Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 16


__ADS_3

Ke esokan harinya...


"Vi pagi-pagi gini udah rapi aja bukankah penerbangan kamu masih nanti siang" tanya Dirga


"benar juga, trus kata Ello kami meminta bantuannya untuk mengirim kopermu ke bandara apa benar" tanya Sisil


"iya mom Vian nanti akan langsung ke bandara dari makam Amel" kata Alvian


"tapi mommy juga ingin mengantarmu Vi" kata Sisil


"bukankah kita bisa bertemu di bandara mom" kata Alvian


"eh bener juga, ini karena kamu Vi kamu selalu membuat mommy khawatir jadi mommy tidak bisa berfikir lagi" kata Sisil membela diri


"Vian sayang mommy maafin Vian ya mom" kata Vian yang merasa bersalah dan langsung memeluk mommy nya dari belakang


"hey Vi jangan cari kesempatan ya lepaskan tanganmu atau Daddy akan membuatmu menyesal nanti" kata Dirga yang tidak terima Sisil di peluk putranya sendiri


"lakukan saja dad karena saat ini tidak ada yang lebih membuat Vian menyesal selain kepergian Amel" kata Alvian yang membuat Dirga terdiam seketika


"kenapa diam dad aku bahkan bisa mencium aroma tubuh mommy sekarang" kata Alvian mencoba mengalihkan pembicaraan dengan menggoda Daddy nya lagi


"hey jangan kurang ajar ya" kata Dirga tidak terima


"mommy tidak keberatan dad ayolah sedikit berbagi" goda Alvian semakin menjadi-jadi


"heyyyy kamu mau cari gara-gara dengan Daddy" gertak Dirga


"sudah lah mas kamu ini, sudah lupa kalo Vian itu anak kandung kamu" omel Sisil


"tapi sayang...

__ADS_1


"sudah mas jangan kayak anak kecil, kamu kalo mau ke makam Amel sekarang saja biar bisa sedikit lama di sana kita akan bertemu nanti di bandara oke" kata a Sisil


"oke mom Vian pergi dulu, dad bilang Vian kalau sudah tidak sanggup bersama mommy nanti biar Vian jemput mommy ke Belanda" kata Alvian sambil berlalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan Omelan Dirga


Di makam Amel


"pagi Mel apa kabar, apa kamu sedang bermanja-manja dengan mamamu" sapa Alvian sambil menaruh bunga mawar putih di makam Amel


"hari ini aku akan ke Belanda Mel tapi kamu jangan sedih keluarga ku akan sering menjengukmu disini" kata Alvian lalu terdiam beberapa saat


"Mel maafin aku karena masih belum bisa mengikhlaskan kepergian mu aku sudah berusaha Mel sudah berusaha" kata Alvian lalu tertunduk dan menangis


Selama di makam Amel Alvian hanya diam sambil terus memandang makam Amel. Ada perasaan tidak tega jika dia harus pergi meninggalkan Indonesia. Tapi dia harus tetap melakukannya karena dia tidak ingin membuat keluarganya khawatir dengan keadaannya sekarang terutama Sisil mommy nya.


"Mel udah siang aku harus ke bandara kamu baik-baik ya di sana jika mamamu tidak baik padamu datang saja ke mimpiku aku akan menghiburmu, sampai jumpa lagi Mel jika ada kesempatan aku akan pulang dan menemuimu kembali, aku pergi Mel" pamit Alvian lalu bangun dan menuju mobilnya dan menuju Bandaran


Sementara itu di bandara...


"kamu sudah nelfon dia mas" tanya Sisil


"Ella sudah menghubunginya dari tadi tapi gak di angkat" kata Ella


"ngapain bingung sih ketinggalan pesawat ya tinggal pakai pesawat kita kan bisa" kata Ello


"iya juga ya ngapain Daddy tadi panik" kata Ella sambil tertawa


"kalian ngejek daddy hemmm" kata Dirga sedikit tidak terima


"udah itu dia sudah datang" kata Sisil sambil melihat ke arah Alvian


"barang kamu dikit bangat apa cukup untuk kamu pakai selama disana" tanya Ello

__ADS_1


"ngapain bawa banyak-banyak Vian yakin kak Ello dan yang lain udah transfer uang cukup banyak di rekening Vian" kata Alvian sambil tersenyum


"Vi..." kata Ella tiba-tiba menangis dan memeluk Alvian


"sudah lah kak Vian nggak apa-apa kok, kakak baik-baik ya di sini sering tengok makam Amel dan ganti bunganya dengan bunga yang segar" pesan Alvian sambil mengusap air mata Ella


"maafin aku Vi" kata Ella sambil terus menangis


"sudah lah kak, Amel sudah tenang di sana, Vian pergi dulu Vian nitip makam Amel ya" kata Alvian sebelum pergi


"tentu saja kamu sering-seringlah menghubungi kami, kami akan sangat merindukanmu" kata Ella


"tentu saja Vian pergi dulu" pamit Alvian lalu memeluk satu persatu keluarganya


Di dalam pesawat...


"selamat tinggal Mel maaf aku harus pergi tapi aku pasti akan menemuimu lagi saat pulang nanti" kata Vian dalam hati sambil terus melihat keluar jendela pasawat


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 17jam Alvian akhirnya sampai di Belanda. Dia langsung menuju ruang tunggu bandara karena uncle nya berjanji akan menjemputnya.


"hallo uncle apa orang suruhan uncle sudah datang Vian sudah menunggu hampir 30menit" tanya Alvian melalui sambungan telpon kepada Reyhan


"sudah Vi uncle sudah memberikan fotomu padanya mungkin dia memakai tulisan dengan namamu" jawap Reyhan


"baiklah uncle akan Vian cari dia" kata Alvian kemudian mematikan sambungan telponnya


"kemana sih perasaan dari sekian banyak orang tidak ada yang memegang namaku" gerutu Alvian sambil mencari orang suruhan Reyhan


"hey aku Vi apa kamu yang menjemputmu" tanya Alvian pada gadis yang memegang namanya


"kenapa kau tampan sekali....

__ADS_1


Nah lho siapa ya gadis yang di maksud. Jangan lupa ninggalin jejak ya happy reading 🥰🥰🥰


__ADS_2