Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 69


__ADS_3

Sesampainya di makam Amel Alvian berulang kali menarik nafas panjang, ada rasa bersalah di hatinya karena membela Jasmin ke makamnya tapi Alvian juga yakin jika Amel akan senang jika dia dapat bangkit dari keterpurukannya.


"Hay Mel apa kabar, maaf aku lama gak jenguk kamu" kata Alvian sendu


"Hay kak Amel salam kenal aku Jasmin, saat aku melihat foto kak Amel aku sangat minder karena kak Amel sangat cantik, aku bawakan bunga mawar putih untuk kak Amel kata kak Vian kak Amel suka bunga warna putih" kata Jasmin sambil menata bunga di makam Amel


"kak Vian, jika mau bicara sesuatu dengan kak Amel, aku bisa pergi pergi dulu biar kak Vian nyaman" kata Jasmin sambil tersenyum


"gak Jasmin kamu tetap disini" kata Alvian lagi-lagi sambil menarik nafas panjang


"baiklah aku disini" kata Jasmin


"kamu lihat kan Mel, Jasmin gadis yang baik aku harap kamu juga menyukainya. Mel kamu gak marahkan aku bawa Jasmin kemari aku ingin kamu juga dekat dengan dia" kata Alvian


"kak Amel tenang saja posisi kak Amel di hati kak Vian tak akan tergantikan oleh siapapun pasti kak Amel tau itukan" kata Jasmin


"Jasmin Deket aku sini" kata Alvian sambil menarik pelan Jasmin ke arahnya


"Mel kamu tau gak cincin yang aku bawa saat ini adalah cincin yang ingin aku gunakan untuk melamar kamu saat pernikahan kak Ella tapi takdir berkata lain Mel Tuhan lebih sayang sama kamu" kata Alvian

__ADS_1


"di depan makam Amel aku ingin melamar kamu lagi Jasmin untuk menemaniku di sisa umurku baik susah maupun senang tetap bersamaku sampai akhir kamu mau kan menjaga cincin ini untukku" kata Alvian sambil menunjukkan cincinnya pada Jasmin


"kamu sangat tau kak Vian jika aku tidak mungkin menolaknya" kata Jasmin sambil menitikkan air mata haru


"trimakasih banyak" kata Alvian lalu memasang cincin nya pada Jasmin


"jari manis ku keduanya sudah berisi cincin nanti saat kita sudah menikah cincinnya mau di pasang di mana?" tanya Jasmin


"kedua cincin itu bisa kamu jadikan liontin nanti" kata Alvian sambil tersenyum


"sekali lagi terimakasih kak Vian trimakasih" kata Jasmin lalu memeluk Alvian


"eh benarkah maafkan aku sepertinya aku harus banyak belajar budaya dan kebiasaan di sini" kata Jasmin tidak enak


" tidak apa-apa aku tadi hanya menggodamu saja" kata Alvian


"apaan sih jahil banget, masih mau di sini atau pulang" tanya Jasmin


"apa kamu tidak ingin pergi ke suatu tempat disini?" tanya Alvian

__ADS_1


"ini pengalaman pertamaku ke Indonesia harusnya kamu yang berinisiatif mengajakku ke tempat-tempat yang bagus di sini" kata Jasmin


"oh iya ya kenapa aku setelah mengenalmu menjadi pria yang sangat bodoh" kata Alvian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"atau mungkin sebenarnya kamu emang bodoh aja namun semakin bodoh setelah mengenalku" kata Jasmin lalu mereka berdua pun tertawa bersama


"bagaimana jika ketempat orang berjualan bakso dan seblak" kata Jasmin tiba-tiba


"aku tidak suka makan seblak karena aku tidak suka makanan pedas, kamu nanti bisa pergi dengan adikku Zia dia adalah pecinta pedas kamu pasti sangat cocok dengannya" kata Alvian sambil menggandeng Jasmin keluar dari makam


"aku belum pernah bertemu kedua adikmu di mana mereka?" tanya Jasmin


"kalo Kenzia atau Zia dia kuliah di Korea kalo Kenzo dia mintanya ke Paris tapi saat kita menikah nanti mereka pasti datang kamu bisa berkenalan dengan mereka nanti" kata Alvian


"jadi makan seblaknya setelah menikah dong" kata Jasmin


"kan ada Fira, udah lah ayo kamu ini bahas seblak terus kamu lupa jika mommy menunggu kita untuk makan di rumah" kata Alvian


"oh iya kita pulang sekarang deh, bawa mobilnya pelan aja ya aku ingin menikmati pemandangan di sini" kata Jasmin

__ADS_1


"siap tuan putri" jawap Alvian


__ADS_2