Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 60


__ADS_3

"Daddy mommy, boleh Vian pergi sekarang" kata Alvian


"menemui gadis itu" kata Dirga


"iya dad" jawap Alvian


"Kamu menyukainya?" tanya Dirga


"tidak tau dad" jawap Alvian jujur


"kalau begitu tetap di sini" kata Dirga


"tapi dad...


"apa lagi... apa kamu tidak malu disini juga ada keluarga Rose" kata Dirga


"masss...


"tidak apa-apa sayang sebagai seorang laki-laki dia harus tegas dalam menentukan sikap tidak suka gadis itu tapi nempel terus" kata Dirga


"om sudah dong kasian kak Vian kayaknya udah tertekan banget, kita semua hanya teman om tapi kalo Rose boleh jujur sebenarnya Rose suka sama kak Vian dari pertama ketemu sampai sekarang" kata Rose


"Vian lihat di hadapan kamu sekarang ada gadis cantik yang baru saja jujur tentang perasaannya kepadamu, apa kekurangan dia sudah cantik berpendidikan bagus dari keluarga baik-baik" kata Dirga


"sejak kapan Daddy menilai seseorang dari latar belakangnya, bukankah Daddy selalu mendidik kami untuk bisa menerima orang lain berdasarkan hatinya bukan hartanya" kata Alvian sedikit emosi


"tapi itu kenyataannya Vi buka mata kamu" kata Dirga ikut emosi


"apa kak Vian membenciku" kata Rose sambil menundukkan kepalanya karena sedih


"tidak Rose tapi aku selama ini hanya menganggap mu adik seperti Farah" kata Alvian


"apa kak Vian tidak menyukaiku karena kesalahan yang pernah ku perbuat dulu" kata Rose kali ini sambil menitikkan air matanya


"Rose kami semua sudah melupakan itu sayang sudah jangan terus menerus merasa bersalah" kata Sarah sambil memeluk Rose dari samping


"benar Rose Daniel juga sudah bisa melakukan aktivitasnya dengan normal" kata Reyhan


"puas kamu sudah membuatnya menangis" kata Dirga

__ADS_1


"mas sudah dong Vian akan semakin terbebani" kata Sisil sambil berusaha menenangkan suaminya


"Vi apa kamu masih terbebani dengan Amel..." tanya Dirga yang langsung membuat Alvian membatu karena bingung harus bereaksi bagaimana


"jika benar tebakan Daddy selamat kamu sudah menjadi orang bodoh karena Daddy yakin penyesalan yang pernah kamu rasakan dulu sepertinya akan terulang lagi sekarang, Daddy tidak tau lagi harus bangga atau malu memiliki anak seperti mu" kata Dirga semakin memojokkan Alvian


"sekarang mau Daddy apa hahhh, tidak ada seorangpun yang mengerti perasaan Alvian saat ini" kata Alvian sambil beranjak dari tempat duduknya namun di tahan oleh Sisil


"mau kemana?" tanya Sisil lembut


"mau menenangkan diri mom" jawap Alvian


"boleh mommy berbicara berdua dengan putra kesayangan mommy" kata Sisil yang di angguki lemas oleh Alvian


"ayo ikut mommy kita ke taman di depan saja" kata Sisil lalu menggandeng tangan Alvian


"sayang apa kamu lupa jika Vian itu pria dewasa" mode cemburuan akut Dirga kambuh


"jangan mulai deh" kata Sisil sambil memberikan lirikan maut pada Dirga sedangkan Dirga hanya nyengir saja melihat istrinya yang marah padanya


Di taman...


"biasa saja" jawap Alvian


"mommy dengar kamu sering menindas gadis itu" kata Sisil


"Jasmin mom" kata Alvian


"iya mommy tau namanya Jasmin kamu lupa kalo yang sudah tua itu hanya Daddy kamu" kata Sisil bercanda


"mom...


"katakan saja mommy dengar kok" kata Sisil


"Vian takut mom" kata Alvian sendu


"takut apa?" tanya Sisil sambil menggenggam tangan Alvian


"Vian takut jatuh cinta dan di tinggalkan untuk selamanya lagi" kata Alvian

__ADS_1


"kenapa takut, Rizki jodoh maut itu sudah ada Tuhan yang ngatur" kata Sisil


"mom apa mommy sama Daddy ingin menjodohkan Vian dengan Rose?" tanya Alvian


"kenapa, dia gadis yang baik sopan dari keluarga baik-baik cantik apa lagi yang kurang" kata Sisil


"tapi Vian tidak mencintainya mom" kata Alvian


"dulu mommy juga gitu tapi lama-lama kamu bisa lihat sendiri sekarang" kata Sisil


"Vi lihat mommy, apa kamu mencintai orang lain" tanya Sisil


"Vian gak tau mom dengan perasaan Vian padanya" kata Alvian


"memang perasaanmu seperti apa?" tanya Sisil


"Vi melihat Amel dalam diri Jasmin gadis yang selalu ingin terlihat ceria dan kuat di mata orang lain padahal hatinya sangat lemah mom jadi Vian ingin menjadi pelindungnya menjadi orang yang selalu ada untuknya" kata Alvian


"jadi kamu menyukainya karena sifatnya yang mirip dengan Amel" tanya Sisil


"entahlah mom Vian bingung" kata Alvian


"kalau begitu tinggalkan dia karena tanpa kamu sadari kamu sudah membuatnya bergantung padamu Vi dia pasti akan sangat tersakiti suatu saat nanti" kata Sisil


"Vian gak mungkin menyakiti Jasmin mom" kata Alvian


"kamu tau dalam hubungan pertemanan cewek sama cowok gak akan pernah murni hanya pertemanan saja pasti akan ada salah satu yang merasa lebih, apa kamu tau mungkin saja saat ini ternyata Jasmin mulai membuka hatinya untukmu karena dia selalu merasa nyaman denganmu atau mungkin sebaliknya kamu yang tanpa sadar sudah mulai nyaman dan membiarkan Jasmin secara berlahan memasuki hatimu" kata Sisil


"lalu Vian harus gimana mom?" tanya Alvian


"pastikan dulu hatimu jika memang tidak ada cinta untuk Jasmin mulai lah menjaga jarak dengannya tapi jika hatimu memilih Jasmin kejar dia sekarang sebelum kami menyesal lagi karena ada orang lain yang dapat membuat hati Jasmin nyaman yang membuatnya akan menjauhimu suatu saat nanti" kata Sisil


"Vi takut mom" kata Alvian


"berarti daddy mu benar jika kamu laki-laki bodoh yang tidak bisa belajar dari kesalahan masa lalumu" kata Sisil


"pikirkan baik-baik perkataan mommy, mommy mau masuk dulu" kata Sisil lalu pergi meninggalkan Alvian sendirian di bangku taman


up ke 3 hari ini jangan lupa vote ya happy reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2