
2hari kemudian Ryo Albian Rose dan keluarga Reyhan kembali ke Belanda.
"perusahaan dalam keadaan baik-baik saja jangan sampai bangkrut ya" kata Albian
"gak kebalik, jangan-jangan malah kamu lagi yang buat bangkrut" kata Alvian
"udah deh jangan mulai" kata Sisil
"Alfira mana Sil gak ikut ngantar" tanya Sarah
"dia semalam sudah ke Belanda lebih dulu karena ada pemotretan yang pake baju dia katanya" jawab Sisil
"kok aku gak tau dia ke Belanda mom, mendadak ya" tanya Alvian
"gak juga sih cuma awalnya dia ragu ambil kerjaan ini, tau tuh tiba-tiba dia berubah pikiran trus memutuskan berangkat ke Belanda semalam pakek pesawatnya Bagas" kata Sisil
"Ryo nih pasti yang buat Fira ke Belanda" sindir Albian sambil menyenggol bahu Ryo yang saat itu sedang fokus dengan ponselnya
"hahhh maaf apa ada sesuatu?" tanya Ryo yang tidak fokus sama sekali dengan pembicaraan keluarga itu
"titip jagain anak kesayangan aunty ya selama dia di Belanda" kata Sisil
"iya nyonya maaf tadi saya fokus dengan hp" kata Ryo tidak enak hati
"bukan nyonya tapi aunty oke" kata Sisil
"ba baik aunty" jawap Ryo gugup
"emang sebelumnya udah tau kalo Fira ke Belanda" selidik Albian
"hahh em tidak kok" kata Ryo gugup
"kok langsung jawap iya tadi" tanya Alvian
"tadi saya menjawab secara reflek saja, emmm apa sudah siap semua karena ini sudah siang nanti kita kemalaman sampai di sana" kata Ryo mencoba mengalihkan pembicaraan
"cara pengalihan mu oke juga, oke tapi kata Ryo emang bener, mom dad kita ke Belanda dulu ya jangan merindukan Bian karena mungkin Bian bakal lama" pamit Albian
"eh inget kalo pulang oleh-olehnya nanti jangan yang aneh-aneh ya" kata Kenzia
"emang oleh-oleh yang aneh itu kayak gimana sih?" tanya Rose bingung
"ya kali aja pulang-pulang bawa cucu kan serem" kata Kenzia yang langsung dapat jitakan saudara-saudaranya
"nih bocah di kuliahin di luar negri bukannya tambah bener malah tambah ngasal" omel Alvian
__ADS_1
"bercanda kan gitu aja pada marah" gerutu Kenzia
"kalian hati-hati ya mommy tunggu kabar baik dari hubungan kamu sama Rose" kata Sisil pada Albian
"tentu mom" jawap Albian
"Rey Bian anaknya sedikit susah di atur kalo dia aneh-aneh selama di sana jangan segan-segan menghukum dia jika perlu sita semua aset yang di milikinya" kata Dirga
"tenang saja kak" jawap Reyhan
"dad please deh Bian bukan bocah 13tahun ya dad" protes Albian
"tetap saja kelakuan kamu itu bikin semua keluarga gak tenang" kata Dirga
"lagian nunggu apa sih pakek nunda segala" tanya Kenzia
"nunggu si Vian dapat ngebuntingin bininya" kata Albian sambil ngakak dan...
thoooeeennnggggg
"viiii itu tas isinya banyak dan berat Vi main di pukuli kekepala aja" protes Albian sambil mengusap kepala
"makanya kalo ngomong jangan ngasal, udah berangkat sana udah ada yang kayak cacing kepanasan tuh kayaknya udah gak sabar pingin k temu kekasih gelapnya" sindir Alvian pada Ryo yang dari tadi terus memperhatikan jamnya
"hati-hati jangan lupa menghubungi kami jika sudah sampai di Belanda" pesan Sisil
"byee....
Setelah mengantar Albian dan lainnya yang kembali ke Belanda drama antara Alvian dan Jasmin pun di mulai saat mereka sudah sampai di rumah.
"sayang udah dong ngambeknya iya deh kita pergi sekarang" kata Alvian
"gak jadi pengen" kata Jasmin yang langsung pergi ke kamarnya
"kenapa Vi?" tanya Sisil
"pulang dari bandara tadi Jasmin minta mampir beli bakso langganan si Zia kalo ke sana kan muter jauh mom jadi Vian ajak ke penjual bakso yang kita lewatin eh baru 1suap udah bilang gak enak" kata Alvian
"gimana gak marah mom orang kak Vian ngajak belinya di pedagang bakso Aci ya beda jauh lah rasanya, makanya tanya dulu sama ahlinya" kata Kenzia sambil menunjuk dirinya sendiri
"pesen kan bisa" kata Sisil
"ya ampun kenapa gak kepikiran ya, Zia kamu beliin bakso buat kak Jasmin ya please kakak mohon" kata Alvian
"kenapa gak kak Vian aja sih" protes Kenzia
__ADS_1
"kakak sibuk Zia" jawap Alvian
"sibuk apa an" tanya Kenzia
"kakak sibuk mau ngrayu kak Jasmin biar gak ngambek lagi" kata Alvian
"iya iya udah rayu sana Zia pergi ke tempatnya langsung aja biar cepet" kata Kenzia
"trimakasih adikku tersayang" kata Alvian yang langsung pergi ke lantai2 menuju kamarnya
Sesampainya di kamar...
"sayang..." panggil Alvian namun tidak menemukan keberadaan Jasmin
"sayang kamu di mana?" panggil Alvian lagi namun dia mendengar suara air dari kamar mandi
"sayang kamu lagi ngapain" tanya Alvian sambil mengetuk pintu kamar mandi
"lagi makan bakso" jawap Jasmin
"ohhhh selamat menikmati ya sayang" kata Alvian sambil cekikikan setelah mendengar jawapan istrinya yang masih marah padanya
Beberapa saat kemudian...
"kok bawa mukenah...?" tanya Alvian heran karena setau dia Jasmin sedang datang bulan
"mau sholat" kata Jasmin
"sayang kalo lagi datang bulan itu belum boleh sholat nunggu kalo udah selesai kamu mandi besar baru deh sholat" kata Alvian
"lha emang aku udah selesai gak lihat apa aku habis keramas" kata Jasmin
"lha ini kan baru 3hari kok udah selesai biasanya semingguan" kata Alvian
"yang 2minggu juga adakan atau nunggu 2minggu aja biar kamu yakin" kata Jasmin
"beneran sayang udah selesai" kata Alvian langsung cerah ceria gembira ria hati berbunga-bunga
"iya, cerewet banget sih mau sholat bareng gak" kata Jasmin
"siap sayang" jawap Alvian yang langsung semangat 45 pergi wudhu
Di kamar mandi...
"akhirnya ntar malem bisa menikmati surga dunia" kata Alvian
__ADS_1