gini sih, tuan Vian bukankah tadi kamu menawariku makan aku sangat lapar sekarang" kata jasmin


"kami juga lapar kita makan berempat saja ya kita ke cafe temanku kita makan sepuasnya kali ini biar Rose yang mentraktir kita" kata Farah


"siapa takut ayo" kata Rose bersemangat


Saat di cafe tempat mereka makan Alvian diam-diam terus memperhatikan Jasmin yang sedari tadi menghela nafas panjang dan Alvian sangat yakin di balik keceriaan yang di perlihatkannya hari ini Jasmin sangat tidak nyaman dan entah mengapa Alvian merasa akan ada sesuatu yang di lakukan Jasmin nanti yang pasti yang di harapkan Alvian adalah Jasmin tidak berusaha menghindarinya setelah kejadian hari ini.


"setelah ini kamu pulang ke mana?" tanya Farah saat di mobil


"ya kerumahku sendiri lah kan sekarang udah bagus udah di perbaiki barang-barang di dalamnya juga udah di ganti jadi aku mau menikmatinya sekarang" kata Jasmin sambil tertawa


"barang-barang yang ada di apartemen ku kamu ambil dulu" kata Alvian

__ADS_1


"iya tenang saja aku akan mengambilnya besok" kata Jasmin


"bagaimana jika aku yang mengambilnya untukmu" kat Rose


"cieeee ada yang mau cari kesempatan buat deket-deket Kakak aku nih" goda Farah


"ihhhh apaan sih aku kan cuma mau membantu" jawap Rose malu


"nona semangat ya kalian bisa jadi pasangan yang sangat serasi" kata Jasmin lalu sedikit menarik nafas panjang lagi dan itu terlihat oleh Alvian yang sedang menyetir


"Rose kamu pulang kerumahnya Farah kan" tanya Alvian


"iya kak tapi kalo kak Vian ngajak tinggal di apartemen kak Vian sih gak apa-apa kan kamar yang dapat tempati jasmin kosong, kangen banget tau kak aku sama kak Vian" kata Rose


"kamu aku antar langsung ke tempatnya Farah saja" jawap Alvian yang membuat rose Rose kecewa


"tenang Rose angetin terus aja gunung es nya lama-lama juga bakal cair" kata Farah


"iya sebangat berjuang aja soalnya kayangnya yang di hadapin itu gunung es abadi deh" kata Jasmin berusaha bercanda


"wah kalo es nya es abadi kita harus turun tangan nih Jasmin buat bantuin Rose" kata Farah bersemangat


"iya..." jawap Jasmin lalu fokus melihat keluar jendela


"lho kak, kakak ngantar kita pulang dulu aku kira ngantar Jasmin dulu" kata Farah baru menyadari arah mobil Alvian


"sama aja kan siapapun yang aku antar lebih dulu" kata Alvian

__ADS_1


"iya iya kakak saya emang benar" kata Farah yang malas berdebat dengan Alvian


Sesampainya di rumah Farah...


"kak gak turun dulu katemu mama papa" kata Farah setelah turun dari mobil Alvian


"kapan-kapan saja" jawap Alvian


"Jasmin jagain belahan jiwa aku ya jangan biarin dia lirik-lirik cewek di jalan" kata Rose sambil tertawa


" dengerin tuh Jasmin jewer aja kak Vian kalo kayak gitu" kata Farah sambil tertawa


"udah Farah, Kakak pulang dulu sampai jumpa" kata Alvian yang langsung melajukan mobilnya lagi


Saat berada di luar gerbang rumah Farah mobil Alvian tiba-tiba berhenti.


"ada apa?" tanya Jasmin


"kamu masih mau duduk di belakang, aku ini bukan supir ya?" kata Alvian


"posisi seperti ini sepertinya lebih nyaman, kapan lagi ngrasain di supirin bos dari perusahaan besar" kata Jasmin bercanda namun terasa sangat getir


"terserah..." jawap Alvian lalu melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan agak tinggi


"Jasmin kenapa aku merasa kamu akan menjauh dariku" kata Alvian dalam hati


Sesampainya di tempat tinggal Jasmin

__ADS_1


"trimakasih sudah di antar saya masuk dulu" kata Jasmin yang langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa menunggu jawapan dari Alvian


"Sepertinya kamu harus segera aku ikat agar tidak bisa pergi jauh..." gumam Alvian


__ADS_2