Takut Jatuh Cinta (Alvian)

Takut Jatuh Cinta (Alvian)
Episode 8


__ADS_3

Sudah hampir 1bulan Alvian tidak bertemu dengan Amel bahkan Alvian pun tidak ada niat untuk mencari keberadaan Amel karena dia ingin memberi waktu Amel untuk menata hidupnya. Namun saat melewati cafe dekat taman dia seperti melihat Amel yang sedang membagikan balon di sebuah taman.


"Hay Mel apa kabar?" sapa Alvian yang sukses membuat Amel terkejut


"kamu Vi, kabar aku baik, kamu kok bisa tau aku di sini kamu nyariin aku ya?" kata Amel sambil tersenyum manis tidak ada lagi kesedihan dimatanya


"kebetulan aja pas muter-muter lihat kamu jadi aku samperin, apa aku ganggu" tanya Alvian


"gak kok aku malah seneng ketemu sama kamu" kata Amel


"kamu bagi-bagi balon ke anak-anak dalam rangka apa?" tanya Alvian


" cuma seneng aja lihat mereka senang karena ternyata masih banyak anak-anak yang lebih tidak beruntung dari aku" kata Amel


"mau makan siang bareng gak" tawar Alvian


"boleh tapi kita makan seblak di ujung taman itu ya seblak nya enak banget kamu mau kan" kata Amel


"seblak? makanan apaan tuh" tanya Alvian heran dengan nama makanan yang di sebutkan Amel


"udah ikut aja ayok" ajak Amel yang langsung menggandeng tangan Alvian agar mengikutinya


Sesampainya di warung pinggir jalan yang menjual seblak.


"kamu mau yang ORI sedang apa pedes" tanya Amel


"apanya?" tanya Alvian bingung

__ADS_1


"ya ampun nih buku menunya pilih sendiri aja" kata Amel sambil menyerahkan daftar menu


"apaan namanya aneh banget aku samain sama kamu aja deh tapi yang pedesnya sedang aja aku gak biasa makan pedas" kata Alvian


"oke deh yang spesial miks ya isinya macem-macem" kata Amel semangat


"iya deh terserah kamu aja" kata Alvian yang sebenarnya kurang nyaman makan di tempat itu dia yang biasa makan di tempat berkelas harus makan di warung pinggir jalan dimana dia harus berbagi meja dengan orang yang tidak di kenalnya


Setelah menunggu beberapa saat pesanan mereka pun tiba dan...


"mel ini yakin bisa di makan?" tanya Alvian yang sebenarnya sangat jijik saat melihat penampilan seblak yang ada di hadapannya, kuah yang merah yang kental ada beberapa tulang ayam plus kaki ayam yang membuat Alvian semakin merinding melihatnya


"enak Vi gak percaya banget tulangnya di isep2 plus ceker yang empuk banget kerupuk sosis dan teman-temannya nikmat banget deh" kata Amel sambil mulai memakan seblaknya


Melihat Amel yang kepedesan dan memakan seblaknya dengan sangat nikmat akhirnya Alvian mulai memakan seblaknya sendiri dengan ragu-ragu namun saat memasukkan sesuap kuah seblak dia mulai merasa kalau makanan itu tak seburuk penampilannya dengan rasa sedikit pedas membuatnya sangat menikmati makanan seblak itu.


"gimana enak kan?" kata Amel yang melihat Alvian makan dengan lahap


"iya sejak aku merubah gaya hidupku" kata Amel


"gaya hidup? maksudnya?" tanya Alvian bingung


"aku meninggalkan kehidupan mewahku, meninggalkan fasilitas mewah dari mama mulai dari apartemen mobil blackcart dan semuanya deh" kata Amel


"mama kamu tau" tanya Alvian


"entahlah, kalau dia tau pun dia juga gak peduli baginya yang penting dia sudah memberiku uang jajan itu sudah cukup" kata Amel sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


"jika kamu meninggalkan apartemen mu, sekarang kamu tinggal di mana?" tanya Alvian


"bagaimana jika kamu mengantar aku pulang" tantang Amel


"oke, kamu udah selesai makanya" tanya Alvian


"udah kok ayo deh" ajak Amel


"eh udah di bayar belum main pergi aja" kata Alvian.


"udah ayok tenang aja? kata Amel dan mereka pun pergi menuju rumah Amel


Sesampainya di depan rumah Amel, Alvian langsung terdiam melihat rumah Amel yang sangat sederhana dengan lebar yang mungkin hanya sekitar 7meteran.


"kok bengong rumah aku jelek ya bahkan lebih kecil dari kamar kamu" kata Amel


"bukan begitu aku rasa kamu bisa membeli rumah yang lebih besar dari ini" kata Alvian


"aku hanya hidup sendiri jika aku beli rumah yang agak besar kamu kira tidak capek apa bersih-bersihnya" kata Amel sambil mulai membuka pintu rumahnya


"bersih juga rumah kamu dan rapi" kata Alvian setelah masuk ke dalam rumah Amel


"trimakasih, kamu kepanasan ya muka kamu merah tuh" tanya Amel yang melihat wajah Alvian yang merah dengan banyak keringat


"ada kamar kecil gak" kata Alvian sambil memegangi perutnya


"kamu sakit perut" tanya Amel yang di balas anggukan Alvian dan Amel pun langsung mengerti maksud Alvian

__ADS_1


"itu pintu warna putih" kata Amel dan Alvian langsung berlari menuju toilet milik Amel


"xixixi anak orang kaya makan seblak melilit tuh , tapi kasihan juga" kata Amel sambil tertawa geli melihat tingkah Alvian


__ADS_2