Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 55


__ADS_3

Tidak terasa sudah hampir 1bulan Jasmin tinggal di apartemen milik Alvian, keberadaan Jasmin di sana hanya di ketahui oleh Farah karena itu Alvian tidak ingin ada orang yang salah faham dengan hubungan mereka dan selama itu pula hubungan Alvian dan Jasmin mulai normal seperti manusia kebanyakan dan hanya sesekali saja mereka berselisih faham.


"tuan..." panggil Jasmin


"hemmm...


"tuan Vian...!" panggil Jasmin lagi


"ya...? ada apa?" jawap Alvian sambil menutup laptopnya


"apa boleh saya pulang?" tanya Jasmin


"mau apa?" tanya balik Alvian


"sebelum saya menempati rumahku kembali saya ingin membersihkannya terlebih dahulu" kata Jasmin


"besok saja kan hari Minggu" jawab Jasmin


"baiklah" jawap Jasmin lalu pergi ke dapur


"mau kemana!" tanya Alvian


"ke dapur ambil minum, mau juga?" tanya Jasmin


"buatkan jeruk hangat saja" kata Alvian


"baiklah tunggu sebentar" jawap Jasmin


Ting tong ting tong...


"surprise....."


"kamu.....


"iya aku apa kak Vian terkejut"


"dari mana tau tempat tinggalku?"


"dari aku kak😁" jawap Farah


"masuklah" kata Alvian


"trimakasih" jawap Farah dan Rose


"kapan kamu tiba dari Paris" tanya Alvian


"tadi malam trus aku tidur di tempatnya Farah" jawap Rose


"aku buatkan minum dulu ya" kata Farah


"wahhh kalian di sini, mau minum biar aku buatin" kata Jasmin


"apa saja Jasmin yang penting minuman hangat, trimakasih ya?" kata Farah


"dia tinggal di sini?" tanya Rose dengan wajah sedikit kecewa

__ADS_1


"memang kenapa?" jawap Alvian tanpa melihat Rose


"kak Vian hanya menampungnya sementara karena dia sempat sakit kemarin kan dia gak ada yang bisa bantu merawat" kata Farah


"kalian tidak ada hubungan apa-apa kan?" tanya Rose sedikit ragu


"aku....


"tentu saja tidak mana mungkin itu terjadi benar kan kak" kata Farah memotong perkataan Alvian


"syukurlah, ohya bagaimana jika kita berkeliling cari suasana baru, kata nya teman Farah ada yang baru membuka cafe kita bisa ke sana" ajak Rose


"tapi aku...


"ayo lah kak sebelum Rose kembali ke Paris kita bisa mengajaknya jalan-jalan terlebih dahulu" kata Farah


"ini minuman kalian silahkan di nikmati" kata Jasmin


"trimakasih banyak Jasmin" kata Farah


"kalian mobile legends apa sih kayaknya asik banget" tanya Jasmine


"kita mengajak Rose jalan-jalan mumpung dia masih disini apa kamu juga mau ikut" tanya Farah


"emmm maaf tapi aku ingin membersihkan rumahku karena sebentar lagi aku akan kembali menempatinya" kata Jasmine


"sayang sekali kan jika kita bisa pergi berempat lebih seru" kata Farah


"dia kan tidak mau jadi jangan di paksa kita bertiga saja juga gak apa-apakan" kata Rose


"tidak usah aku bisa pergi sendirian, kalian bersenang-senanglah" kata Jasmin


"baiklah, kita berangkat sekarang ya?" kata rose bersemangat


"kita antar Jasmin dulu saja baru kita ke cafe temanku" kata Farah yang tidak tega jika Jasmin harus pulang sendiri


"benar ambil tasmu kita pergi sekarang" kata Alvian


"baiklah tunggu sebentar" kata Jasmin


Di sepanjang perjalanan menuju parkiran apartemen Rose dengan percaya diri menggandeng tangan Alvian sambil menceritakan semua kegiatan nya selama di Paris meskipun tidak ada tanggapan dari Alvian. Entah berapa kali Alvian menepis tangan Rose yang bergelayut manja di tangannya namun tidak di gubris oleh Rose.


"Jasmin...


