Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 15


__ADS_3

Ke esokan harinya...


"Vi uncle dan keluarga uncle akan pulang hari ini karena uncle ada urusan yang tidak bisa di tunda jika kamu berubah pikiran kamu bisa langsung ke Belanda menyusul uncle" kata Reyhan


"Vian ikut uncle ke Belanda" putus Alvian yang langsung mengejutkan seluruh keluarganya


"kamu yakin sayang kami tidak mau kamu terpaksa ikut uncle mu" kata Sisil


"Daddy harap keputusanmu ini bukan karena tekanan Vi" kata Dirga


"mommy daddy Vian melakukannya karena Vian sudah memikirkannya dengan matang tapi mungkin nanti malam atau besok pagi Vian baru berangkat, Vian akan memakai penerbangan biasa" kata Alvian


"kenapa gak pakek pesawat Daddy aja kan enak kamu bisa istirahat tanpa gangguan, perjalananmu sangat panjang Vi" kata Dirga


"pengen aja dad gak apa-apa kan Vian akan memesan tiketnya sebentar lagi" kata Vian yang pergi berlalu begitu saja masuk kamarnya


"kenapa jadi ribet sih tuh anak, udah ada fasilitas tapi malah nyari yang ribet" kata Dirga


"biarin lah mas mungkin dia lagi ingin suasana baru" kata Sisil yang hanya di balas helaan nafas oleh Dirga


Malam harinya di meja makan.


"mom dad besok Vian ke Belanda, Vian sudah dapat tiketnya" kata Alvian

__ADS_1


"apa kamu yakin akan tinggal di sana" tanya Sisil


"Vian ingin belajar mom tentang perusahaan" kata Alvian


"mommy akan membantumu menyiapkan keperluan yang akan kamu bawa" kata Sisil


"tidak perlu mom Vian sudah melakukannya tadi" kata Vian


"aku punya koper yang cukup besar kamu bisa memakainya Vi jadi tidak perlu bawa banyak koper nanti" kata Ello


"tidak perlu kak Vian sudah mempersiapkan semuanya tadi jadi besok tinggal bawa saja" kata Alvian


"sepertinya ada sesuatu yang akan kamu sampaikan Vi" tanya Dirga yang melihat Tungkal Alvian yang berbeda


"apa Vi katakan saja" kata Sisil sambil mengelus pundak Alvian


"Vian minta tolong mommy Daddy atau yang lain untuk merawat dan seringlah pergi ke makam Amel kasihan dia" kata Alvian dengan suara bergetar


"Vi...


"tidak apa-apa mom Vian tidak apa-apa mommy jangan khawatir, keputusan Vian ke Belanda murni keputusan Vian sendiri bukan karena hal lain" kata Alvian sambil tersenyum


"kamu tenang saja makam Amel akan menjadi jauh lebih baik lagi saat kamu kembali nanti" kata Ello

__ADS_1


"trimakasih kak" jawap Alvian


"kita saudara jika kamu lupa itu Vi" kata Ello bercanda


"kakak memang yang terbaik terimakasih" kata Alvian tulus


"ya sudah kamu lebih baik istirahat karena besok kamu akan melakukan perjalanan panjang pasti akan melelahkan" kata Sisil


"iya mom Vian tau, kalau begitu Vian kembali ke kamar Vian dulu selamat malam" kata Alvian lalu pergi meninggalkan meja makan


"mas aku kok gak tega ya lihat Vian seperti itu" kata Sisil


"dia akan lebih terpuruk lagi jika tetap di Indonesia, setidaknya dengan suasana dan lingkungan baru dia akan sedikit bisa mengurangi kesedihannya" kata Dirga


"sayang" kata Dirga tiba-tiba


"ada apa?" kata Sisil


"ngamar yuk" kata Dirga menggoda Sisil


"huuuaaammmmm kenapa jadi ngantuk banget ya Ello ke kamar dulu ya mom mau nenangin diri kayak Vian" kata Ello yang tau maksud Daddynya sedangkan Sisil langsung menatap tajam Dirga


Di kamar Alvian

__ADS_1


"Mel besok aku akan ke Belanda, kamu jangan khawatir keluargaku akan menjenguk dan tetap merawat makammu dengan baik aku akan sering pulang nanti untuk melihatmu, aku sayang kamu Mel aku kangen kamu Mel kangen banget" kata Alvian sambil terus memandang foto Amel di hp nya


__ADS_2