Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 24


__ADS_3

"Vi makan siang bareng yuk!" kata Ryo


"boleh, mau makan dimana?" tanya Alvian


"di cafe depan aja ya mau gak" kata Ryo


"ya ampun pasti bertemu cewek itu lagi" kata Alvian dalam hati


"Vi lagi mikirin apa?" tanya Ryo yang melihat Alvian seperti sedang memikirkan sesuatu


"tidak tidak ada apa tidak ada tempat lain untuk makan siang" tanya Alvian


"sudahlah Vi di sana tempatnya sangat nyaman dan makanannya sangat enak, sudahlah ayok" kata Nina yang langsung menarik Alvian agar mengikuti mereka


Mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju cafe tersebut dan sesampainya disana Alvian sedikit was was dengan Jasmin karena takut dia akan berbicara yang tidak-tidak di hadapan teman kerjanya.


"kamu mau pesan apa Vi?" tanya Karin sambil memberikan buku menu padanya


"hey Vi kenapa kamu tegang sekali sih apa kekasihmu bekerja di sini!" goda Nina yang membuat Ryo dan Karin menatap Alvian


"tidak, aku orang baru disini. Wajahku biasa aja mana bisa secepat itu mendapat kekasih mereka akan berfikir dua kali untuk berkencan denganku" kata Alvian


"kau tidak punya kaca ya Vi kalau seandainya umur kita sepadan dan aku belum memiliki kekasih aku pasti akan senang hati menyatakan perasaanku kepadamu" kata Karin


"kakak Karin sadar juga kalo udah cukup umur kapan undangan pernikahannya di sebar" goda Nina


"untuk sementara seperti ini aja dulu lebih bebas" kata Karin yang memang sudah tinggal bersama dengan pacarnya


"kenapa tidak menikah saja sih kan status kamu lebih jelas" kata Alvian


"disini sudah biasa kali Vi pasangan belum menikah tapi mereka sudah tinggal bersama kadang sampai sudah memiliki anak" kata Ryo


"kalo itu aku gak setuju Ryo, aku takut gak bisa ngerawat dengan baik" kata Karin


"trus mau sampai kapan kayak gitu terus" tanya Nina

__ADS_1


"entahlah yang pasti sampai aku bosen" kata Karin sambil tertawa


"benar-benar bukan contoh yang baik" cibir Nina sedangkan Alvian hanya mendengarkan obrolan mereka


Tulalit tulalit...


"sebentar ya aku angkat telpon dulu" kata Alvian yang langsung pergi ke pinggir cafe


"hallo Daniel ada apa?" tanya Alvian setelah mengangkat telpon


"Senin depan ada rapat pemegang saham kak Vian bisa datang kan?" tanya Daniel


"kamu lupa jika aku hanya karyawan biasa!" kata Alvian


"iya tapi ini kan perusahaan uncle Dirga disini aku cuma bantu kak Vian" kata Daniel


"seperti biasa aja sebelum aku datang ke Belanda" jawap Alvian singkat


"hahhh aku kira setelah kedatangan kak Vian pekerjaan ku akan sedikit ringan ternyata sama saja" gerutu Daniel


"baiklah kalau begitu, ohya pulang kerja nanti langsung pulang kerumah mama papa ya mereka ngajak makan malam bareng" kata Daniel


"baiklah nanti aku akan langsung kesana" kata Alvian lalu menutup telponnya


"lama amat Vi ada hal penting ya, itu makanannya kamu makan dulu jam makan siang udah gak lama lagi" kata Ryo mengingatkan dan mereka langsung mempercepat makan siang mereka


Sesuai janjinya pada pulang kerja dia langsung menuju rumah Reyhan untuk makan malam disana. Namun di tengah perjalanan dia melihat Jasmin yang sepertinya sangat kelelahan karena mendorong motor bututnya. Alvian pun segera menepikan mobilnya di tempat yang aman.


"perlu bantuan?" kata Alvian yang membuat Jasmin seketika melihat ke arahnya


"punya minuman atau makanan" tanya Jasmin yang membuat Alvian bingung


"untuk apa?" tanya Alvian


"kamu tidak lihat aku sangat kelelahan aku juga butik makan atau minum untuk mengisi tenagaku agar kuat mendorong motorku kembali" kata Jasmin

__ADS_1


"motor butut kenapa di pertahanan sih bikin repot saja" cibir Alvian


"heyyyy kamu mau membantuku atau tidak, jika tidak menyingkirkan aku akan kembali mendorong motorku agar segera sampai rumah" kata Jasmin jengkel


"tunggu sebentar" kata Alvian yang kemudian berjalan menuju mobilnya untuk mengambil sesuatu


Beberapa saat kemudian...


"ini..." kata Alvian sambil menyerahkan kantong berukuran sedang pada Jasmin


"woaahhh makasih banyak ya aku makan sekarang ya" kata Jasmin yang langsung menepikan motornya dan duduk di pinggir jalan untuk memakan makanan yang di berikan Alvian


"apa ini makan malam mu?" tanya Jasmin sambil terus memakan roti


"sebenarnya itu akan aku berikan kepada uncleku tapi melihatmu seperti ini sepertinya kamu lebih membutuhkan makanan itu" kata Alvian


"meskipun kata-katamu terdengar mengejekku saat ini kata-katamu akan aku abaikan karena aku butuh tenaga untuk pulang, aku tidak sabar untuk segera tidur hari ini aku bekerja sangat berat" kata Jasmin


"tapi aku tidak melihat sama sekali kamu di cafe" kata Alvian


"aku di pecat kemarin" kata Jasmin


"dipecat? kenapa!" tanya Alvian


"kemarin ada yang sengaja memukul pantatku kemarin tapi manager malah memecatku karena aku dirasa kurang sopan pada pelanggan" kata Jasmin


"disana sepertinya ada cctv" kata Alvian


"the power of duit tuan jadi mending keluar aja lah dari pada kerja penuh tekanan dan jika kamu lupa bukankah aku juga pernah di marahi karenamu" kata Jasmin


"dasar tidak tau berterima kasih sudah di tolong masih sempat memaki" kata Alvian


"maaf ya jangan marah, ini aku ambil dua saja rotinya aku sudah lumayan kenyang dan minumannya juga trimakasih banyak" kata Jasmin sambil tersenyum manis


"kau makan saja semua lihatlah badanmu yang hanya kulit dan tulang saja, aku pergi lanjutkan saja makan mu dengan tenang" kata Alvian yang langsung pergi begitu saja dari hadapan Jasmin

__ADS_1


"nih orang baik juga meskipun kata-kata.yang keluar dari mulutnya sangat pedas, lumayan hari ini makan roti mahal" kata Jasmin sambil terkekeh


__ADS_2