"trimakasih kak" kata Rose yang mengira Alvian membuka pintu mobil bagian depan untuknya dan langsung mendudukinya begitu saja sedangkan Jasmin duduk di kursi belakang bersama Farah


"Jasmin kamu tinggal di perumahan mana?" tanya Rose


"aku tinggal di kost pinggir kota karena biaya nya lebih ramah di kantong ku" kata Jasmin sambil tersenyum


"jika kamu mau aku bisa membelikanmu rumah seperti yang papaku lakukan kepada seluruh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah, kamu nanti tinggal pilih nanti akan ada orang ku yang akan mengantarmu melihat-lihat jadi kedepannya kamu tidak perlu menumpang lagi" kata Rose


"apa maksud mu menyamakan Jasmin dengan asisten rumah tangga di tempatmu" tanya Alvian yang tidak suka dengan kata-kata yang di ucapkan Rose


"maksudku bukan seperti itu Jasmin adalah teman Farah otomatis dia temanku juga kan, aku hanya ingin dia memiliki tempat tinggal yang agak layak saja" kata Rose

__ADS_1


"tidak perlu nona Rose saya sudah sangat nyaman dengan tempat tinggal saya, disana juga banyak yang saya kenal bahkan beberapa sudah saya anggap sebagai keluarga" kata Jasmin


"tuan Vian saya berhenti di depan saja tidak perlu sampai rumah karena saya harus membeli beberapa peralatan untuk membersihkan rumah" kata Jasmin


"kak Vian Jasmin minta berhenti" kata Farah yang melihat Alvian masih terus melajukan mobilnya


"kak Vian kak ..." kata Rose sambil menggoyang sedikit tangan Alvian sehingga membuatnya sadar dari lamunannya


"maaf ada apa?" tanya Alvian


"Jasmin tadi meminta di turunkan di depan tapi kak Vian tidak mendengarkannya" kata Farah


"kenapa tidak mau di antar sampai rumah?" tanya Alvian sambil melirik Jasmin


"saya ingin membeli sesuatu untuk membersihkan rumah" jawab Jasmin


"kamu tunggu saja sebentar aku nanti akan mengirim orang untuk membantumu" kata Alvian dan beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat Jasmin tinggal


"kamu tinggal di sebelah mana Jasmin" tanya Rose


"tempat tinggalku masih masuk ke dalam gang mungkin sekitar 20meter, sebenarnya aku ingin mengajak kalian mampir tapi itu tidak mungkin karena rumahku saat ini pasti sangat kotor dan berdebu" kata Jasmin


"itu tidak mungkin lihatlah dulu ke rumahmu" kata Alvian


"hahh apa!" tanya Jasmin yang tidak mengerti perkataan Alvian


"sudah lah segera masuk cuacanya agak dingin kurang baik untuk kondisimu yang baru sembuh dari sakit" kata Alvian


"baiklah selamat bersenang-senangdan trimakasih banyak sudah di antar" kata Jasmin sambil melambaikan tangan


"sampai jumpa lagi Jasmin" kata Farah


Setelah beberapa saat berjalan Jasmin sedikit terkejut dengan kondisi tempat kostnya yang terlihat nyaman dan bagus seperti baru saja selesai di renovasi.


"apa tempatku juga berubah ya?" gumam Jasmin sambil mulai membuka rumahnya


"whoooaaaahhhhh rapi dan bersih banget perabot nya sepertinya baru, kasur lantaiku berubah jadi kasur empuk, tapi ini mencurigakan jangan-jangan aku harus. membayar mahal bulan depan, aku akan tanya kepada pemilik kost ini dulu" kata Jasmin yang langsung pergi untuk mencari pemilik kost


"pak tempat yang aku sewa isinya berubah apa aku harus membayar lebih untuk itu?" tanya Jasmin


"bukankah sekarang tempat ini milikmu jadi terserah padamu mau kau naikkan apa tidak" jawap pemilik kost yang membuat Jasmin semakin bingung


"uang dari mana saya bisa membeli semua ini" kata Jasmin


"mana ku tau yang pasti sekarang uangku tidak akan habis meskipun aku dan anak cucuku nanti menggunakannya untuk bersenang-senang" kata pemilik kost


"apa bapak tau siapa orangnya" tanya Jasmin


"entahlah katanya dia seorang pengacara yang di suruh mengurus jual beli tempatku ini atas namamu, aku tidak menyangka jika uangmu sangat banyak" kata pemilik kost


"apa kamu habis jual diri" tanya ibu pemilik kost yang tiba-tiba muncul


"kamu hebat juga rupanya Jasmin sebulan menghilang kamu bisa langsung membeli tempatku dengan harga tinggi" kata pemilik kost


"saya permisi dulu pak" kata Jasmin yang langsung pergi begitu saja karena bingung harus bereaksi apa menanggapi tuduhan mereka

__ADS_1


"ya Tuhan apa lagi ini" kata Jasmin dari balik pintu sambil meneteskan air mata


__ADS_2